Pengertian dan Fungsi Proses Reabsorpsi

Reabsorpsi merupakan proses perpindahan cairan dari tubulus renalis menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya, yaitu kapiler peritubuler. Sel-sel tubulus renalis secara selektif mereabsorpsi tergantung dari kebutuhan akan zat-zat yang terdapat di dalam urine primer.

 

Fungsi Proses reabsorpsi

Adapun fungsi proses reabsorpsi untuk mempertahankan komposisi air serta garam dalam cairan tubuh. Proses tersebut dimulai di tubulus kontortus proksimal dan berlanjut di lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan kemudian menuju saluran pengumpul. Dalam proses reabsorpsi, sekitar 50% urea dari jumlah yang ada dalam urine primer berdifusi kembali ke dalam darah karena adanya perbedaan konsentrasi yang disebabkan oleh reabsorpsi air antara urine primer, sel-sel tubulus konvolusi proksimal, dan darah.

Sel-sel tubulus konvolusi proksimal juga secara aktif mengekskresi bahan-bahan beracun dari dalam darah menuju urine primer bersama beberapa bahan-bahan yang mengandung nitrogen, seperti kreatinin. Sebagian besar zat-zat yang masih berguna tadi dapat mengalami proses reabsorpsi beberapa kali. Dari proses reabsorpsi, akan dihasilkan filtrat tubulus atau urine sekunder.

Di dalam urine sekunder sudah tidak ditemukan lagi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh. Volume urine sekunder yang dihasilkan lebih sedikit daripada volume urine primer, bersifat isotonis terhadap cairan tubuh (darah), dan mengandung urea serta beberapa ion mineral. Selanjutnya, urine sekunder itu mengalir menuju lengkung Henle. Di dalam lengkung Henle juga terjadi proses penyerapan kembali bahan-bahan yang masih berguna, terutama ion-ion natrium (Na+).

Reabsorpsi dilakukan dengan 3 cara berdasarkan zat yang diserapnya yaitu reabsorbsi air, reabsorpsi zat-zat tertentu dan reabsorpsi zat yang penting bagi tubuh.

  • Reabsorpsi air

Penyerapan air yang dilakukan oleh tubulus proksimal dengan cara osmosis disebut reabsorpsi obligat. Penyerapan yang dilakukan oleh tubulus kontortus distal disebut reabsorbpsi fakultatif yaitu penyerapan air sesuai dengan kebutuhan. Jika kekurangan cairan dalam darah maka tubulus kontortus akan menyerap air sehingga tidak terbuang, sebaliknya jika tubuh tidak membutuhkan air maka reabsorpsi tidak dilakukan.Reabsorbsi fakultatif dipengaruhi oleh hormon ADH.

  • Reabsorpsi zat tertentu

Hal ini dilakukan dengan 2 cara yaitu transport akif dan difusi. Pada sisi tubulus yang berdekatan dengan lumen terjadi difusi sedangkan sisi tubulus yang berdekatan dengan kapiler terjadi transport aktif. Kadar Na+ menurun karena proses transport aktif yang dilakukan oleh sisi tubulus yang berdekatan dengan kapiler, sehingga sisi tubulus yang berdekatan dengan lumen akan mengalami proses difusi Na+.

  • Reabsorpsi zat penting

Pada umumnya reabsorpsi zat yang terpenting bagi tubuh dilakukan dengan proses transport aktif. Zat-zat yang secara aktif di serap adalah glukosa, protein, asam amino, asam asetoasetat dan vitamin.