Klasifikasi Tumbuhan

Posted on

Dunia tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis yaitu Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta dan Spermatophyta. Ayo simak penjelasan masing-masing kelompok tumbuhan tersebut dari mulai yang paling rendah tingkatannya (Thallophyta) sampai dengan tumbuhan yang paling tinggi tingkatannya (Spermatophyta).

Thallophyta

Thallophyta merupakan jenis tumbuhan yang paling sederhana tingkatannya bila dibandingkan dengan kelompok tumbuhan yang lain. Thallophyta merupakan tumbuhan bertalus sehingga belum memiliki organ tubuh yang jelas, seperti akar, batang, dan daun. Tumbuhan ini memiliki tubuh yang sederhana akan tetapi fungsinya yang sama dengan organ tubuh tanaman pada umumnya.

Fungi (jamur)

Jamur berdasarkan struktur tubuhnya dapat digolongkan ke dalam tumbuhan tingkat rendah (Thallophyta). Namun, apabila dilihat dari ada tidaknya klorofil maka jamur dikelompokkan tersendiri, tidak dijadikan satu kelompok dengan tumbuhan yang lain. Jamur tidak memiliki klorofil maka tidak dapat mensintesa sendiri makanan yang diperlukan. Tumbuhan ini biasanya mengambil dari sisa-sisa organisme dan mencernanya dengan enzimatis.

PELAJARI:  Prasasti-prasasti Kerajaan Tarumanegara

Lumut kerak (Lichenes)

Lumut kerak merupakan simbiosis antara alga hijau atau Cyanophyta dengan jamur dari kelompok Ascomycotina atau Basidiomycotina. Biasanya tanaman ini dapat hidup menempel pada kulit batang tanaman. Selain itu dapat hidup di tempat lembab karena alga membutuhkan air untuk fotosintesis.

Tumbuhan lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut memiliki susunan tubuh yang lebih kompleks bila dibanding dengan Thallophyta. Daur hidup lumut ini terdapat pergantian keturunan (metagenesis) antara turunan vegetatif dengan turunan generatif. Gametofit akan lebih menonjol bila dibanding sporofit. Tubuh tumbuhan lumut ini tidak mempunyai berkas pembuluh vaskular seperti pembuluh xilem dan floem. Berdasarkan struktur tubuhnya maka dapat dibedakan menjadi lumut hati (Hepaticae) dan lumut daun (Musci).

Tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta)

Tumbuhan paku-pakuan ini sudah memiliki akar, batang dan daun, sehingga tingkatannya lebih tinggi jika dibanding dengan tumbuhan lumut. Batang tumbuhan paku-pakuan ini juga sudah terdapat jaringan pengangkut xilem dan floem yang teratur. Sama seperti lumut, tanaman ini juga dalam reproduksinya mengalami metagenesis, turunan gametofit dan sporofitnya bergantian. Tumbuhan paku-pakuan ini bisa tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembab dan beberapa jenis paku-pakuan yang lain dapat hidup di dalam air.

PELAJARI:  Cara Penghematan Air yang Efektif

Spermatophyta

Spermatophyta  berdasarkan struktur tubuhnya merupakan tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan ini memiliki organ tubuh yang lengkap dan sempurna. Hal ini sudah terlihat adanya perbedaan antara akar, batang dan daun yang jelas atau sering disebut dengan tumbuhan berkormus (Kormophyta). Sporofit adalah tanaman yang utama, sedangkan gametofitnya merupakan bagian tanaman yang nantinya akan mereduksi. Tumbuhan yang menjadi anggota Spermatophyta menggunakan biji sebagai alat reproduksi, dengan melalui fertilisasi antara spermatozoid yang dibentuk dalam kepala sari dengan ovum dalam kandung lembaga. Hasil fertilisasi tersebut akan disimpan dalam biji yang dilindungi oleh kulit biji dan akan disuplai nutrisi dari endosperm (cadangan makanan).