Musawah dan Tasamuh Beserta Contoh Dalil

Posted on

Mendalami agama Islam Merupakan keharusan bagi seluruh umat Islam. Disini kita mencoba membahas seputar musawah dan tasamuh dan dua kata ini adalah bahasa arab. Musawah (tidak bertele-tele dan tidak terlalu singkat) sedangkan Tasamuh (toleransi). Lebih jelasanya mari kita bahas satu-satu.

Musawah adalah pengungkapan kalimat yang maknanya sesuai dengan banyaknya kata-kata, dan kata-katanya sesuai dengan luasnya makna yang dikehendaki, tidak ada penambahan ataupun pengurangan”. Sedangkan menurut Imam Akhdlori, “Musawah adalah mendatangkan makna dengan ucapan yang seukurannya (tidak bertele-tele dan tidak terlalu singkat).

Dari uraian diatas dapat diartikan bahwa, Musawah merupakan cara untuk menyampaikan maksud atau pernyataan yang sesuai menurut ketentuan yang berlaku dan ketika menyampaikannya penyampaian itu tidak mengurangi makna, tidak terlalu singkat, dan tidak pula terlalu panjang ataupun bertele-tele.

Contoh:

وما تقدموا لانفسكم من خير تجدوه عند الله

Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. (QS. Al-Baqarah: 110)

PELAJARI:  Potongan Al Quran dan As Sunnah Tentang Dalil Asmaul Husna

ولا يحيق المكر السيي الا باهله

Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa kecuali atas orang yang merencanakannya. (QS. Faathir: 43)

Bila kita perhatikan contoh-contoh diatas, kita dapatkan bahwa kata-katanya disusun sesuai dengan makna yang dikehendaki, dan seandainya kita tambahi satu kata saja, niscaya tampak ada kelebihan; dan bila kita kurangi satu kata saja, niscaya akan mengurangi maknanya. Jadi, kata-kata yang tersusun dalam setiap contoh diatas sama dengan banyaknya makna. Oleh karena itu, pengungkapan kalimat yang demikian disebut sebagai musawah.

Pengertian Tasamuh Serta Contoh Dalilnya

Tasamuh berasal dari bahasa Arab yang berarti toleransi yang mempunyai arti bermurah hati, kata lain dari tasamuh adalah ‘tasahul’ yang memiliki arti bermudah-mudahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata toleransi adalah suatu sikap menghargai pendirian orang lain (sepertin pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian diri sendiri.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa toleransi mengandung sifat-sifat seperti lapang dada, tenggang rasa, menahan diri, dan tidak memaksakan kehendak orang lain.

PELAJARI:  Kisah Musailamah al-Kazzab (Musailamah si Pembohong)

Sikap tasamuh juga dapat kita tunjukan dengan sikap sabar menghadapai keyakinan-keyakinan orang lain, pendapat-pendapat mereka dan amal-amal mereka walaupun bertentangan dengan keyakinan dengan keyakinan kita dan tidak sesuai dengan syariat Islam. Kita juga dilarang untuk menyerang, menyakiti dan mencela orang lain yang tidak sependapat dengan kita.

Dasar dari sikap toleransi adalah kasih sayang. Adanya kasih sayang dari sesama akan mendorong seseorang untuk menghargai dan menghormati orang lain. Adapun tujuan dan sikap toleransi adalah menghindari kekerasan dan menciptakan kerukunan dan kedamaian hidup bersama orang lain.

Dalil Sikap Tasamuh

Rasulullah saw bersabda : Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, saling belas kasih dan saling cinta itu bagaikan satu jasad (tubuh). Apabila salah satu anggota tubuh ada yang mengelu, maka seluruh anggota (tubuh) yang lain gelisah dan panas demam. (H.R. Bukhari)

Dalam kehidupan sehari-ari hendaknya kita membiasakan diri untuk saling bekerja sama dalam kebaikan, saling menghargai orang lain, dan sikap tenggang rasa.

PELAJARI:  Pengertian dan Perbedaan Antara Surga dan Neraka

Allah swt berfirman dalam Q.S. Al-Maidah ayat 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan toong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat doa dan penlanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.