Aktivitas Organisasi Pergerakan Indonesia Kooperatif dan Nonkooperatif

Posted on

Dalam sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia, dikenal dua strategi politik organisasi kebangsaan dalam kaitannya untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Dua strategi tersebut yaitu non-kooperatif (radikal) dan kooperatif (moderat).

Radikal bisa diartikan sebagai satu tindakan penentangan secara keras dan represif terhadap kebijakan pemerintah kolonial serta tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial untuk mencapai kemerdekaan, dalam hal ini kaum radikal berpendapat bahwa untuk mencapai Indonesia merdeka haruslah dengan jerih payah anak bangsa sendiri dan bukan atas adanya campur tangan dari bangsa asing (Belanda).

Sedangkan moderat bisa diartikan sebagai satu sikap lunak atas keberadaan pemerintah kolonial (Belanda) di Indonesia. Kaum moderat berpandangan bahwa untuk mencapai Indonesia merdeka tidak dapat lepas dari kerja sama dengan berbagai bangsa yang ada di Indonesia saat itu, tidak terkecuali dengan pemerintah kolonial (Belanda).

PELAJARI:  Komponen-komponen pada Peta

Adanya dua strategi ini bukan semata-mata melambangkan dua kubu yang berbeda pandangan dalam mensikapi keberadaan pemerintah kolonial, walaupun berbeda prinsip namun dua kelompok ini sama dalam tujuan akhir, yaitu untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Organisasi Pergerakan Kooperatif

Budi Utomo

  • Mengupayakan hubungan kekeluargaan atas segenap bangsa Bumi Putera.
  • Mengadakan perbaikan pelajaran di sekolah sekolah.
  • Mendirikan badan wakaf yang akan mengumpulkan dana untuk belanja anak-anak

Sarekat Islam Putih

  • Mengembangkan jiwa berdagang.
  • Memberi bantuan kepada para anggotanya yang mengalami kesukaran.
  • Memajukan pengajaran dan mempercepat naiknya derajat bangsa Bumi Putera.

Muhammadiyah

  • Untuk memurnikan pelaksanaan agama Islam berdasarkan Al Quran dan Hadist.

Nadhatul Ulama (NU)

  • Menegakan syariat agama Islam yang menganut haluan Ahlul Sunah Wal Jama’ah.
  • Melaksanakan berlakunya hukum Islam di dalam Masyarakat.
PELAJARI:  Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme Bagi Negara Indonesia

Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)

  • Mengusahakan Indonesia bebas dan merdeka namun dengan cara yang lebih

Organisasi Pergerakan Non-Kooperatif

Sarekat Islam Merah

  • Mengembangkan jiwa berdagang.
  • Memberi bantuan kepada para anggotanya yang mengalami kesukaran.
  • Memajukan pengajaran dan mempercepat naiknya derajat bangsa Bumi Putera.

Perhimpunan Indonesia

  • Memajukan kepentingan bersama atas orang-orang yang berasal dari Indonesia baik Pribumi, maupun non Pribumi yang ada di Belanda.

Indische Partij (IP)

  • Membangun patriotisme sesama “indiers” terhadap tanah air yang memberi lapangan hidup kepada mereka dan mendorong mereka untuk bekerja sama atas dasar persamaan ketatanegaraan dalam memajukan tanah air.

Partai Nasional Indonesia (PNI)

  • Untuk mencapai Indonesia merdeka sedangkan tiga asasnya yaitu berdiri di atas kaki sendiri, non kooperatif, dan marhaenisme
PELAJARI:  Alasan NASAKOM Terlibat dalam Demokrasi Terpimpin

Partai Komunis Indonesia

  • Mengubah ideologi agama Islam menjadi komunis.