Teks Eksposisi (Kaidah, Jenis, Unsur Ciri dan Struktur Kebahasaan)

Posted on

Pengertian teks eksposisi adalah sebuah teks atau paragraf yang di dalamnya berisi sejumlah informasi dan pengetahuan dengan gaya penulisan sigkat, padat dan akurat.

Tujuan Teks Ekposisi adalah sebagai penjelas terkait informasi tertentu agar dapat menambah wawasan pembaca sehingga dengan adanya teks eksposisi ini pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal maupun kejadian.

Ciri-ciri Kebahasaan dalam Teks Eksposisi

Biasanya penyampaian teks eksposisi memiliki ciri-ciri khusus. Selain untuk membedakan dengan jenis teks lainnya, kita juga dapat mengetahui bahwa teks tersebut merupakan teks eksposisi atau bukan. Lalu apa saja ciri-ciri dari teks eksposisi? Simak penjabaran ciri-ciri teks eksposisi berikut ini:

Gaya informasi yang disampaikan mengajak

Meskipun teks eksposisi umumnya berkaitan dengan berita alam penyampaiannya, teks eksposisi tidak bersifat mengajak.

Teks Eksposisi ini bersifat objektif dan netral

Memang di dalam teks eksposisi ini terdapat pendapat dari penulis. Namun pendapat tersebut tidak bersifat membela suatu pihak atau menjatuhkan pihak lain. Karena pendapat tersebut adalah bentuk penegasan dari informasi (fakta) yang disampaikan sehingga mempermudah pembaca untuk menerima dan memahami pesan yang disampaikan.

Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan

Dari informasi yang ada lalu diolah atau ditambahkan pendapat dari penulis untuk memperjelas infromsi sehingga lebih mudah unntuk dipahami. Misalnya terdapat fakta bahwa Indonesia mendapatkan penghargaan atas kebudayaan yang dimiliki. Berdasarkan fakta atau kejadian yang tersebut, kemudian dibuatlah teks eksposisi dengan mengemukakan fakta yang ada maupunn pendapat dari penulis.

PELAJARI:  Puisi Lama dan Jenis-jenisnya

Penyampaian teksnya menggunakan bahasa yang baku dan lugas

Bahasa yanng digunkan dalam membuat teks eksposisi ini haruslah menggunakan bahasa yang baku dan tegas. Karena dengan adanya bahasa yang baku dan tidak bertele-tele akan mempercepat saat dipahami. Hal ini dapat kita lihat contohya pada koran-koran atau pun media cetak lainnya.

Tidak memihak atau yang berarti tidak ada paksaan kemauan dari penulis kepada pembacanya

Pendapat yang dikemukakan oleh penulis tidak boleh memaksa pembaca untuk mengikuti pesan yang disampaikan. Adapun bersifat mengajak ini biasanya menjelaskan kelebihan-kelebihan yang ada dari topik yang disampaikan. Sehingga dari pendapat tersebut hanya memberikan pengaruh kepada pembaca.

Penjelasan teks eksposisi disertai dengan data-data yang akurat

Dalam menulis teks eksposisi juga terdapat data-data yang benar sesuai dengan fakta yang ada. Misalnya ada teks eksposisi yang bertemakan penghargaan akan kebudayaan Indonesia. Di dalam teks eksposisi tersebut pasti ada waktu kapan penghargaan diberikan, siapa yang memberikan penghargaan, dimana penghargaan tersebut diberikan dan lain sebagainya.

Menggunakan fakta sebagai alat konkritasi dan kontribusi

Fungsi dari fakta disini adalah untuk menunjukkan bahwa teks eksposisi yang dibuat itu memang benar adanya. Sehingga apabila di periksa ulang, dengan adanya fakta yang telah terjadi akan memperkuat kebenaran teks ekposisi tersebut.

