Tujuan Pembentukan Kerja Sama Ekonomi Internasional

Posted on

Kerjasama merupakan kegiatan yang mampu menguntungkan bagi banyak pihak. Dari dua belah pihak atau pun lebih membuat kesepakatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Hubungan kerjasama tersebut tidak sebatas personal dengan personal atau kelompok dengan kelompok, tetapi juga bisa mencangkup negara dengan negara.

Hubungan kerjasama antara negara dengan negara lain merupakan hubungan kerjasama internasional. Hubungan kerjasama tersebut lebih banyak terlihat pada bidang ekonomi. Adanya kerjasama ekonomi internasional memang mampu menguntungkan dari dua belah pihak. Tujuan kerjasama ekonomi internasional membawa dampak positif untuk kedua belah pihak.

Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional

Perdagangan internasional, yaitu kegiatan perdagangan barang dan jasa yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk di negara lain. Sebagian orang menganggap bahwa perdagangan internasional identik dengan kerja sama ekonomi internasional atau hubungan ekonomi intemasional. Hal ini sebetulnya keliru. Pengertian kerja sama ekonomi internasional jauh lebih luas dari sekadar perdagangan internasional.

Lebih jelas, kerja sama ekonomi internasional mencakup hal-hal berikut:

  1. Perdagangan internasional (ekspor-impor) berlaku untuk barang maupun jasa, seperti barang konsumsi dan bahan baku, maupun seperti jasa tenaga ahli dan konsultan.
  2. Pertukaran sarana atau faktor-faktor produksi, terutama untuk sarana dan prasarana produksi yang mudah bergerak seperti tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, teknologi, dan modal.
  3. Hubungan utang-piutang, yang timbal karena adanya dua kegiatan di atas. Perdagangan internasional dan pembayaran atas sarana dan prasarana produksi, umumnya tidak dilakukan secara tunai, melainkan dengan sistem kredit yang menyebabkan adanya hubungan utang-piutang.

Dapat disimpulkan bahwa kerja sama ekonomi internasional adalah kerja sama ekonomi yang timbal karena perdagangan internasional, pertukaran sarana-prasarana produksi, dan hubungan utang-piutang yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk dari negara-negara lain.

Faktor Pendorong Kerjasama Internasional

Sebelum tercapainya sebuah tujuan, tentu saja ada faktor yang mempengaruhi untuk menjalankan kerjasama. Faktor pendorong terjadinya kerjasama internasional dipengaruhi oleh perbedaan dan kesamaan dari negara satu dengan lainnya. Berikut faktor pendorong kerjasama ekonomi internasional berdasarkan persamaan dan perbedaan:

Berdasarakan Perbedaan

  1. Perbedaan sumber daya alam.
  2. Perbedaan iklim
  3. Perbedaan kesuburan tanah
  4. Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Perbedaan ideologi

Berdasarkan Kesamaan

  1. Kesamaan sumber daya alam
  2. Kesamaan wilayah atau keadaan geografis
  3. Kesamaan ideologi
  4. Kesamaan agama
  5. Kesamaan negara yang kurang maksimal dalam memproduksi barang dan jasa
  6. Kesamaan dalam mengikuti tuntutan globalisasi
  7. Kesamaan untuk membuka kerjasama, baik dalam politik maupun ekonomi.
  8. Kesamaan memiliki misi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi negaranya.
PELAJARI:  Faktor Melatarbelakangi Munculnya Pasar Monopoli

Dari faktor pendorong tersebut, maka kerjasama ekonomi internasional terbentuk. Negara yang ikut dalam kerjasama membuat keputusan-keputusan bersama untuk mencapai tujuan. Dari keputusan bersama yang ditetapkan dapat menyelesaikan berbagai masalah ekonomi di negara.

Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional

Menurut bidang kerja sama

  1. Bidang keuangan
    Kerja sama ekonomi di bidang keuangan ini sangat dibutuhkan oleh negara-negara yang sedang berkembang guna membiayai pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Contoh kerja sama bidang keuangan adalah IMF dan Bank Dunia.
  2. Bidang perdagangan
    Kerja sama di bidang perdagangan membicarakan masalah jenis dan jumlah barang yang ingin diperjualbelikan, termasuk di dalamnya masalah pengaturan tentang pengenaan pajak ekspor, tarif, bea masuk, dan lain-lain bagi negara-negara anggota. Bentuk badan kerja sama ini antara lain WTO, APEC, dan GATT.
  3. Bidang perburuhan
    Kerja sama di bidang perburuhan mengatur masalah hak-hak dan kewajiban buruh, serta masalah peningkatan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup dan kesehatan buruh bagi negaranegara anggota. Contoh badan kerja sama ini adalah ILO (International Labour Organization).
  4. Bidang pasar bersama
    Bidang kerja sama ini memberikan keleluasaan kepada anggota untuk melakukan transaksi perdagangan dengan sesama anggota.

Menurut ruang lingkup kerja sama

  1. Kerja sama bilateral
    Kerja sama ekonomi bilateral merupakan kerja sama antara dua negara. Sifat kerja sama ini adalah saling membantu pada bidang produksi, perdagangan, dan lain-lain yang saling menguntungkan. Contoh kerja sama Indonesia dengan Cina.
  2. Kerja sama multilateral
    Kerja sama ekonomi multilateral merupakan kerja sama ekonomi tiga negara atau lebih. Sifat kerja sama ini adalah politik ekonomi internasional untuk membebaskan perekonomian internasional dari pembatasan bilateral. Contoh: perdagangan yang melibatkan Indonesia, Cina, dan Jepang.
  3. Kerja sama regional
    Kerja sama regional merupakan kerja sama ekonomi antarnegara yang satu dengan yang lain dalam satu kawasan tertentu. Sifat kerja sama ini adalah saling membantu. Contoh: kerja sama negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.
  4. Kerja sama antarregional
    Kerja sama ekonomi antarregional merupakan kerja sama ekonomi antar kelompok negara-negara dalam satu kawasan dengan kawasan/kelompok yang lain. Manfaat kerja sama ini adalah dapat menata perekonomian dengan baik. Contoh: kerja sama ASEAN dengan Uni Eropa.
  5. Kerja sama internasional
    Kerja sama ekonomi internasional merupakan kerja sama ekonomi negara-negara di dunia. Manfaat kerja sama ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan membuka diri terhadap negara lain.
PELAJARI:  Fungsi Pasar Modal Dalam Rangka Pembangunan Ekonomi

Badan Kerjasama Ekonomi Internasional

Kerjasama ekonomi internasional juga memiliki badan-badan penggerak atau organisasi. Organisasi tersebut juga menjadi wadah bagi setiap negara untuk mengembangkan perekonimannya. Berikut badan kerjasama ekonomi internasional:

  1. ASEAN (Assosiation of South East Asian Nation)
  2. AFTA (ASEAN Free Trade Area)
  3. APEC (Asia Pasific Economic Cooperation)
  4. EU (European Union)
  5. EFTA (European Free Trade Association)
  6. ADB (Asian Development Bank)

Kerjasama ekonomi internasional menjadi salah satu landasan penting dalam memperbaiki perekonomian negara. Adanya faktor-faktor pendorong dari kesamaan dan perbedaan setiap negara terbentuklah kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Di dalam bidang ekonomi, kerjasama mampu memperbaiki negara, terutama mengurangi tingkat kemiskinan. Kerjasama ekonomi juga memiliki bentuk-bentuk kerjasama mulai dari lingkup luas dan sempit. Selain itu, adanya badan organisasi juga bisa menjadi wadah terjalinnya kerjasama ekonomi.

Dampak Kerjasama Ekonomi Internasional

Dengan semakin luasnya perdagangan internasional, maka dampaknya terhadap aktivitas pembangunan suatu negara juga semakin besar. Dari berbagai kerja sama ekonomi, ada yang membawa dampak positif, ada juga yang negatif.

Dampak Positif

  1. Meningkatkan nilai perdagangan.
  2. Meningkatkan pendapatan negara dari ekspor dan devisa.
  3. Memperkuat posisi dan daya tawar di kancah internasional.
  4. Memperluas pasar bagi produk dalam negeri.
  5. Meningkatkan produktifitas.
  6. Menjalin hubungan dagang yang adil dan transparan.
  7. Meningkatkan kegiatan investasi dalam negeri.
  8. Membuka lapangan pekerjaan.
  9. Menghilangkan hambatan perdagangan internasional.
  10. Mempercepat pertumbuhan ekonomi.
  11. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  12. Memudahkan transfer ilmu pengetahuan dan tehnologi dari negara lain.

