Menjelaskan Pengajuan, Penawaran dan Persetujuan dalam Teks Negosiasi

Posted on

Inti dari negosiasi adalah sebuah komunikasi yang digunakan saat ada perbedaan pendapat yang mengakibatkan sebuah pertentangan. Pertentangan tersebut akan diselesaikan dan dipecahkan dengan sebuah perundingan (negosiasi) sehingga kedua belah pihak dapat merasa diuntungkan.

Kegiatan 1
Menganalisis Faktor Penentu Keberhasilan Negosisi

Sebuah permasalahan akan dengan mudah terselesaikan jika masingmasing pihak memberikan penawaran yang menjadi solusi terbaik dalam sebuah perundingan.

Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan sebuah negosiasi antara lain

    • Kesediaan semua untuk berkompromi dengan pihak lain.
    • Tidak ada pihak yang dirugikan.
    • Kesepakatan yang dicapai bersifat praktis, dapat dilakukan.
    • Alasan yang disertakan mampu memengaruhi pihak lain.

Faktor-faktor tersebut dapat muncul semua dalam proses negosiasi atau hanya muncul beberapa saja. Sekarang marilah kita analisis teks dialog antara Ayah dan anak berikut ini. Analisislah faktor-faktor penyebabnya.

Ayah : “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.”
Anak : “Ada apa, Yah?”
Ayah : “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?”
Anak : “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.”
Ayah : “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.”
Anak : “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.”
Ayah : “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!”
Anak : “Waduh, Ayah gimana sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.”
Ayah : “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?”
Anak : “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.”
Ayah : “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu
pikirkan lagi, ya.”
Anak : “Iya, yah.”

PELAJARI:  Menyusun Teks Tanggapan Kritis "Merancang Desain Kegiatan Berbasis Proyek"

Faktor yang menentukan tercapainya kesepakatan dalam negosiasi di atas adalah sebagai berikut.

Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi

  1. Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan Ayah bahwa pilihan si anak tepat
  2. Tidak memaksa pihak lain.
  3. Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat.

Bukti Kutipan

  1. “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.”
  2. Ayah: “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!”
  3. “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.”

Tugas
Berlatihlah untuk menganalisis faktor yang menentukan keberhasilan negosiasi dalam teks dialog antara pedagang dan pembeli, HP Baru, dan Terima Kasih, Bu Mia.

PELAJARI:  Meringkas Teks Tanggapan Kritis "Remaja dan Game Online"

Gunakan tabel berikut ini. Kamu boleh mengubah kolom tabel sesuai dengan kebutuhan.

Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi

  1. Alasan yang di sampaikan mampu meyakinkan pembeli bahwa harga tersebut layak.
  2. Tidak memaksa pihak lain.
  3. Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat.
  4. Alasan yang disampaikan mampi meyakinkan ayah bahwa Rani sudah memerlukan HP
  5. Tidak memaksa pihak lain.
  6. Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat
  7. Alasan yang disampaikan mampu meyakinkan Bu Mia bahwa keterlambatan bukan disengaja dan ulangan perlu ditunda.
  8. Tidak memaksa pihak lain.
  9. Kesediaan partisipan untuk berkompromi, menerima perbedaan pendapat.

Bukti Kutipan

  1. Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu.
    Ini bukan karbitan. Masak pohon.
    Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu.
    Ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”
  2. “Baiklah tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”
  3. “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu
    Nanti saya bisa rugi,”
    “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk
  4. Tak hanya itu, Yah…Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, ngirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,”
  5. Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kaca matanya dan menatap Rani dengan lembut.”Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”
  6. Ayah yang akan membelikan HP untuk Rani, asal…..”ayah seakan sengaja menggoda Rani.”….
    “Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.”
  7. “Iya, Bu. Sekali lagi maafkan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.”
  8. “Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan.” jawab Lia tetap dengan sopan.
    “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti bajuh, Bu.
    Biar badan kami segar.”
  9. “Ya sudah, kalian istirahat 15 menit.
    Ulangan minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja.”
PELAJARI:  Mengidentifikasi Kaidah Kebahasaan dalam Teks Ceramah