Pengertian dari Integritas, Proporsi dan Klaritas Dalam Seni Rupa

5/5 - (1 vote)

Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehingga secara mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya. Seni adalah salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku penggubah dan penikmat seni.

 

Kebudayaan adalah hasil pemikiran, karya dan segala aktivitas (bukan perbuatan), yang merefleksikan naluri secara murni. Seni memiliki nilai estetis (indah) yang disukai oleh manusia dan mengandung ide-ide yang dinyatakan dalam bentuk aktivitas atau rupa sebagai lambang.

Rumusan Thomas yang paling terkenal ialah “Keindahan berkaitan dengan pengetahuan; sesuatu dinyatakan indah jika sesuatu itu menyenangkan mata sang pengamat”. Artinya, pengalaman keindahan muncul apabila terdapat pengetahuan dan pengalaman di dalam diri manusia. Thomas Aquinas menyaratkan tiga hal agar sesuatu bisa disebut indah, yaitu:

  1. Adanya integritas atau perfeksi
  2. Proporsi yang tepat atau harmonis
  3. Adanya klaritas atau kejelasan.

Pengertian Integritas atau perfeksi dalam Seni Rupa

Integritas merupakan salah satu atribut terpenting/kunci yang harus dimiliki seorang pemimpin. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Integritas itu sendiri berasal dari kata Latin “integer”, yang berarti:

  1. Sikap yang teguh mempertahankan prinsip , tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.
  2. Mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuanyang memancarkan kewibawaan; kejujuran.

Pengertian Integritas Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan beberapa pengertian kata integritas yang sudah coba diutarakan oleh para ahli :

  1. Henry Cloud
    Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia.
  2. KBBI
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran.
  3. Ippho Santoso
    Menurut Ippho Santoso, integritas sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap / sepenuh – penuhnya.
  4. Andreas Harefa
    Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.

Pengertian Proporsi atau Harmonis  Dalam Seni Rupa

Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni (komposisi). Untuk mendapatkan proporsi yang baik, kita harus selalu membandingkan ukuran keserasian dari benda atau susunan karya seni tersebut. Misalnya, membandingkan ukuran tubuh dengan kepala, ukuran kursi dengan meja, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek dengan objek lainnya.

Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.

Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal.

Proporsi merupakan salah satu prinsip dasar seni rupa untuk memperoleh keserasian. Karya seni/desain harus serasi agar enak dinikmati. Karya yang tidak serasi tentu tidak sedap dipandang. Proporsi pada dasarnya menyangkut perbandingan ukuran yang sifatnya matematis. Yang menjadi masalah adalah bahwa karya seni/desain berangkat dari rasa, sehingga sangat sulit menetapkan ukuran perbandingan yang bersifat matematis ke dalamnya.

Dalam mempelajari proporsi terdapat tiga hal yang perlu dipahami, yaitu proporsi ideal, proporsi pemecahan masalah, proporsi penyangatan.

Proporsi Ideal

Proporsi yang ideal adalah suatu ukuran perbandingan dari penciptaan karya seni yang dibuat atas dasar kaidah-kaidah perbandingan yang dianggap paling ideal sehingga diperoleh karya seni yang menarik.

Terdapat empat masalah proporsi ideal yaitu proporsi bentuk bentuk dan proporsi ruang, proporsi antara bentuk bentuk dan ruang, proporsi antara bentuk bentuk dalam ruang, proporsi warna.

