Menganalisis Isi Debat

1.6/5 - (951 votes)

Tujuan debat adalah mendapatkan kesepakatan atau persamaan pendapat dalam menyikapi mosi, tetapi setiap pihak harus mempertahankan pendapatnya yang sesuai dengan fakta. Apabila argumen yang disampaikan satu pihak lebih kuat dan lebih meyakinkan, bukan tidak mungkin pada akhir debat pihak lain akan mengubah pendapatnya tentang mosi.

 

Menganalisis Pendapat Tim Afirmasi, Tim Oposisi, dan Tim Netral dalam Debat

Sebelum menganalisis kekuatan dan kelemahan pendapat pihak-pihak yang berdebat, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengidentifikasi pendapat dan argumen yang disampaikan masing-masing pihak.

Dalam pembelajaran kali ini kamu akan belajar menganalisis pendapat serta argumen yang disampaikan oleh setiap pihak yang terlibat dalam diskusi.

Pada bagian ini kamu menganalisis tentang kekuatan dan kelemahan suatu pendapat serta argumen yang disampaikan. Namun, sebelum itu kamu harus mengidentifikasi pendapat dan argumen yang disampaikan masing-masing pihak. Agar lebih jelas, kerjakan tugas berikut ini.

Tugas 2
Bacalah teks debat “Penyerapan Kosa Kata Bahasa Asing Bukti Ketidakmampuan Bahasa Indonesia dalam Interaksi dengan Bahasa Lain.” Kemudian kerjakan tugas-tugas berikut ini.

  1. Identifikasikanlah pendapat dan argumen yang disampaikan masing-masing tim!
  2. Analisislah kekuatan dan kelemahan pendapat masing-masing pihak berdasarkan argumen yang disampaikan.
  3. Gunakan tabel berikut untuk memudahkan analisismu.

Jawab:

1)Tim Afirmasi
Pendapat
Setuju bahwa penyerapan kosakata bahasa asing adalah bukti ketidakmampuan bahasa Indonesia
dalam interaksi dengan bahasa lain.

Argumen
Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian dibakukan menjadi bahasa Indonesia. Bukti bahwa bahasa Indonesia tidak berdaya untuk berinteraksi antarbahasa dapat kita lihat pada penggunaan kata vitamin, yang diserap dari kosakata bahasa asing yang jika dijelaskan dengan bahasa Indonesia belum tentu para pelaku bahasa mengerti. Banyak orang yang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia.

Tim Oposisi
Pendapat
Tidak setuju bahwa penyerapan kosakata bahasa asing adalah bukti ketidakmampuan bahasa Indonesia dalam interaksi dengan bahasa lain.

Argumen
Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai persamaan kata
yang bagi sebagian orang lebih mudah dipahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia itu
sendiri, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut.

Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun,
bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan di hampir semua kalangan.

Adanya sekelompok masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa
terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing.

Tim Netral
Pendapat
Kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa dapat diwujudkan jika porsi penggunaan
bahasa Indonesia seimbang dengan kosakata bahasa asing.

Argumen
Penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif karena terselip hal positif, yakni dapat mempermudah kegiatan berkomunikasi, khususnya dalam tuturan yang di dalamnya terdapat bahasa asing yang terasa lebih akrab di telinga dibandingkan dengan padanan bahasa Indonesianya.

2) Pendapat Pihak Afirmasi
Penyerapan kosakata bahasa asing adalah bukti ketidakmampuan bahasa Indonesia dalam interaksi dengan bahasa lain. Bahasa Indonesia terbukti mengandalkan kosakata asing yang kemudian
dibakukan menjadi bahasa Indonesia dan orang lebih familiar dengan bahasa asing dibanding bahasa Indonesia.

  • Analisis Kekuatan
    Fakta bahwa bahasa Indonesia tergantung oleh bahasa asing untuk memperkaya kosakatanya.
  • Analisis Kelemahan
    Penyerapan bahasa bukan bukti kelemahan bahasa, karena bahasa tidak dapat dilepaskan dari penuturnya. Ketika penuturnya berinteraksi dengan bangsa lain otomatis bahasanya pun akan
    terpengaruh. Selain itu, jumlah orang yang lebih familiar dengan bahasa asing dibanding bahasa
    Indonesia hanya berlaku untuk sedikit orang/ kelompok.

