Menganalisis Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Posted on

Setiap teks memiliki unsur kebahasaan yang berbeda-beda, termasuk juga teks laporan hasil observasi. Unsur kebahasaan itu berupa rujukan kata, konjungsi, kata berimbuhan, dan kelompok kata. Untuk pemahaman tentang unsur kebahasaan bisa maksimal, berikut ini sudah disajikan beberapa contoh. Selanjutnya kamu diminta mengisi tugas sesuai dengan perintah yang terdapat di dalamnya. Jawablah tugas berikut berdasarkan perintah yang diberikan.

Kegiatan 1

Menganalisis Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

1. Kata dan Frasa Verba serta Nomina

Jenis kata dan kelompok kata (frasa) yang dominan digunakan dalam sebuah teks laporan hasil observasi adalah verba (kata kerja) dan nomina (kata benda). Pahami dahulu perbedaan antara kata dan frasa. Kata berbentuk morfem atau morfem bebas, yaitu satuan bahasa terkecil (dapat memiliki arti maupun tidak) yang bersifat bebas. Frasa merupakan gabungan beberapa unsur namun tidak melebihi batas fungsi. Artinya, sekalipun terdiri atas beberapa unsur namun hanya memiliki satu fungsi dalam sebuah kalimat.. Selain itu, frasa merupakan kelompok kata yang nonpredikatif, atau tidak menduduki subjek dan predikat.

Perhatikan contoh identifikasi kata benda dan frasa benda dalam teks.

a. Nomina
Kata dan Frasa

  • wayang = a) seni pertunjukkan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. b) sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia. c) sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur.
  • UNESCO = a) lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB. b) para wali songo. c) penyebar agama Islam di Jawa. d) wayang kulit. e) wayang wong atau wayang orang. f) wayang golek atau wayang boneka. g) penjenisan tersebut. h) penggunaan bahan wayang. i) wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. j) wayang yang menggunakan boneka kayu.

b. Verba
Kata dan Frasa

  • adalah ,menetapkan ,disesuaikan, dibuat, berarti, adalah, mengembangkan = sudah membagi

Berdasarkan analisis kata dan frasa dapat dinyatakan bahwa pada paragraf pertama teks di atas banyak digunakan frasa nomina. Sementara itu, frasa verba pada paragraf pertama teks di atas hanya ada satu, sedangkan yang lainnya berupa kata. Dengan demikian, nomina yang berfungsi sebagai subjek atau objek pada paragraf pertama teks di atas banyak menggunakan frasa, sedangkan predikat banyak menggunakan kata.

Tugas 1

Selanjutnya, lakukan analisis kebahasaan sebagaimana contoh di atas. Tulislah hasil analisis kamu dalam tabel seperti dalam contoh berikut! Kamu dapat menuliskannya pada buku kerjamu.

Paragraf ke: 5 teks ‘Wayang’

Selanjutnya, jenis wayang yang lain (frasa nomina) adalah wayang golek (frasa nomina) yang mempertunjukkan boneka (nomina) kayu (nomina). Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda (frasa nomina), wayang yang terbuat dari kayu (frasa nomina) adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak (frasa nomina) karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut (frasa nomina) pertama kali dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu (frasa nomina) adalah wayang klithik (frasa nomina). Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih (frasa nomina) seperti wayang kulit (frasa nomina). Akan tetapi, cerita (nomina) yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan (frasa nomina). Wayang lain yang terbuat dari kayu (frasa nomina) adalah wayang papak atau cepak (frasa nomina), wayang timplong (frasa nomina), wayang potehi (frasa nomina), wayang golek techno (frasa nomina), dan wayang ajen (frasa nomina).

PELAJARI:  Menceritakan Kembali Teks Biografi dengan Bahasa yang Berbeda

Selanjutnya, lanjutkan dengan mencari 10 kata dan frasa verba dalam teks laporan hasil observasi lainnya yang telah kamu baca.

Paragraf ke: Terakhir. “Wayang”

Verba

  • terdapat, adalah, memiliki, menggunakan, menggunakan, merupakan, memberikan, dan disisipi

Frasa Verba

  • bisa, tampil, dapat dimanfaatkan dalam, bermanfaat sebagai, digunakan sebagai, dapat kita lihat pada, masih tetap menjadi.

2. Afiksasi

Dalam kegiatan berbahasa, kata yang digunakan dapat berupa kata dasar atau kata bentukan. Kata dasar adalah kata yang belum mendapat imbuhan, pemajemukan, atau pengulangan. Kata bentukan adalah kata yang telah mendapat imbuhan (afiksasi), pengulangan (reduplikasi), dan pemajemukan ketika digunakan.

