Tokoh Aliran Pop Art

Posted on

Pop art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebuah budaya yang lebih berkaitan dengan hiburan, komersial, dan sifatnya non formal.

Pop Art adalah suatu gerakan dalam seni modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya populer dan media massa, seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah. Pop Art mensasarkan kepada penonton yang luas dan pop art merupakan bentuk perluasan subjek seni yang berasal dari (kemasan) desainer grafik kemasan, tanda, billboard dan iklan.

Karakteristik Pop Art

  1. Pop Art diterapkan oleh teknik dan tema yang diambil dari budaya masa populer.
  2. Warna yang paling banyak digunakan ialah warna-warna primer dan warna komplementer yang mencolok, serta bermacam-macam warna high contras.
  3. Garis yang terlihat dari Pop Art jelas dan merupakan representasi simbol, menggunakan teks berukuran besar dengan outline yang tegas.
  4. Pada fesyen, Pop Art biasanya dibuat melalui teknik sablon atau saring.
  5. Menggunakan elemen yang terdapat di komik seperti balon.
  6. Pada dunia fesyen, Pop Art biasanya diaplikasikan pada sepatu, dan ikon seperti layout komik. Pada desain jacket dan t-shirt yang menggunakan ikon khas Pop Art seperti adanya gelembung dan tambahan kalimat.

Penerapan Pop Art Dalam Desain Grafis

Dalam perkembangan desain grafis di Indonesia bermunculan style yang cukup berpengaruh dalam perkembangan desain grafis di Indonesia diantaranya adalah modernism, de stijl, constructivism, bauhaus, international style, dan pop art.

style pop art merupakan style yang paling populer dan paling banyak diminati di Indonesia dimana style pop art menarik dan cenderung mudah diterima oleh orang awam yang tidak terlalu paham tentang seni. Pengaruh pop art yang tampak jelas adalah gaya gambar 2 dimensi dan kebanyakan memiliki outline dalam gambarnya

PELAJARI:  Musik yang Berkembang Pada Zaman Pertengahan

Contoh :

  1. Komik
  2. Poster
  3. Iklan
  4. Sepatu
  5. Album cover
  6. Baju kaos

Andy Warhol

Salah satu tokoh pop art yang paling terkenal adalah Andy Warhol. Andy Warhol (1928 – 1987) adalah salah satu tokoh tersohor dalam gerakan pop art. Ia adalah seorang ilustrator komersial, pelukis dan pembuat cetakan dan film yang sukses. Siapa yang tidak tahu dengan potret Marilyn Monroe dengan warna-warna yang cerah? Itu adalah salah satu karyanya yang terkenal. Lukisan kaleng sup Campbell’s adalah karya terkenal lainnya.

Wedha Abdul Rasyid

Wedha Abdul Rasyid adalah seorang illustrator di majalah remaja Hai yang juga sering disebut-sebut sebagai Bapak Illustrator Indonesia karena kontribusi dan karya-karyanya di bidang illustrasi dan seni rupa. Profesi sebagai illustrator sudah dikerjakan Wedha yang malang melintang di media cetak sejak tahun 1970-an.

Mulai 1977, ketika bergabung dengan majalah Hai, ia banyak membuat ilustrasi terutama karya-karya fiksi Arswendo Atmowiloto dan Hilman dengan Lupus-nya yang fenomenal. Di majalah itulah Wedha mengerjakan potret para tokoh dunia dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh politik, musisi, seniman, sampai tokoh-tokoh fiktif, D.Frida (Perkuliahan).

Richard Hamilton

Lahir 24 Februari 1922, Meninggal 13 September 2011, adalah tokoh yang paling penting dari kelompok seniman London yang tertarik dengan budaya popular Amerika. Karya kolase Hamilton yang berjudul Just What Is It That Makes Today’s Home So Different, So Appealing?, dianggap banyak berisi unsur-unsur Pop Art yang muncul kemudian di Amerika Serikat.

PELAJARI:  Tari Penyambutan di Kalimantan Timur

Kolase ini mengandung unsur-unsur seperti label dagang, logo produk, dan bagian yang ditonjolkan dalam buku komik. Bahkan kata pop muncul dalam karya ini. Sedangkan Pameran pertama Lukisan Hamilton ditunjukan di Galeri Hanover, London, pada tahun 1955. Just What Is It That Makes Today’s Home So Different, So Appealing?, diproduksi untuk pamerannya yang bernama “This is Tomorrow”.

Roy Lichtenstein

Lahir 27 Oktober 1923, Meninggal 29 September 1997, Roy Lichtenstein merupakan seniman Pop Amerika. Selama tahun 1960, bersama dengan Andy Warhol, Jasper Johns, dan James Rosenquist antara lain, ia menjadi tokoh terkemuka dalam gerakan seni baru. Karyanya didefinisikan premis dasar seni pop melalui parodi. Roy Lichtenstein mendasarkan karyanya pada buku komik. Karyanya sangat dipengaruhi oleh iklan populer dan gaya buku komik.

Dia menggambarkan pop art sebagai “not ‘American’ painting but actually industrial painting”. Lukisannya dipamerkan di Leo Castelli Gallery di New York. Lichtenstein mengambil frame gambar yang kecil dengan pola titik-titik warnanya, kemudian membesarkannya menjadi gambar yang monumental.

Marisol Escobar

Lahir 22 Mei 1930, Marisol Escobar adalah seniman asal Venezuela yang menciptkan karya mixed-media, yang menggabungkan patung, lukisan, dan benda bekas (found object) dalam lingkungan Pop yang berpusat pada figur manusia. Itu dalam dekade berikutnya tahun 1960-an yang Marisol mulai dipengaruhi oleh pop artis seperti Andy Warhol dan Roy Lichtenstein. Dia bahkan muncul dalam dua film oleh Andy Warhol, “The Kiss” dan “13 Most Beautiful Girls”. Marisol mengkonstruksi figur-figur abstrak seperti dalan gaya Kubisme.

PELAJARI:  Fungsi Patung Berdasarkan Bentuknya

George Segal

Lahir 26 November 1924, Meninggal 9 Juni 2000, George Segal adalah seorang pelukis Amerika dan pematung terkait dengan gerakan Pop Art. Ia tidak menggunakan teknik yang impersonal, ia menampilkan bentuk Pop Art yang mempribadi (personalized). Karyanya berupa patung manusia yang dicetak dengan model hidup dari bahan plaster dengan permukaan yang kasar, yang dipajang dalam lingkungan yang nyata. Awalnya patung tersebut hanya berupa patung putih dingin, lalu kelamaan ia melukis patung tersebut dengan menggunakan warna monokrom cerah.

Tom Wesselman

Lahir 23 Februari 1931, Meninggal 17 Desember 2004,Tom Wesselman seorang seniman Amerika yang terkait dengan gerakan seni Pop yang bekerja dalam lukisan, kolase, dan patung. Atau dapat disebut dia seniman yang berkarya dalam gaya Pop Art yang dingin. Salah satu karyanya yang terkenal berupa karya serial yang disebut Wesselmann sebagai The Great American Nude. Dalam karya ini figur-figur wanita telanjang tanpa wajah digambarkan dalam bentuk datar dan impersonal.