Dampak Negatif

  1. Ketergantungan terhadap negara lain yang lebih maju.
  2. Timbul dominasi negara maju di dunia.
  3. Tersingkirnya kekuatan ekonomi dalam negeri.
  4. Kebijakan dalam negeri yang akan dipengaruhi oleh pihak asing.
  5. Salah penerapan / penggunaan teknologi.
  6. Pasar dalam negeri dikuasai produk asing
  7. Berkurangnya kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal karena masuknya tenaga asing
  8. Perusahaan dalam negeri yang tidak mampu bersaing akan bangkrut

Tujuan Pembentukan Kerja Sama Ekonomi Internasional

Tujuan kerjasama ekonomi internasional didukung oleh faktor pendorong kesamaan dan perbedaan di atas. Tujuan yang terbentuk merupakan cara untuk menyelesaikan faktor-faktor pendukungnya. Berikut tujuan kerjasama ekonomi internasional:

  1. Membebaskan kemiskinan dan kelaparan
    Tujuan ini merupakan tujuan utama bagi setiap negara. Tingginya tingkat kemiskinan dan kelaparan pada suatu negara menunjukkan bahwa perekonomian negara masih buruk. Untuk itu, kerjasama dikerahkan dalam menangani kemiskinan di setiap negara.
  2. Membebaskan bangsa dari keterbelakangan ekonomi
    Meskipun perkembangan teknologi terus meningkat, tetapi tidak menjamin masyarakat memiliki pengetahuan mengenai perekonomian. Pembentukan kerjasama dapat membebaskan suatu bangsa dari keterbelakangan ekonomi.
  3. Memajukan perdagangan
    Tujuan ini merupakan tujuan kerjasama ekonomi yang paling banyak mendapat dukungan. Adanya perdagangan yang maju membuat perekonomian negara menjadi baik. Selain itu, tujuan ini juga dapat mensejahterakan bangsa melalui kegiatan ekspor dan import barang. Dengan begitu, import dan eksport suatu negara dapat meningkat dan mampu membantu mengurangi kesenjangan ekonomi.
  4. Mempercepat pertumbuhan ekonomi
    Kegiatan ekonomi tidak akan berkembang tanpa adanya kerjasama dari banyak pihak. Kerjasama ekonomi internasional merupakan salah satu cara untuk mempercepat perekonomian. Ekonomi bangsa akan tumbuh dan dapat menyelesaikan masalah ekonomi di negara tersebut.
  5. Mestabilkan negara di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan keamanan
    Adanya kerjasama ekonomi maka dapat membantu menstabilkan negara dari bidang-bidang di atas. Tidak dipungkiri bahwa, ekonomi menjadi faktor utama agar bidang lain stabil dan ikut berkembang.
  6. Memelihara ketertiban dan kedamaian suatu negara
    Setiap negara tentu saja membutuhkan keamanan dan kedamaian. Hal ini lah yang menjadi tujuan diadakannya kerjasama ekonomi internasional. Dengan perekonomian negara satu dengan negara lain baik, maka kedamaian negara juga terjamin.
  7. Mempererat tali persaudaraan antar negara
    Adanya kerjasama antar negara tentu saja membuat tali persaudaraan terjalin dengan baik. Selain dapat menyelesaikan berbagai masalah ekonomi di negara masing-masing, kerjasama internasional juga dapat mempererat persaudaraan.
  8. Mempercepat pembangunan nasional
    Kerjasama ekonomi juga membantu mempercepat pembangunan pada suatu negara. Pada dasarnya, setiap negara memiliki berbagai kebutuhan sarana dan prasarana negara. Pembangunan sarana dan prasarana tersebut juga membutuhkan jangka waktu yang panjang. Untuk itu, kerjasama ekonomi internasional juga membantu dalam mempercepat pembangunan.
PELAJARI:  Alasan Indonesia Menguntungkan pada Sektor Perbankan