Menelaah Teks Biografi

Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Dalam biografi disajikan sejarah hidup, pengalaman-pengalaman, sampai kisah sukses orang yang sedang diulas. Coba kamu buku KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan carilah pengertian biografi.

Pada umumnya biografi menampilkan tokoh-tokoh terkenal, orang sukses, atau orang yang telah berperan besar dalam suatu hal yang menyangkut kehidupan orang banyak.

Membaca buku biografi bisa menambah wawasan dan sebagai teladan agar dapat menjalani kehidupan dengan baik dan mengisi hidup dengan karya yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Agar dapat memahami dan mengambil pelajaran dari sebuah
biografi, kerjakanlah kegiatan-kegiatan berikut ini.

Kegiatan 1

 

Mengidentifikasi Ciri Teks Biografi Berdasarkan Isinya

Gurumu atau salah seorang temanmu akan membacakan teks biografi B.J. Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia. Dengarkanlah dengan saksama. Agar dapat mendengarkan dengan baik, lakukanlah hal-hal berikut:

Berkonsentrasilah untuk mendengarkan teks biografi yang akan didengarkan agar dapat mencatat pokok-pokok permasalahan;

Untuk membantu kamu dalam menangkap gagasan, kamu dapat menuliskan informasi penting yang kamu dapat selama mendengarkan.

Sebelum mendengarkan biografi, kamu dapat menyiapkan pertanyaan umum, misalnya:
(a) Siapakah tokoh yang dibahas dalam biografi tersebut?
(b) Permasalahan apa yang dihadapi tokoh tersebut?
(c) Bagaimana cara tokoh tersebut memecahkan permasalahannya hingga mencapai keberhasilan?
(d) Apa yang menarik dari tokoh tersebut?
(e) Hal apa yang dapat diteladani dari tokoh tersebut?
(f) Mengapa teks tersebut disebut biografi?
(g) Dilihat dari isinya, apa yang membedakan teks tersebut dengan teks cerita ulang lainnya seperti cerpen dan cerita rakyat?
(h) dan pertanyaan lainnya.

Biografi B. J. Habibie

B.J. Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, Ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA kecerdasan beliau dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak menyelesaiakan S-1 nya di sana karena mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia, maka ia memilih jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).

Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan sungguh-sungguh. Tekadnya harus jadi orang sukses. Pada saat kuliah di Jerman tahun 1955, di Aachen, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau.

Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.

Tahun 1960 Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule Jerman dengan predikat cumlaude (sempurna) nilai rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyurnya itu Habibie mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api di Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.

BACA:  Mengembangkan Teks Prosedur

Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat tantangan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Habibie kemudian melanjutkan studinya di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen.

Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada pagi hari Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci.

Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen. Habibie mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus yang ia namai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie dijuluki sebagai Mr Crack.

Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor Kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Kejeniusan dan prestasi mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional, di antaranya Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society Londong (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Perancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie adalah Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, BJ Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undang-undang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.

Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku ini telah difilmkan dengan judul yang sama.

Setelah mendengarkan pembacaan biografi di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan yang telah kamu susun sebelumnya. Untuk memudahkan menjawab, tulislah pertanyaan dan jawaban dalam kolom-kolom seperti di bawah ini di buku kerjamu.

  1. Siapakah tokoh yang dibahas dalam biografi tersebut?
    Jawab: B.J. Habibie
  2. Permasalahan apa yang dihadapi tokoh tersebut?
    Jawab: Kesulitan (minimnya biaya) dalam menyelesaikan pendidikan.
  3. Bagaimana cara tokoh tersebut memecahkan permasalahan hingga mencapai keberhasilan?
    Jawab:
    • Pulang peri ke tempat kerja dengan jalan kaki untuk menghemat ongkos;
    • Ia bekerja pada siang hari dan kuliah pada malam hari;
    • Bekerja dan mengikuti ujian pada musim liburan.
  4. Hal apakah yang menarik dari tokoh tersebut?
    Jawab:
    • Ketekunan dan kerja kerasnya dalam mencapai cita-cita untuk berbakti pada orangtuanya.
    • Kesuksesan studi dan keriernya di bidang teknologi dan politik.
  5. Hal apakah yang dapat diteladani dari tokoh tersebut?
    Jawab: Ketekunan dan kesungguhannya dalam meraih sesuatu.
  6. Mengapa teks tersebut disebut biografi?
    Jawab: Karena cerita tersebut menceritakan kisah hidup seseorang (B.J. Habibie) dan ditulis oleh seseorang seseorang dan mengandung keteladanan yang bermanfaat bagi pembacanya.
  7. Dilihat dari isinya, apa yang membedakan teks tersebut dengan teks cerita ulang lainnya (cerpen dan cerita rakyat)?
    Jawab: Karena cerita ulang dalam biografi tersebut ditulis berdasarkan fakta kisah hidup seseorang; bukan hasil rekaan seperti cerpen; bukan menceritakan suatu peristiwa, tetapi menceritakan dan hal menarik dan ada dan dialami oleh orang tersebut.
BACA:  Memahami Teks Tantangan “Kebijakan Mobil Murah”