Kata yang mendapat proses pengimbuhan dapat berubah jenis. Misalnya, kata berjenis verba dapat berubah menjadi nomina jika mendapat imbuhan. Contoh, kata “minum” (verba) mendapat imbuhan “–an” menjadi “minuman” (nomina).

Suatu kata dasar dapat berubah menjadi verba jika mendapat imbuhan me(N)-, be(R)-, di-, bahkan terkadang ter- atau ke-an. Sementara itu, kata dasar yang sama dapat berubah menjadi nomina jika diberi imbuhan pe(N)-, pe(R)-, -an, atau terkadang ke-an.

Tugas 2

Analisislah afiksasi yang terjadi pada kata berimbuhan di bawah ini.

Pembahasan:
– pertunjukan
Jenis : nomina
Imbuhan : pe(N)-an
Kata dasar : tunjuk

– menunjukkan
Jenis : verba
Imbuhan : me(N)-kan
Kata dasar : tunjuk

– penglihatan
Jenis : nomina
Imbuhan : pe(N)-an
Kata dasar : lihat

– menguasai
Jenis : verba
Imbuhan : me(N)-i
Kata dasar : kuasa

– mengobati
Jenis : verba
Imbuhan : me(N)-i
Kata dasar : obat

– mengeluarkan
Jenis : verba
Imbuhan : me(N)-kan
Kata dasar : keluar

– berbeda
Jenis : verba
Imbuhan : be(R)-
Kata dasar : beda

– disaring
Jenis : verba
Imbuhan : di-
Kata dasar : saring

– pendengaran
Jenis : nomina
Imbuhan : pe(N)-an
Kata dasar : dengar

– mereproduksi
Jenis : verba
Imbuhan : me-
Kata dasar : reproduksi

– bagian
Jenis : nomina
Imbuhan : -an
Kata dasar : bagi

– penciuman
Jenis : nomina
Imbuhan : pe(N)-an
Kata dasar : cium

– dikenal
Jenis : verba
Imbuhan : di
Kata dasar : kenal

– keunikan
Jenis : nomina
Imbuhan : ke- an
Kata dasar : unik

– pemakan
Jenis : nomina
Imbuhan : pe-
Kata dasar : makan

– membantu
Jenis : verba
Imbuhan : me(N)-
Kata dasar : bantu

– keadaan
Jenis : nomina
Imbuhan : ke-an
Kata dasar : ada

– pedesaan
Jenis : nomina
Imbuhan : pe-an
Kata dasar : desa

– menjauhkan
Jenis : verba
Imbuhan : me(N)-an
Kata dasar : jauh

– makanan
Jenis : nomina
Imbuhan : -an
Kata dasar : makan

Tugas 3

Carilah kata dasar kemudian ubahlah ke dalam verba dan nomina dengan proses pengimbuhan (afiksasi) dengan cara melengkapi tabel di bawah ini.

Kata verba disebut juga dengan kata kerja. Kata dasar yang berubah menjadi kata kerja mendapatkan imbuhan me- sebagai kata kerja transitif dan imbuhan di- sebagai kata kerja intransitif. Selain me-, juga ter- dan ber-.

PELAJARI:  Mengklasifikasi Kata Sulit "Kebijakan Mobil Murah"

Kata nomina disebut juga dengan kata benda. Kata dasar yang berubah menjadi kata benda mendapatkan imbuhan ke- dan pe-

  1. Kata dasar: kata
    jenis: nomina
    kata verba: berkata, berkata-kata, mengatakan, mengatai
    kata nomina: perkataan
  2. Kata dasar: hasil
    jenis : nomina
    kata verba: menghasilkan, dihasilkan
    kata nomina: penghasil, penghasilan
  3. kata dasar: ubah
    jenis : verba
    kata verba : mengubah, diubah
    kata nomina ; pengubah, perubahan
  4. kata dasar: lemah
    Jenis ; adjektiva
    kata verba: melemah, melemahkan
    kata nomina: kelemahan
  5. kata dasar; kuat
    jenis ; adjektiva
    kata verba : menguat, menguatkan, dikuatkan
    kata nomina: penguat, penguatan, kekuatan
  6. Kata dasar: cantik
    jenis : adjektiva
    kata verba: mencantikkan, mempercantik
    kata nomina: kecantikan
  7. Kata dasar: bangun
    jenis : verba
    kata verba: membangun, membangunkan
    kata nomina: pembangunan, kebangunan
  8. Kata dasar: buka
    jenis : verba
    kata verba: membuka, membukakan, terbuka, dibuka
    kata nomina: pembuka, pembukaan
  9. Kata dasar: tua
    jenis : adjektiva
    kata verba: menua
    kata nomina: penuaan
  10. Kata dasar: ganti
    jenis : verba
    kata verba: berganti, diganti, menggantikan
    kata nomina: pengganti, penggantian, pergantian
  11. Kata dasar: gulat
    jenis : nomina
    kata verba: bergulat
    kata nomina: pegulat, pergulatan
  12. Kata dasar: gembira
    jenis : adjektiva
    kata verba: bergembira, menggembirakan
    kata nomina: penggembira, kegembiraan
  13. Kata dasar: sedih
    jenis : adjektiva
    kata verba: bersedih, menyedihkan
    kata nomina: kesedihan
  14. Kata dasar: merah
    Jenis: nomina
    kata verba: memerah, dimerahi, memerahi, memerahkan
    kata nomina: pemerah, kemerahan
  15. Kata dasar: masuk
    jenis : verba
    kata verba: memasukkan, memasuki, dimasukkan, termasuk, kemasukan
    kata nomina: pemasukan, masukan