Pendapat Pihak Oposisi
Penyerapan kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia bukan bukti ketidakberdayaan bahasa Indonesia. Adanya kelompok yang lebih memahamai bahasa asing daripada bahasa Indonesia
merupakan bukti sekelompok masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing.

  • Analisis Kekuatan
    Argumen bahwa orang lebih paham bahasa asing daripada bahas Indonesia cukup kuat. Karena jumlah yang demikian tentu lebih sedikit dibanding yang memahami bahasa Indonesia.
  • Analisis Kelemahan
    Argumen disampaikan hanya mengulang pendapat. Tidak disertai fakta pendukung yang kuat.

Pendapat Pihak Netral
Penggunaan kosakata tidak bisa dijadikan bukti ketidakberdayaan bahasa Indonesia karena tujuannya untuk mempermudah kegiatan berkomunikasi.

  • Analisis Kekuatan
    Memberikan solusi terhadap kontroversi soal penyerapan kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia.
  • Analisis Kelemahan
    Tidak disertai bukti pendukung.

Tugas 2
Bacalah teks debat berikut ini. Lakukanlah analisis kekuatan dan kelemahan pendapat yang disampaikan oleh masing-masing pihak yang berdebat.

Apakah Ponsel Berbahaya?

Pembicara 1
Tim Afirmasi
Saya percaya bahwa penggunaan ponsel sangat berbahaya karena ponsel dapat menyebabkan beberapa masalah dan ancaman bagi kehidupan manusia. Ancaman tersebut adalah, ponsel berbahaya bagi keselamatan pengguna dan kehidupan sosial dan keluarga.

Tim Aposisi:
Saya tidak setuju bahwa penggunaan ponsel sangat berbahaya. Namun, sebaliknya ponsel sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Menurut saya pengguna ponsel yang tidak bertanggung jawablah yang menyebabkan ponsel dapat membahayakan kehidupan mereka sendiri dan orang lain.

Tim Netral
Menurut saya, ponsel sangat berguna jika dipergunakan secara benar. Namun, di sisi lain ponsel juga sangat berbahaya misalnya jika dipergunakan secara terus menerus atau dipergunakan untuk hal-hal yang negatif.

Pembicara 2
Tim Afirmasi
Saya pikir ponsellah yang membahayakan penggunanya. Kita bisa melihat saat ini, ponsel tidak hanya digunakan oleh orang dewasa tapi hampir semua umur telah menggunakan ponsel. Bahkan anak-anak yang masih bersekolah di TK sudah menggunakan ponsel. Pengguna di bawah umur inilah yang sangat rentan negatif dari ponsel. Selain itu, melihat kecelakaan banyak terjadi di jalan raya yang disebabkan oleh ponsel. Mereka seakan kecanduan memeriksa ponsel mereka di mana saja, termasuk di jalan raya saat mereka mengemudi. Inilah yang menyebabkan mereka kehilangan konsentrasi dan hasilnya kecelakaan. Itulah sebabnya kita harus melarang pengemudi menggunakan ponsel saat mengemudi. Hal ini akan mengurangi jumlah kematian di jalan raya karena ponsel.

Tim Oposisi
Anda mengatakan bahwa ponsellah yang membahayakan pengguna. Ini tidak adil karena masih banyak orang di luar sana yang dapat menggunakannya secara bertanggung jawab. Pengguna yang tidak bertanggung jawab adalah pembuat masalah itu karena ponsel tidak akan beroperasi sendiri; perlu seseorang untuk mengoperasikannya. Dalam kasus kecelakaan mobil, pengguna ponsel yang tidak bertanggung jawab yang bersalah karena mereka mengoperasikan ponsel di waktu yang salah. Menanggapi ide Anda tentang pelarangan membawa ponsel bagi pengemudi tidaklah tepat. Justru ponsel dapat bermanfaat. Misalnya ketika melihat kecelakaan terjadi, pengemudi lain dapat menghubungi polisi atau ambulans untuk membantunya. Penelitian juga menunjukkan bahwa ponsel bukanlah penyebab kecelakaan di jalan raya. Namun, kegiatan yang mengganggu konsentrasilah yang menyebabkan kecelakaan. Ini berarti tidak hanya menggunakan ponsel, tetapi juga melakukan hal-hal lain seperti menggunakan makeup, menyisir rambut atau berbicara juga berbahaya.

