Sujud Sahwi dan Hikmahnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted on

Sujud sahwi yaitu sujud yang dilakukan orang yang shalat, sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat, baik kekurangan raka’at, kelebihan raka’at, atau karena ragu-ragu yang disebabkan karena lupa.

Dalil Sujud Sahwi

Artinya : Dari Abdullah bin Buhainah Al-Asdiy bahwasanya Rasulullah SAW pernah bangkit berdiri dalam shalat Dhuhur padahal mestinya duduk (attahiyyat awwal), maka setelah selesai shalat, dalam keadaan duduk sebelum salam beliau bersujud dua kali, dan beliau bertakbir pada tiap-tiap sujud dan para makmum juga mengerjakan sebagaimana yang dikerjakan beliau untuk mengganti duduk (attahiyyat) yang terlupa itu”. [HR. Muslim 1 : 399].

Sebab-Sebab Sujud Sahwi

  • Lupa meninggalkan salah satu rukun shalat seperti lupa rukuk, iktidal, atau sujud.
  • Lupa atau ragu jumlah raka’at.
  • Lupa membaca doa qunut (bagi yang membiasakan qunut).
  • Lupa melakukan tasyahud awal.
  • Kelebihan atau kekurangan jumlah rakaat. Dalam hal rakaat kurang, apabila pada saat shalat ada yang mengingatkan bahwa rakaat shalat kita kurang, maka harus segera berdiri, takbir, dan melengkapi jumlah rakaatnya baru kemudian melakukan sujud sahwi.
PELAJARI:  Abad Diturunkannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s.

Tata Cara Sujud Sahwi

Sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam apabila orang yang sedang shalat lupa akan bilangan shalat yang sedang dikerjakan atau lupa tidak melakukan tahiyat awal dan kita baru ingat sebelum dia salam.

  • Setelah selesai membaca tahiyat akhir, langsung sujud lagi dengan membaca : سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
    Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”
  • Bangun dari sujud disertai dengan mengucapkan takbir.
  • Kemudian duduk sebentar lalu takbir dan dilanjutkan sujud lagi dengan doa yang sama dengan sujud pertama.
  • Duduk kembali dan diakhiri dengan salam

Hikmah Melakukan Sujud Sahwi

  • Kita menyadari bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Yang tidak pernah lupa hanyalah Allah Swt. Sehingga manusia tidak boleh sombong dan angkuh.
  • Orang yang salah, khilaf dan lupa harus segera memohon ampun kepada Allah SWT.
  • Kalau kita berbuat salah maupun khilaf harus ssgera mungkin membaca istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Demikian halnya ketika kita bersalah dengan orang tua, guru maupun teman harus segera meminta maaf kepada mereka.
PELAJARI:  Potongan Al Quran dan As Sunnah Tentang Dalil Asmaul Husna