Berdasarkan hasil kerjamu tersebut, diskusikanlah dengan teman-temanmu, apa ciri teks biografi jika dilihat dari isinya?

Tugas

Ulangi langkah yang sama untuk biografi tokoh yang lain. Kamu bisa menggunakan biografi tokoh dari buku di perpustakaan, koran, majalah atau sumber-sumber lain. Kamu juga bisa menggunakan biografi George Saa, Ardian Syaf, Dr. Eng. Khairul Anwar atau Malala pada bagian lain dari pelajaran ini.

1)Mengapa teks tersebut tergolong ke dalam biografi ?
Jawab: Karena menceritakan ulang peristiwa yang dialami BJ Habibie secara kronologis dengan tujuan mengenalkan tokoh sebagai panutan dari pengenalan hingga prestasi apa saja yang telah diperolehnya.

2) Apakah isi dari teks biografi tersebut?
Jawab: Isi teks biografi ialah kisah yang menjelaskan tentang kehidupan seseorang dari lahir hingga meninggal

3) Bagaimanakah pola penyajian teks biografi tersebut?
Jawab: Alur cerita berjalan maju (dari peristiwa masa lalu ke masa kini).
· Sudut pandang oleh orang ketiga yang serba tahu.
· Gaya penulisan dilakukan dengan cara deskriptif naratif.
· Cerita fokus pada keberhasilan karier sebagai pengusaha

4) Siapakah nama tokoh yang biografinya sedang dibacakan? Baru saja?
Jawab: B.J. Habibie

5) Apa peranannya sehingga ia layak dibuatkan biografi?
Jawab: Memperkenalkan pesawat kepada Indonesia karena beliau merupakan orang Indonesia yang pertama kali membuat pesawat dan lebih memilih menjadi warga Negara Indonesia walaupun sudah ditawarkan menjadi warga Negara Jerman

6) Bagaimanakah masa kecilnya?
Jawab: Habibie lahir dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya yang berasal dari Gorontalo dan memiliki darah Bugis, merupakan seorang ahli pertanian. Sementara itu, ibunya berasal dari Yogyakarta adalah seorang spesialis mata.

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Dalam buku biografinya yang berjudul Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner, Habibie menceritakan kalau keluarganya merupakan keluarga yang religius. Bahkan, ayah beliau terbiasa membacakan ayat-ayat suci Alquran kepada Habibie kecil. Habibie mengungkapkan, ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan oleh ayahnya itu bisa menenangkan dirinya.

Tidak heran kalau ayahnya pun kerap membacakan Alquran mulai dari satu hingga dua juz, sekadar untuk menenangkannya. Beliau pun mengakui kalau kebiasaan mendengarkan Alquran sejak kecil ini memberikan dampak yang sangat positif. Buktinya, pada usia tiga tahun, Habibie sudah bisa membaca ayat-ayat suci Alquran dengan lancar.

7) Bagaimanakah masa mudanya?
Jawab:Sangat mengagumkan karena beliau bisa membuktikan pada dunia bahwa anak indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

8) Kesulitan atau masalah apa yang pernah dialaminya?
Jawab: Ketika menjabat presiden, Habibie mendapat tantangan yg berat karena rakyat di provinsi Timor-timur meminta referendum.Atas desakan PBB, habibie menyetujui pelaksanaan referendum di provinsi tersebut

9) Bagaimana ia mengatasi kesulitan-kesulitan itu?
Jawab: BJ Habibi bisa mengatasi kesulitan yang ada dengan cara berusaha yang terbaik dan diselingi do’a

10) Karya apa saja yang telah dibuatnya?
Jawab: Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang:

  • VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
  • Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
  • Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
  • Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
  • CN – 235
  • N-250

Dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:

  • Helikopter BO-105.
  • Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
  • Beberapa proyek rudal dan satelit.

11) Apabila bertemu dengan tokoh tersebut, apa yang akan kamu lakukan atau tanyakan?
Jawab: Mengapa ketika bapak melanjutkan studi bapak mengambil teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, jerman barat ??