Tugas 4 dan 5

3 Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi

Setelah mengidentifikasi verba di atas, kamu menemukan beberapa verba yang digunakan untuk mendefinisikan dan mendeskripsikan objek. Tulislah masing-masing 5 contoh kalimat definisi, yaitu kalimat yang menggunakan verba definitif dan 5 contoh kalimat deskripsi, yaitu kalimat yang menggunakan verba sebagai deskriptif.

Kalmat definisi adalah kalimat yang menggunakan verba definitif, seperti adalah dan merupakan
Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggunakan verba sebagai deskriptif, seperti terdiri dari, terbuat dari

Kalimat definisi pada teks “D’topeng Museum Angkut”

  1. D’Topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur.
  2. Benda paling diminati pengunjung untuk diamati dan paling mendominasi tempat ini adalah topeng.
  3. Barang-barang tradisional yang mengisi etalase-etalase museum ini adalah senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik motif lama, dan hiasan rumah kuno.
  4. Benda terakhir yang mengisi museum ini adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa kita sebut barang antik.
  5. Selain untuk dipamerkan, benda-benda di D’topeng ini juga dimanfaatkan sebagai media pelestarian budaya.

Kalimat deskripsi pada teks “D’topeng Museum Angkut”

  1. Keberadaan D’topeng tidak dapat dipisahkan dengan Museum Angkut karena kedua tempat ini berada di satu tempat yang sama.
  2. Topeng-topeng tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang berbahan dasar kayu dan batu.
  3. Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah.
  4. Barang-barang tersebut dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam.
  5. Selanjutnya, D’topeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan illegal.
PELAJARI:  Membedakan Teks Eksemplum

Kalimat definisi pada teks “Mengenal Suku Badui”

  1. Orang Kanekes atau orang Badui/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.
  2. Badui Dalam belum mengenal dunia luar dan terletak di hutan pedalaman.
  3. Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (Sunda: berasal dari suku Sunda, Wiwitan: asli).
  4. Hingga saat ini, suku Badui Dalam tidak mengenal budaya baca tulis.
  5. Badui Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Badui Dalam.

Kalimat deskripsi pada teks “Mengenal Suku Badui”

  1. Masyarakat Suku Badui di Banten termasuk salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar itulah salah stau keunikan Suku Badui.
  2. Karena belum mengenal kebudayaan luar, Suku Badui Dalam masih memiliki budaya yang sangat asli.
  3. Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme) yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Buddha dan Hindu.
  4. Yang mereka tahu, ialah aksara Hanacaraka (aksara Sunda).
  5. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkannya warga Badui Dalam ke Badui Luar.

4. Kalimat Simpleks dan Kompleks

Kalimat dalam sebuah teks dapat dibentuk hanya oleh satu klausa, yaitu bagian kalimat yang memiliki subjek dan predikat (predikatif). Kalimat yang hanya memiliki satu klausa disebut sebagai kalimat simpleks atau biasa disebut pula sebagai kalimat tunggal.

Tugas 6

Bacalah kutipan “Taman Nasional Baluran” dengan saksama kemudian kerjakan tugas-tugas yang menyertainya.

1) Temukan 2 contoh kalimat simpleks dalam teks di atas.
Jawab:

  • Taman nasiona baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan spesifik kering Pulau Jawa.
  • Tumbuhan di taman nasional ini sebanyak 444 jenis.

2) Temukan 2 kalimat majemuk setara.
Jawab:

  • Taman nasional baluran memiliki berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem.
  • Diantara jenis tumbuhan disini terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol,mimba, dan pilang.

3) Temukan 2 kalimat majemuk bertingkat.
Jawab:

  • Widoro bukol,mimba,dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi sangat kering, walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
  • Taman nasional memiliki beragam manfaat berupa produk jasa lingkungan, sperti udara bersih dan pemandangan alam.