Bakteri Escherichia Coli dan Lactobacillus sp

Posted on

Escherichi coli merupakan salah satu bakteri penyebab diare di Indonesia. Diare masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi di Indonesia. Data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa diare menjadi penyebab kematian bayi dan anak di bawah lima tahun di Indonesia selain radang paru-paru.

Berdasarkan profil kesehatan Indonesia 2003, penyakit diare menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di Rumah Sakit. Sanitasi yang buruk merupakan penyebab banyaknya kontaminasi bakteri Escherichia coli yang dikonsumsi masyarakat.

Bakteri Escherichia Coli

Bakteri Escherichia coli (E.coli) adalah bakteri yang biasanya hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis E.coli hanya menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu seperti E.coli O157:H7 dapat menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam.

Infeksi bakteri E.coli adalah infeksi yang dapat terjadi akibat air atau makanan yang terkontaminasi, terutama sayuran mentah dan daging yang tidak matang. Orang dewasa yang sehat biasanya pulih dari infeksi bakteri E.coli O157:H7 dalam seminggu, namun anak-anak dan lansia, orang dengan sistem imun yang lemah, serta wanita hamil, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami gagal ginjal yang mengancam nyawa, atau dikenal sebagai hemolytic uremic syndrome.

Penyebab Terjadinya Infeksi E. Coli

Bakteri E. coli yang berbahaya, dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui:

  1. Makanan yang terkontaminasi. Cara yang paling umum bagi seseorang bisa terinfeksi bakteri coli adalah melalui makanan yang telah terkontaminasi bakteri ini. Misalnya, akibat mengonsumsi daging giling yang tercemar bakteri E. coli dari usus hewan ternak tersebut, meminum susu yang tidak dipasteurisasi, atau memakan sayuran mentah atau yang tidak diproses secara benar. Kontaminasi silang juga dapat mengakibatkan seseorang mengalami infeksi, khususnya jika peralatan makanan dan talenan tidak dicuci dengan benar sebelum digunakan.
  2. Air yang terkontaminasi. Kotoran manusia dan binatang bisa mencemari air tanah dan juga air di permukaan. Rumah dengan sumur pribadi sangat berisiko tercemar bakteri coli karena biasanya tidak memiliki sistem pembasmi bakteri, termasuk kolam renang atau danau.
  3. Kontak langsung dari orang ke orang. Orang dewasa maupun anak-anak yang lupa mencuci tangan setelah buang air besar bisa menularkan bakteri ini ketika orang tersebut menyentuh orang lain atau makanan.
  4. Kontak dengan binatang. Orang-orang yang bekerja dengan binatang (misalnya di kebun binatang) atau yang sering melakukan kontak dengan hewan peliharaan, lebih berisiko terkena infeksi bakteri E. coli. Untuk itu, kebersihan harus selalu dijaga dengan sering mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan binatang tersebut.
PELAJARI:  Sistem Syaraf Neuron

Gejala – Gejala Terkena Infeksi E. Coli

Gejala infeksi bakteri E. coli umumnya terlihat setelah 3-4 hari tubuh terserang bakteri, tetapi tubuh akan mulai merasa sakit pada 1 hari hingga 1 minggu (terkadang lebih dari 1 minggu) kemudian.

Berikut gejala-gejala yang terasa akibat tubuh terinfeksi E. coli:

  1. Diare (dalam beberapa kasus yang jarang, bisa menyebabkan berdarah).
  2. Perut terasa kram.
  3. Kehilangan selera makan.
  4. Rasa mual bahkan bisa sampai muntah.
  5. Tubuh terasa demam.
  6. Kelelahan berlebih.

Gejala-gejala tersebut seringnya bertahan sekitar 1 minggu apabila tidak terjadi masalah komplikasi, pada beberapa infeksi E. coli bisa memberikan resiko sangat berbahaya.

Umumnya, orang yang terkena infeksi E. coli berisiko mengalami masalah komplikasi, lebih seringnya lagi terjadi pada anak-anak. Karena anak-anak lebih sulit bertahan menghadapi masalah kehilangan banyak cairan dan darah (karena muntah dan diare yang dialami).

Salah satu komplikasi yang dinilai berbahaya, bahkan bisa berujung pada kematian, yaitu infeksi E. coli berupa sindrom hemolitik uremik, dimana sel darah merah mengalami masalah serius, serta beresiko mengalami gagal ginjal.

Bakteri Lactobacillus sp

Lactobacillus adalah genus bakteri gram-positif, anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik. Genus bakteri ini membentuk sebagian besar dari kelompok bakteri asam laktat, dinamakan demikian karena kebanyakan anggotanya dapat mengubah laktosa dan gula lainnya menjadi asam laktat. Kebanyakan dari bakteri ini umum dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Dalam manusia, bakteri ini dapat ditemukan di dalam vagina dan sistem pencernaan, dimana mereka bersimbiosis dan merupakan sebagian kecil dari flora usus. Banyak spesies dari Lactobacillus memiliki kemampuan membusukkan materi tanaman yang sangat baik. Produksi asam laktatnya membuat lingkungannya bersifat asam dan mengganggu pertumbuhan beberapa bakteri merugikan. Beberapa anggota genus ini telah memiliki genom sendiri.