Selain beberapa ciri-ciri diatas, ada juga ciri-ciri lain yang diungkapkan oleh ilmuwan ternama. Menurut Sutarni dan Sukardi (2008), beliau menyatakan ciri-ciri dari teks/paragraf eksposisi yaitu sebagai berikut:

  1. Isi dalam paragraf membahas tentang gagasan, uraian pendapat, atau keyakinan penulis tentang suatu topik pada bidang tertentu.
  2. Menggaliinformasi melalui analisi dan sintesis.
  3. Paragraf atau teks diakhiri dengan pendapat penegasan, bukan ajakan ataupun permintaan dukungan.
  4. Uraian yang dijelaskan dalam paragraf bersifat objektif, hanya untuk menambah wawasanpembaca tanpa didasari dengan tujuan tertentu.
  5. Uraian yang dipaparkan dalam paragraf diperjelas dengan fakta yang dilengkapi dengan grafik, angka, peta, gambar, statistik, ataupun bagan sebagai ilustrasi.
PELAJARI:  Mengklasifikasi Teks Eksemplum

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Dalam menulis sebuah teks eksposisi ada beberapa kaidah yang harus dipenuhi. Diantara kaidah-kaidah yanng harus terpebuhi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan Bahasa yang Baku

Bahasa yang Baku merupakan kaidah bahasa yang diperlukan karena dapat menentukan kualitas teks ekposisi

2. Tema Teks Eksposisi Berdasarkan dan Merupakan Fakta

Di dalam teks eksposisi terdapat fakta-fakta yang berfungsi sebagai penunjang pernyataan pendapat serta penegasan ulang pendapat sebagai penutup teks eksposisi. Teks eksposisi digunakan untuk menjelaskan serta menambah wawasan dengan yain sehingga keberadaan fakta sangat diperlukan

3. Disertai Alasan yang Logis

Alasan yang logis dapat mendukung fakta yang telah ada menjjadi suatu rangkaian paragraf yang jelas dan memudahkan pembaca untuk memahami isi teks tersebut

Paragraf kohesi merupakan kesatuan dari paragraph dimana paragraph tersebut dikendalikan oleh satu gagasan utama. Jadi pada paragraf kohesi ini gagasan utama sebagai acuan gagasan-gagasan pendukung lainnya.

PELAJARI:  Macam-Macam Gaya Bahasa atau Majas

Berdasarkan dari kaidah-kaidah peulisan teks eksposisi yang telah dijelaskan diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut: Teks eksposisi memiliki kaidah bahasa berupa bahasa baku, fakta yang digunakan sebagai dasar, adanya penggunaan kalimat efektif, adanya alasan yang jelas untuk mendukung fakta memiliki paragraf kohesi dimana gagasan utama sebagai pengendali gagasan pendukung.

Struktur Kebahasaan dalam Teks Eksposisi

Dalam Penulisan teks eksposisi terdapat tiga struktur penulisan yang harus dipenuhi. Tiga struktur penulisan tersebut adalah sebagai berikut:­

1. Tersis atau Pernyataan Pendapat

Tesis (Pernyataan pendapat) adalah bagian teks yang berisi tentang pernyataan pendapat (tesis) atau gagasan utama dalam permasalahan berdasarkan fakta. Pernyataan ini merupakan pernyataan pendapat yang dibuat oleh penulis berdasarkan fakta yang ada.

2. Argumentasi atau Pendapat

Argumentasi adalah bagian teks yang yang menjelasan secara mendalam terkait pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta yang ditlulis sebagai penjelasan dari pernyataan pendapat (tesis) dari penulis. Untuk isi argumentasi ini dapat berupa gagasan menerima atau memperkuat fakta namun dapat juga menolak.

3. Reiteration atau Penegasan Ulang Pendapat

Reiteration (penegasan ulang pendapat) adalah bagian teks yang berisi penegasan ulang atau teks penguat dari pendapat maupun argument penulis yang ditunjang dengan fakta.