Menggali Informasi dalam Bentuk Fiksi dan Nonfiksi

Posted on

Membaca merupakan kegiatan wajib bagi seorang pelajar. Kamu setuju dengan pernyataan itu, pastinya! Bacaan itu tidak hanya berupa buku pelajaran, tetapi masih banyak sumber-sumber lain yang bisa kita baca: bisa buku kumpulan cerpen, novel, di samping e-book, dan buku-buku ilmu pengetahuan populer.

Tiada hari tanpa membaca karena membaca merupakan jalan lurus menuju manusia cerdas dan berjaya. Dengan membacca kamu bisa memperoleh banyak wawasan dan pengetahuan. Dengan membaca kamu pun bisa memperoleh hiburan dan kesenangan.

1. Keragaman Informasi dalam Bentuk Fiksi dan Nonfiksi

Buku (bacaan) dapat dibagi ke dalam dua jenis, yakni buku fiksi dan nonfiksi.

  • Buku fiksi, contohnya kumpulan dongeng, cerpen, novel, dan drama.
  • Buku nonfiksi, contohnya buku pelajaran, ilmiah populer, dan biografi.

Seseorang membaca buku fiksi pada umumnya untuk memperoleh hiburan ataupun kesenangan. Coba, kamu pikirkan kembali, apa yang kamu inginkan ketika membaca novel? Ketika itu akan muncul berbagai perasaan yang muncul seiring dengan perjalanan hidup yang dialami tokoh novel tersebut.

PELAJARI:  Mengonstruksi Sebuah Karya Ilmiah dengan Memperhatikan Isi, Sistematika, dan Kebahasaan Karya Ilmiah

Tidak demikian halnya ketika kamu membaca buku pelajaran, buku ilmiah, ataupun buku nonfiksi lainnya; yang kamu peroleh ketika itu adalah sejumlah informasi pengetahuan ataupun wawasan.

2. Informasi Buku Melalui Indeks

Perhatikan cuplikan buku berikut!

  • cara membaca kliping, 62-63
  • kosentrasi 49-53

Sesuai dengan judulnya, cuplikan itu disebut dengan indeks. Adapun yang dimaksud dengan indeks adalah daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan. Indeks biasanya terdapat pada halaman akhir dan tersusun menurut abjad. Seperti yang tampak pada contoh di atas bahwa, kata-kata yang tercantum di dalamnya dimulai dengan kata alfabetis (A) dan di akhir dengan kata wawancara (W). Daftar kata itu berfungsi untuk memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah dalam buku itu.

PELAJARI:  Unsur-Unsur Sejarah yang Masuk di Dalam Cerita Fiksi

Perhatikan contoh lain sebagai berikut!

  • ikhtisar buku, 61,64-65
  • kamera 19-20

Berdasarkan indeks tersebut dapat diketahui bahwa kata-kata ikhitisar buku dijumpai pada halaman 61. 64-65. Adapun istilah konsentrasi digunakan dalam halaman 49-53. Dengan demikian, indeks sangat membantu pembaca dalam menelusuri suatu kata atau istilah dalam bentuk buku.

3. Catatan tentang Isi Buku

Kamu sudah belajar memanfaatkan indeks saat menemukan informasi-informasi penting yang ada di dalam suatu buku. Hal lain yang perlu kamu kuasai adalah membuat catatan tentang isi buku berdasarkan kata/istilah-istilah dalam indeksnya itu.

Kamu harus dapat menentukan indeks yang pemaknaannya yang dicari. Kemudian, mencatat semua penjelasan yang ada di buku itu tentang indeks yang dimaksud. Catatlah penggunaan kata/istilah-istilah (indeks) yang kita anggap penting.

PELAJARI:  Puisi Lama dan Jenis-jenisnya

Susunlah catatan secara kreatif. Kamu dapat membubuhinya dengan pensil berwarna, gambar-gambar, dan hal-hal menarik lainnya. Perlu diingat, catatan itu mudah diingat dan lebih semangat untuk mempelajarinya.

Perhatikan contoh catatan di bawah ini!

Teknik Mencatat Informasi dalam Buku

  • Tentukan kata/istilah yang hendak dicari penjelasannya/penggunaannya.
  • Carilah halaman penggunaan kata/istilah itu sesuai dengan yang tertera pada halaman indeksnya itu.
  • Pahami penggunaan kata/istilah itu pada halaman yang dimaksud.
  • Catatlah bagian-bagian pentingnya dari penggunaan kata/istilah itu.