  1. Proporsi bentuk bentuk dan proporsi ruang
    Bentuk bentuk dapat berupa dua dimensi dan tiga dimensi. Demikian pula dengan ruang, dapat berupa dua dimensi dan tiga dimensi. Dua dimensi memiliki dimensi panjang dan lebar, sementara tiga dimensi memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi/tebal. Proporsi bentuk bentuk maupun proporsi ruang adalah menyangkut ukuran, dimana proporsi yang dianggap ideal pada umumnya dinyatakan dengan ukuran yang bersifat matematis.
  2. Proporsi antara bentuk bentuk dan ruang
    Proporsi ukuran antara bentuk bentuk dan ruang tempat dimana bentuk bentuk itu berada, tidak ada ukuran yang pasti. Semuanya hanya berdasarkan rasa. Proporsi tersebut antara lain sebagai berikut :
    a. Ukuran obyek yang sangat kecil dibandingkan dengan keluasan ruang tempat obyek itu berada, akan terasa
    b. obyek termakan/tertelan ruang dan ruang terasa kosong. Namun sering juga obyek yang kecil diantara ruang yang kosong menjadi menarik perhatian.
    c· Proporsi antara ruang dan bentuk yang ada didalamnya yang ideal kurang lebih 75% ruang terisi.
    d· Ukuran obyek yang teramat besar atau obyek memenuhi semua ruang, obyek terasa mendominasi, tetapi trasa sesak, trasa tidak dapat bergerak, terasa muatan terlalu berat.
    e· Ukuran obyek yang sangat besar dan keluar dari bingkai, obyek akan kehilangan bentuk dan tidak mendominasi lagi. Bentuk yang terpotong bingkai ini secara psikologis member kesan suatu ukuran yang
    f· besarnya tak terhingga. Metode ini sangat penting untuk tujuan komunikasi persuasi pada desain grafis.
    g· Susunan beberapa obyek dengan ukuran besar dan jumlah sedikit pada suatu ruang akan terasa berat, kuat, sedikit sesak
    h· Susunan beberapa obyek dengan ukuran kecil dan jumlah banyak pada suatu ruang akan terasa ringan, sedikit longgar
    i· Susunan bentuk dengan jumlah ganjil pada suatu ruang terasa lebih menarik dibandingkan dengan susunan berjumlah genap.
  3. Proporsi antara bentuk bentuk dalam ruang
    Prinsip proporsi pada dasarnya adalah hukum hubungan. Dari hubungan antara bentuk bentuk dan ruang akan melahirkan efek tertentu.Susunan bentuk dengan hubungan ukuran secara repetisi membawa efek pandangan mata terhenti dan terasa menjemukan.
    Susunan bentuk dengan hubungan ukuran secara transisi membawa efek pandangan berhenti sejenak kemudian berkeliling ke seluruh obyek secara halus. Susunan bentuk dengan hubungan ukuran secara oposisi membawa efek pandangan terkejut, terbelalak, pandangan cepat tertangkap namun cepat juga beralih ke obyek lain.
  4. Proporsi warna
    Untuk memperoleh komposisi warna yang sebanding keluasannya, maka berdasarkan hasil percobaan Newton diperoleh perbandingan keluasan sebagai berikut :
    a· Keluasan warna kuning 3 bagian
    b· Keluasan warna merah 5 bagian
    c· Keluasan warna biru 8 bagian
    Komposisi warna yang menggunakan perbandingan keluasan warna dengan perbandingan tersebut akan menghasilkan komposisi yang sebanding, artinya masing-masing memiliki kekuatan yang sama, tidak ada yang menonjol. Jika salah satu warna dibesarkan ukurannya, maka akan menjadi tidak seimbang dan warna yang perbandingan keluasannya diperbesar akan menjadi menonjol dan dominan.

Proporsi Pemecahan Masalah

Dalam mencipta karya seni/desain, sering dijumpai bentuk-bentuk yang tidak proporsional sehingga karya seni menjadi tidak serasi. Oleh karena itu harus dicarikan pemecahan untuk memperbaiki bentuk-bentuk tidak proporsional tersebut agar serasi. Pemecahan masalah dapat dilakukan dengan mengubah kesan melalui kekuatan karakter garis dan warna.

Adapun kekuatan karakter garis dan warna tersebut antara lain :

  1. Garis-garis horizontal terasa menambah ukuran panjang mendatar dan terasa mengurangi ukuran tinggi sebenarnya
  2. Garis-garis vertical terasa menambah ukuran tinggi sebenarnya dan terasa mengurangi ukuran panjang mendatar
  3. Warna-warna dengan value terang terasa memperluas ukuran dan terasa menambah besar ukuran
  4. Warna-warna dengan value gelap terasa mempersempit ukuran dan terasa memperkecil bentuk ukuran

Pengetahuan tentang karakter garis dan value warna tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah bentuk bentuk yang tidak proporsional menjadi serasi. Misalnya, rumah yang langit-langitnya tinggi sebaiknya dihiasi dengan garis-garis horizontal dan rumah yang langit-langitnya rendah sebaiknya dihiasi dengan garis-garis vertical.

Proporsi Penyangatan

Proporsi penyangatan artinya proporsi yang dilebih-lebihkan atau disangatkan untuk tujuan tertentu. Dalan desain banyak dilakukan upaya melebih-lebihkan untuk menciptakan daya tarik/dominasi. Misalnya bentuk iklan dengan ukuran dua kolom dan panjang setinggi halaman Koran.

Pengertian Klaritas atau Kejelasan Dalam Seni Rupa

Jelas artinya mudah dipahami, mudah dimengerti, tidak memiliki lebih dari satu arti. Prinsip kejelasan sesungguhnya lebih tepat untuk tujuan tata desain, karena desain adalah seni terapan yang ditujukan untuk kepentingan orang lain, dimana desain harus dapat dimengerti orang lain.

Untuk desain komunikasi visual, misalnya, suatu desain harus dapat dibaca dengan jelas, harus dapat dimengerti maksud dan isi desain.

Sebuah karya dikatakan seimbang manakala semua bagian pada karya bebannya sama, sehingga pada gilirannya akan membawa rasa tenang dan enak dilihat. Ada beberapa jenis keseimbangan, yaitu keseimbangan simetris, memancar, sederajat dan tersembunyi.

Proporsi merupakan salah satu prinsip dasar seni rupa untuk memperoleh keserasian. Dalam mempelajari proporsi terdapat tiga hal yang perlu dipahami, yaitu proporsi ideal, proporsi pemecahan masalah, proporsi penyangatan.

Kesederhanaan artinya tidak lebih dan tidak kurang, jika ditambah terasa menjadi ruwet dan jika dikurangi terasa ada yang hilang Jelas artinya mudah dipahami, mudah dimengerti, tidak memiliki lebih dari satu arti.