Tim Netral
Saya tetap berpendapat bahwa ponsel bisa sangat berguna atau tidak membahayakan, tetapi juga sangat berbahaya. Tergantung siapa yang menggunakan dan untuk apa digunakan. Pada saat ponsel digunakan untuk berkomunikasi dengan kerabat atau rekan kerja, ponsel sangat bermanfaat mengatasi kendala ruang dan waktu dalam komunikasi. Ponsel juga sangat membantu pelajar untuk mencari bahan atau materi belajar, berdiskusi, bahkan mengirim tugas-tugas kepada gurunya.

Namun, ponsel juga bisa membawa dampak negatif misalnya untuk merancang kegiatan kriminal, mencuri data orang, atau mengakses situs-situs yang berkonten negatif.

Tim Afirmasi
Tidak hanya membahayakan saat mengemudi, bukti lain dari ponsel berbahaya adalah ponsel mengganggu kehidupan sosial dan kehidupan keluarga mereka. Saat ini ponsel adalah orang yang paling terdekat dengan pengguna. Mereka lebih memilih untuk berinteraksi dengan ponsel daripada berinteraksi dengan orang-orang di sekitar mereka. Hal ini menyebabkan mereka menjadi acuh tak acuh atau anti-sosial. Hal-hal baik seperti menyapa, senyum, dan bertanya dengan orang yang baru mereka temui telah hilang di dalam kehidupan sosial mereka. Mereka pindah ke penggunaan media sosial yang bisa diakses melalui ponsel untuk berinteraksi sehingga membuat mereka menjauh dari orang-orang di sekitar mereka. Dalam kehidupan keluarga, mereka menjadi terlalu individualistis. Tidak ada hal seperti diskusi keluarga, waktu berkualitas dengan keluarga seperti makan bersama, bercanda dengan keluarga dan hal-hal lain yang dapat memperkuat hubungan keluarga. Bahkan saat ini di rumah seluruh keluarga sibuk dengan ponselnya masing-masing.

Tim Aposisi
Hilangnya norma-norma yang baik dalam keluarga tidak disebabkan oleh ponsel. Kami tidak setuju dengan apa yang Anda katakan. Kehidupan sosial yang baik dan harmonis dalam keluarga tergantung pada kualitas pribadi dan keluarga itu sendiri. Orang-orang tidak akan menjadi acuh jika mereka lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Sebenarnya ponsel dapat membantu hubungan sosial mereka dengan cara menjadi alat berinteraksi di mana saja dan kapan saja. Dalam hubungan keluarga, keharmonisan dapat dicapai dengan memberikan perhatian lebih kepada anggota lain dalam keluarga. Dalam hal ini orang tua yang harus mengawasi anak-anak mereka. Jika mereka peduli dan memprioritaskan diskusi keluarga, anak-anak mereka tidak akan ragu-ragu untuk berbagi masalah mereka. Dalam hal ini ponsel dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga dengan menjadi alat atau penghubung antara satu sama dengan lain dalam keluarga. Misalnya, dengan menggunakan ponsel orang tua bisa mengetahui kondisi anggota keluarganya di mana pun dan kapan pun.

Tim Netral
Jadi segala perilaku negatif masyarakat, terutama anak muda saat ini tidaklah bisa serta merta merupakan dampak negatif ponsel. Ada banyak faktor lain yang memengaruhi prilaku masyarakat seperti tekanan kebutuhan ekonomi dan perilaku public figure yang tidak dapat diteladani.

Di sisi lain, kita tak bisa menutup mata bahwa ponsel dapat menjadi sarana yang sangat baik untuk mengakses segala perkembangan di bidang teknologi, informasi, kesehatan, politik, dan sebagainya secara cepat dan akurat.

Gunakan lagi tabel analisis pendapat seperti yang telah kamu gunakan saat menganalisis pendapat masing-masing pihak pada debat tentang penyerapan kosa kata bahasa asing ke dalam bahasa indonesia di atas.