Teknik Pengumpulan Data Geografi

Data memiliki peranan penting dalam penelitian. Hal ini dikarenakan data merupakan alat yang digunakan sebagai pembuktian hipotesis serta pencapaian tujuan penelitian.

Observasi langsung

Teknik observasi langusng adalah pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan gejala pada objek yan berada di tempat kejadian. Syarat dalam menggunakan metode observasi antara lain sebagai berikut.

  1. Metode observasi dapat dilakukan secara bebas.
  2. Semakin banyak objek yang diamati, semakin sulit pengamatanya.
  3. Observasi dilakukan secara cermat, jujur, dan objektif terhadap data yang relavan.
  4. Sistem dan prosedur yang dilakukan berdasarkan panduan yang baku.
  5. Pengamat harus mamahami apa yang akan diactat dan dikumpulkan

Pencatatan hasil obesrvasidilakukan dengan mengisi formulir yang telah disediakan. Tujuan memakai formulir pencatatan yaitu sebagai berikut.

  1. Memudahkann dalam merekam kejadian, proses dan gejala sosial.
  2. Mencatat segala kejadian dan proses di lapangan
  3. Membantu menguantkan data lain yang terkumpul.
  4. Menjaga agar hasil pengamatan mudah diketahui pihak lain
  5. Dapat diformulasikan kembali sehingga dapat menggambarkan suatu kejadian.

Observasi Tidak Langsung dan Wawancara

Teknik observasi tidak langsung adalah pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan gejala pada objek penelitian secara tidak langsung.

PELAJARI JUGA:  Konsep Diferensiasi Area

Wawaancaraadalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden secara langusng. Berdasarkan sifat pertanyaan, wawancara dibedakan menjadi sebagai berikut.

  1. Wawancara terpimpin
    Wawanjara ini dilakukan dengan membuat pertanyaan sebelum dilakukannya wawancara.
  2. Wawancara tidak terpimpin
    Wawancara ini diperuntukkan untuk peneliti yang sudah terbiasa mengajukan pertanyaaan dan bertemu siapa saja, sehingga tidak memerlukan catatan pertanyaan.
  3. Wawamcara bebeas terpimpin
    Wawancara ini dilakukan dengan membacapertanyaan yang telah dibuat sambil menanyakan lebih dalam untuk mendapatkan data penelitian.

Kuesioner/Angket

Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden sehubungan dengan penelitian. Pada umummnya kuesioner terdiri dari 3 bagian, yaitu sebagai berikut.

 

  1. Pertanyaan tentang fakta
    Pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui kondisi responden, misalnya umur, jenis kelamin, gaji bulanan, dsb
  2. Pertanyaan tentang pendapat
    Pertanyaan tentang pendapat ada dua pendekatan, yaitu sebagai berikut.
    1) Melihat persentase setuju/tidak setuju
    2) Melihat sikap responden
  3. Pertanyaan tentang persepsi
    Menilai perilakunya sendiri dalam hubungan dengan orang lain atau lingkungannya, misalnya responden diminta saran atau masukan untuk perkembangan sebuah instansi.
PELAJARI JUGA:  Mendaratnya Pasukan AFNEI di Surabaya

Ada beberapa pedoman untuk membuat pertanyaan pada angket, yaitu sebagai berikut.

  1. Perlu kata pengantar yang berisi tujuan dan harapan peneliti.
  2. Pertanyaan dimulai dari yang mudah ke pertanyaan yang sulit.
  3. Bahasa dan kata-kata yang digunakan mudah dipahami
  4. Setiap pertanyaan menanyakan satu hal.
  5. Pertanyaan harus dihindarkan dari praduga yang belum tentu benar.
  6. Pertanyaan harus dihindarkan dari hal-hal yang menyangkut harga diri dan bersifat pribadi.
  7. Pertanyaan harus dihindarkan dari pengertian ganda.

Studi Dokumenter, Studi Pustaka dan Interpretasi Foto Udara

Teknik studi dokumenter adalah pengumpulan data dengan menggunakan sumber dokumen tertulis berhubungan dengan masalah penelitian, misalnya dari sumber dokumen, buku, koran, dan majalah.

Studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data dengan mengkaji berbagai teori, prinsip, konsep, dan hukum-hukum yang berlaku dalam ilmu geografi.

Foto udara merupakan gambaran permukaan bumi sebagai hasil pemotretan dari pesawat terbang.