Teknik Wawancara Yang Tepat

Pembahasan kami kali ini adalah mengulas tentang wawancara yang meliputi tehnik yang tepat seperti mencakup pengertian, tujuan, dan tahapan wawancara yang tepat.,

Pengertian Wawancara

Berikut di bawah ini kami berikan beberapa pengertian tentang wawancara menurut para ahli.

Menurut Lexy J. Moleong

Mendefinisikan wawancara adalah sebagai sebuah kondisi dimana di dalamnya berisikan percakapan – percakapan dengan maksud dan tujuan tertentu.

Tehnik yang diaplikasikan oleh peneliti dan responden adalah berhadapan secara langsung (face to face) guna memperoleh informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data – data yang jelas tentang objek yang dimaksudkan.

 

Menurut Sutrisno Hadi

Yang dimaksud dengan wawancara adalah sebagai media atau alat yang sangat baik untuk mengetahui tentang tanggapan, pendapat, keyakinan, perasaan, motivasi, serta proyeksi terhadap seseorang tentang masa depan yang disertai latarbelakang kemampuan yang cukup besar terhadap seseorang tersebut lalu menggali masa lalu seseorang untuk tujuan – tujuan tertentu.

Tujuan Dari Dilakukannya Wawancara

Menurut pendapat Zainal, tujuan dilakukannya wawancara adalah sebagai berikut :

  • Untuk mendapatkan data – data agar bisa dengan mudah mempengaruhi sebuah kondisi atau orang – orang tertentu.
  • Guna melengkapi sebuah penyelidikan ilmiah.
  • Untuk mendapatkan informasi secara langsung dari seseorang yang diwawancarai guna menjelaskan sesuatu hal atau situasi dan kondisi tertentu.

Jenis – Jenis Wawancara

Tersebut di bawah ini kami berikan beberapa jenis wawancara diantaranya adalah sebagai berikut :

1/Jenis wawancara berstruktur

Wawancara terpimpin jenis yang satu ini dikenal dengan istilah wawancara berstruktur atau wawancara sistematis. Adalah pertanyaan – pertanyaan yang ditujukan kepada seseorang yang menuntut jawaban agar sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam pertanyaan tersebut.

BACA:  Menelaah Unsur-Unsur Penting dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi

Pertanyaan – pertanyaan yang diajukan sebelumnya sudah direncanakan  secara rinci dan jelas yang dapat dijadikan sebagai pedoman wawancara.

Dalam wawancara terpimpin, evaluator melakukan tanya jawab secara lisan yang dianggap perlu kepada pihak – pihak terkait misalnya wawancara dengan peserta didik, orang tua atau wali murid dengan tujuan untuk menghimpun bahan – bahan keterangan guna melakukan penilaian terhadap peserta didiknya.

2/Wawancara jenis tidak berstruktur

Wawancara tidak terpimpin yang dikenal dengan istilah wawancara sederhana atau wawancara tak berstruktur (wawancara bebas) adalah wawancara dimana para evaluator mengajukan bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka yang mana peserta didik secara bebas menjawab pertanyaan tersebut.

Pertanyaan semacam ini sifatnya tidak membutuhkan struktur jawaban kepada peserta didik karena jawaban dalam pertanyaan ini bersifat bebas. Dalam wawancara ini para evaluator akan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik atau orang tuanya tanpa memakai aturan atau pedoman tertentu.

Tahap – Tahap Wawancara

Di bawah ini kami berikan beberapa tahapan dalam melakukan wawancara diantaranya sebagai berikut :

1/Tahapan persiapan wawancara

  1. Susun daftar pertanyaan yang akan digunakan untuk pelaksanaan wawancara.
  2. Hubungi narasumber sebelum sebelum melakukan wawancara guna merundingkan hal – hal terkait dengan teknik pelaksanaan wawancara misalnya berhubungan dengan waktu, tempat, dan lain sebagainya.
  3. Memilih instansi terkait atau orang – orang yang akan dijadikan sebagai narasumber yang bisa untuk memberikan informasi keterangan atau data – data yang dibutuhkan.
  4. Menentukan informasi yang akan dikumpulkan atau didata.
  5. Menentukan maksud atau tujuan wawancara seperti topik wawancara.

2/Tahapan pelaksanaan wawancara

A/Tahap Pembukaan

  1. Pewawancara disarankan untuk mengenal informasi pribadi yang dimiliki oleh nara sumber dengan baik mulai dari nama, keahlian hingga terhadap pekerjaan atau jabatannya.
  2. Pewawancara akan memperkenalkan diri sekligus mengemukakan maksud dan tujuan wawancara.
  3. Pewawancara seharusnya mengikuti tata aturan dan kesopanan yang berhubungan dengan penampilan maupun penggunaan bahasa.
  4. Pewawancara hendaknya berpenampilan yang rapi, bersih dan enak dipandang.
  5. Pewawancara wajib memakai tutur kata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan orang yang sedang diwawancarai.
  6. Agar proses tanya jawab berlangsung dengan lancar maka akan lebih baik apabila pewawancara mengenal lebih dekat tentang identitas atau keterangan – keterangan yang berhubungan dengan pribadi nara sumber.
BACA:  Mengidentifikasi Nilai-Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek

B/Tahap Inti 

  1. Ajukan pertanyaan yang sifatnya sistematis lalu kemukakan pertanyaan tersebut secara jelas dan singkat.
  2. Jumlah pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan waktu.
  3. Pertanyaan – pertanyaan tersebut hendaknya disampaikan dengan ramah sehingga bisa menciptakan suasana akrab dengan orang yang diajak wawancara.
  4. Selama proses wawancara dilakukan maka pewawancara haruslah bersikap sebagai pihak netral yang artinya ia tidak akan memihak pada suatu konflik pendapat, peristiwa atau pun konflik – konflik lainnya yang mungkin dikemukakan oleh nara sumber.
  5. Pewawancara tidak boleh mempengaruhi sikap, pendirian ataupun emosi – emosi nara sumber.
  6. Pewawancara haruslah memiliki kesiapan dan tehnik khusus dalam mengatasi kesulitan – kesulitan yang mungkin terjadi misalnya jawaban yang dikemukakan oleh nara sumber.
  7. Pewawancara hendaknya mempunyai kemampuan mendengarkan yang bersifat akurat.

C/Tahap Penutup

  1. Kegiatan wawancara bisa diakhiri dengan kesan yang baik dan menyenangkan, maka dari itu pewawancara hendaknya menyatakan ucapan terimakasih di akhir kegiatan Tanya jawab. Tambahkan juga pengharapan agar kedua pihak bisa bertemu lagi pada kesempatan lain.
  2. Peliharalah sebuah hubungan yang baik dengan nara sumber.
  3. Sebelum hasil wawancara tersebut diolah atau dipublikasikan maka sebaiknya nara sumber mencatat pendapat – pendapat unik yang dikemukakan oleh seseorang. Ini bisa menghindarkan kesalahpahaman dan sekaligus memberikan kesempatan kepada nara sumber untuk bisa mengoreksi kekeliruan yang memungkinkan terjadi dari yang sudah dikatakan sebelumnya.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang teknik wawancara yang tepat. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.