PELAJARI:  Pengertian, Contoh dan Prinsip Kerja Termometer Zat Cair

Manfaat Bakteri Lactobacillus sp

Bakteri Lactobacillus SP mempunyai banyak manfaat dibidang kesehatan dan dibidang lainnya antara lain adalah:

Aplikasi Bakteri Lactobacillus sp. Dibidang Mikrobiologi Industri sebagai Pencegah Kanker Usus

Lactobacillus adalah genus bakteri gram-positif, anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik. Genus bakteri ini membentuk sebagian besar dari kelompok bakteri asam laktat, dinamakan demikian karena kebanyakan anggotanya dapat merubah laktosa dan gula lainnya menjadi asam laktat. Kebanyakan dari bakteri ini umum dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Dalam manusia, bakteri ini dapat ditemukan di dalam vagina dan sistem pencernaan, dimana mereka bersimbiosis dan merupakan sebagian kecil dari flora usus.

menetralkan racun, mencegah diare, kanker, radang paru-paru, menguatkan jantung dan mengurangi susah tidur. Sedangkan kandungan vitamin dalam yogurt bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan reproduksi, kekebalan tubuh dan mempertajam fungsi berpikir. Sedangkan kandungan mineral, seperti kalsium dan fosfor dalam yogurt berguna untuk tulang yang kuat dan mencegah osteoporosis.

Lactobacillus SP mampu menghasilkan zat antibiotika yang disebut bulgarikan. Zat ini berbeda dengan antibiotik yang biasa kita kenal. Antibiotik ini kerjanya lebih spesifik pada mikroorganisme yang merugikan saja sehingga berefek menguntungkan bagi kita. Sehingga apabila mengkonsumsi yogurt secara teratur dapat mengurangi resiko terjadinya kanker usus. Kanker usus dapat dideteksi setelah stadium lanjut sehingga lebih baik melakukan pencegahan daripada pengobatan karena pengobatan yang dilakukan akan merusak usus.

Lactobacillus sp Dapat Mencegah Gigi Berlubang

Penelitian di International University – Barcelona Spanyol berhasil menemukan efek Lactobacillus sp pada radang gusi, bau mulut dan perkembangan rongga mulut. Lactobacillus sp menunjukkan hasil yang positif, untuk meningkatkan kesehatan mulut baik dikonsumsi sendiri atau sebagai bagian dari formula. Bakteri Lactobacillus Sp juga ini banyak ditemukan di manakan dan minuman.

PELAJARI:  Zat Warna Kuning pada Kunyit dan Temulawak

Minuman dengan kandungan Lactobacillus sp merupakan sumber yang baik untuk asupan nutrisi sehari-hari. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Archives of Oral Biology Journal. Lactobacillus sp dapat meningkatkan resistensi terhadap penyakit menular, membantu keseimbangan bakteri perut dan meredakan gejala alergi serta dapat mengurangi resiko gigi berlubang dan penyakit gusi.

Nutrisi Lactobacillus sp merupakan bahan makanan tidak tercerna secara selektif, berfungsi merangsang pertumbuhan dan atau aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan. Ketika Lactobacillus sp dicampur bersama-sama dengan nutrisinya, mereka membentuk suatu sinbiotik seperti pada BioJanna yang memberikan lebih banyak manfaat.

Peranan Lactobacillus sp. Bagi Makanan

Lactobacillus sp hidup pada kondisi microaerophilik dengan adanya karbon dioksida dan pH yang asam serta banyak terdapat di dalam rongga mulut dan bagian tubuh lainya. Walaupun dianggap menguntungkan, Lactobacillus sp telah diasosiasikan sebagai penyebab karies gigi. Jumlah Lactobacillus sp pada air ludah telah digunakan sebagai acuan dalam tes karies.

Peranan Lactobacillus sp bagi Makanan sebagai berikut :

  1. Membantu proses fermentasi pada pembuatan terasi. Terasi biasanya digunakan sebagai bahan makanan. Biasanya, dicampur ke dalam makanan untuk mendapatkan cita rasa aroma terasi. Bahan dasar pembuatan terasi adalah ikan yang difermentasikan oleh bakteri Lactobacillus sp.
  2. Membantu proses fermenrasi pada pembuatan asinan buah-buahan. Makanan minuman juga merupakan salah satu hasuil fermentasi bakteri Lactobacillus sp. Namun, bahan utama pembuatan asinan ini adalah buah-buahan. Hasilnya memiliki cita rasa dan aroma yang khas sangat lezat an segar untuk dinikmati
  3. Membantu proses fermentasi pada pembuatan yogurth.