Memahami Teks Tanggapan Kritis

Posted on

Pada Kegiatan 1 ini kamu akan mempelajari teks tanggapan kritis. Teks tanggapan kritis yang akan disajikan adalah “Pesawat Kepresidenan”. Pada kegiatan pembelajaran ini kamu diajak untuk mengerjakan empat tugas. Tugas 1 berhubungan dengan pemahaman teks tanggapan kritis, Tugas 2 bertalian dengan pembedaan teks tanggapan kritis dengan teks lain, Tugas 3 berkaitan dengan pengklasifikasian teks tanggapan kritis, dan Tugas 4 berkenaan dengan pengidentifikasian teks tanggapan kritis.

Dengan bantuan guru, kamu diminta untuk memberi tanggapan terhadap jawaban temanmu! Agar tanggapanmu dianggap kritis dan tajam, kamu harus mempunyai alasan yang kuat jika kamu setuju atau tidak setuju dengan pendapat temanmu itu. Sekarang bagaimana perasaanmu jika pendapatmu ditanggapi secara kritis oleh temanmu? Apakah kamu senang, tidak senang, atau marah? Apa pun tanggapan yang disampaikan temanmu, kamu harus berterima kasih dan menerima jika memang tanggapannya baik. Untuk lebih memahami teks tanggapan kritis, cermati dan bacalah teks yang berjudul “Pesawat Kepresidenan”

Sebagai alat transportasi udara, pesawat terbang sangat diperlukan tidak saja oleh masyarakat, tetapi juga oleh pejabat negara, termasuk Presiden. Ternyata pemerintah Indonesia sudah lama merancang pembelian pesawat kepresidenan. Akan tetapi, polemik muncul karena ada masyarakat yang beranggapan bahwa belum saatnya Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Ada pula masyarakat yang menginginkan agar Indonesia segera memiliki pesawat kepresidenan. Untuk lebih memahami teks tanggapan kritis di atas, kamu diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

PELAJARI:  Menelaah Struktur Dan Kaidah Ulasan

1) Apa yang dimaksud dengan pesawat kepresidenan?

Jawab; Pesawat kepresidenan Indonesia adalah pesawat udara khusus yang digunakan oleh Presiden Indonesia dan Wakil Presiden Indonesia. Pesawat ini dirancang untuk memenuhi persyaratan demi menunjang pelaksanaan tugas kenegaraan Presiden Indonesia.

2) Apa jenis pesawat yang dibeli Indonesia untuk pesawat kepresidenan?

Jawab: Seri Boeing 737-800

3) Pada zaman pemerintahan siapa rencana pembelian pesawat
kepresidenan itu muncul? Pada zaman pemerintahan siapa pula
rencana itu baru terealisasi?

Jawab: digagas pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (2009). pada 2012, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono baru dilakukan serahterima badan pesawat.

4) Apa alasan yang mengatakan Indonesia belum waktunya memiliki
pesawat kepresiden!

Jawab: Indonesia sebagai negara kepulauan dengan cakupan geografis yang sangat besar membutuhkan alat transportasi kenegaraan yang cepat dan aman.

PELAJARI:  Menjelaskan Rima/ Ritme dalam Puisi

5) Apa pula alasan yang mengatakan Indonesia sudah saatnya memiliki
pesawat kepresidenan!

Jawab: Desakan kebutuhan dan kemampuan bangsa sudah terpenuhi.

6) Tanggapan apa yang dikemukakan oleh penulis dalam merespon teks
tentang pesawat kepresidenan itu?

Jawab: Manfaat, fungsi,dan keuntungan

7) Jika dilihat dari sudut ekonomi, apakah lebih menguntungkan memiliki
pesawat kepresidenan atau tidak memiliki pesawat kepresidenan?

Jawab: Masing-masing ada keuntungannya dan ada juga kekurangannya.

8) Apa yang yang disampaikan penulis pada paragraf 1?

Jawab: Yang disampaikan penulis pada paragraf satu adalah EVALUASI yang berisi tentang penyataan umum tentang Pemerintah Indonesia telah memiliki pesawat kepresidenan.

9) Apa yang disampaikan penulis pada paragraf 2—6?

Jawab: Yang disampaikan penulis pada paragraf 2-6 adalah DESKRIPSI TEKS yang berisi tentang alasan yang memperkuat bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan. Alasan yang diberikan didukung dengan data yang menguatkan pernyataan umum yang telah disampaikan.

PELAJARI:  Menyajikan Cerita Fantasi

10) Apa yang disampaikan penulis pada paragraf terakhir?

Jawab: Yang disampaikan penulis pada paragraf terakhir adalah PENEGASAN ULANG yang berisi tentang pernyataan penyimpul bahwa pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas kegiatan Presiden yang sangat padat itu.