Menulis Teks Persuasi

Posted on

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu: Menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dengan memperhatikan daya tarik isi, struktur, dan kaidah kebahasaanya.

1. Penyiapan Bujukan, Ajakan

Sesuai dengan karateristik teks persuasif, yakni sebagai teks yang berisi bujukan atau ajakan. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penulisannya adalah menyiapkan sejumlah bujukan ataupun ajakan. Hal inilah yang juga berfungsi sebagai tema utamanya.

Contoh bujukan:

  • Mari, belajar dengan baik.
  • Ayo, kita pergi berwisata.
  • Sayangilah orang tuamu.

Akan tetapi, bisakah orang lain mau mengikuti bujukan-bujukan itu? Itulah persoalan penting yang harus kita pikirkan ketika menulis teks persuasif. Pada umumnya seseorang bisa mengikuti suatu bujukan apabila dalam dirinya sudah tertanam kepercayaan. oleh karena itu, siapkan pula sejumlah fakta dan pendapat yang bisa mendorong orang lain untuk melakukan sesuai dehgan harapan kita.

Perhatikan kembali teks berikut!

Sejak terjadinya bencana gempa bumi dan gelombang tsunami itu sering kali bencana tersebut dijadikan sarana untuk memungut uang dari masyarakat. Banyak organisasi atau kelompok orang tak bertanggung jawab. Mereka meminta sumbangan untuk korban bencana tersebut. Mereka beroperasi di atas bus kita, lampu merah, dan pinggir-pinggir jalan lainnya yang mengatasnamakan dinas sosial. Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati terhadap ulah oknum tersebut, Kamu tidak pernah meminta sumbangan dengan cara-cara seperti itu.

PELAJARI:  Mengidentifikasi Kaidah Kebahasaan dalam Teks Ceramah

Sebelum penulis menyampaikan bujukannya. Ia menyampaikan sejumlah fakta yang bisa meyakinkan pembaca. Fakta itu memang harus terpilih, yakni berupa sesatu yang sudah dikenali sekaligus memberikan efek psikologis bagi pembaca, yang mungkin berupa rasa takut, marah, kecewa dan seterusnya. Adapun fakta yang disajikan dalam teks di atas berefek pada timbulnya amarah, paling tidak rasa kesal. Selanjutnya, pembaca mengiyakan dan bisa mengikut bujukan yang kita sampaikan.

2. Memperhatikan Struktur dan Kaidah Teks Persuasi

Perhatikanlah teks berikut!
Belajarlah dengna tata cara yang baik, yaitu berdoalah sebelum belajar dengan niat tulus akan belajar sungguh-sungguh. Pusatkan pikiran ketika belajar. Ketika kamu mulai merasa jenuh, berhentilah sejenak untuk memenangkan otak, bisa dengan menonton televisi (minimal 10 menit), berdiri, duduk rileks, berjalan mengelilingi ruangan, atau juga menggerak-gerakkan badan. Stelah itu, belajarlah kembali dengan tenang.

PELAJARI:  Mengidentifikasi Jenis Cerita Fantasi

Dilihat dari isinya, teks tersebt menyampaikan bujukan-bujukan. Hal itu tampak pada kata-kata berikut: belajarlah, pusatkan perhatian, berhentilah, belajarlah. Dengan karateristiknya seperti demikian, teks tersebut tergolong ke dalam bentuk persuasi.

Untuk menulis teks seperti itu, terlebih dahulu kita harus menentukan temanya, yakni berupa bujukan utama yang hendak disampaikan kepada pembaca/pendengar. Kemudian, membuat perincian-perinciannya adalah sebagai berikut.

Tema

  • Perincian

Ajakan belajar dengan baik

  • Berdia sebelum belajar
  • Memusatkan pikiran
  • Menenangkan otak
  • Menonton televisi
  • Berdiri
  • Duduk rileks
  • Mengelilingi rungan
  • Menggerak-gerakkan badan

Berikut contoh teks persuasif lain.

Pasien yang berobat dan dirawat inap di Rumah Sakit Daya tidak dilayani dengan ramah. Dokter yang seharusnya rutin memeriksa kondisi pasien sering tidak tepat waktu. Para perawat yang merawat pasien tidak berwajah ramah. Fasilitas dan peralatan yang dimiliki tidak lengkap sehingga banyak pasien yang berpindah ke rumah sakit lain. Oleh karena itulah, pasien yang akan masuk ke Rumah Sakit Daya hendaknya berpikir sebelum memutuskan untuk berobat di rumah sakit tersebut.

PELAJARI:  Mengklasifikasi Teks Rekaman Percobaan "Jebakan Tikus Sederhana"

Fakta/Pendapat

  • Pasien yang berobat dan dirawat inap di Rumah Sakit Data tidak dilayani dengan ramah.
  • Dokter yang seharusnya rutin memeriksa kondisi pasien sering tidak tepat waktu.
  • Para perawat yang merawat pasien tidak berwajah ramah.
  • Fasilitas dan peralatan yang dimiliki tidak lengkap sehingga banyak pasien yang berpindah ke rumah sakit lain.

Bujukan

  • Pasien yang akan masuk ke Rumah Sakit Daya hendaknya berpikir sebelum memutuskan untuk berobat di rumah sakit tersebut.