Menyajikan Puisi Rakyat secara Lisan dan Tulis

Posted on

Puisi rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib kita pelihara. Puisi rakyat berupa puisi, syair, dan gurindam. Pada bagian ini kita akan membahas tentang pantun. Pantun memiliki nilai moral, agama, dan budi pekerti.

Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran tentang puisi rakyat, pada bagian akhir diharapkan dapat menyajikan puisi rakyat secara lisan dan tulis. Nah untuk lebih jelasnya langsung saja simak berikut ini.

1. Menulis Pantun dengan Berbagai Konteks

Sebelum menulis puisi rakyat perhatikan langkah menulis pantun berikut! Langkah membuat pantun antara lain sebagai berikut.

  1. Tentukan ide yang akan disampaikan ( kalau hidup bekerja keras kelak hidupnya menjadi sukses).
  2. Menata ide menjadi dua larik ( dengan bunyi akhir yang berbeda).
  3. Memilih kosakata yang diakhir dengan bunyi seperti dua larik.
  4. Membuat larik sampiran dari benda/ kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan isi.
  5. Menata kembali kalimat/ larik dengan rima dari kosakata yang berima sama.
  6. Menata pantun secara logis.

Contoh Pantun
……………………………………….(baris 1)
……………………………………….(baris 2)
Kalau hidup bekerja keras (baris 3
Kelak hidupnya menjadi sukses (baris 4)

Memilih Kosakata

PELAJARI:  Mengidentifikasi Informasi Penting dalam Proposal Kegiatan atau Penelitian

Kosakata Dan Kata dengan bunyi akhir sama secara utuh
keras (beras, deras, keras, mengeras, peras, memeras, teras, waras)
sukses  (akses, meises, reses, abses)

Mengaku sebagai pejabat teras
Menolak hadir saat reses
Kalau hidup bekerja keras
Kelak hidupnya menjadi sukses

2. Menulis Pantun, Gurindam dan Syair

Langkah membuat gurindam dan syair hampir sama dengan langkah membuat pantun hanya saja perlu disesuaikan dengan syarat gurindam dan syair.

Kegiatan
Diskusikan dengan pasanganmu untuk membuat pantun, gurindam, dan syair dengan tujuan berikut!

Pantun
– Tujuan menyemangati teman yang sedang mengalami penurunan semangat saat mengerjakan tugas.

Pergi ke laut dapat ikan buas
Jala ditebar sambil mengingat
Meski sekolah banyak tugas
Haruslah kita selalu semangat

Pergi ke paris membeli tas
Belinya saat harga meningkat
Semangat terus mengerjakan tugas
Jangan mengeluh tetap semangat

Lebar-lebar daun talas
Untuk membungkus nasi ketan.
Siapa selalu mengerjakan tugas
Pasti akan jadi teladan

– Mengajak teman-temanmu untuk berbuat jujur dan disiplin

  1. Pergi ke toko membeli lilin
    Pergi ke pasar membeli barang
    Berbuatlah jujur dan disiplin
    Agar selalu dipercaya orang
  2. Masuk apotik membeli obat
    Membeli pasta dan juga minyak
    Jujur selalu membawa selamat
    Karena dusta selalu terkuak
  3. Sungguh malang situpai lapar
    Hendak mencuri jatuh ke batu
    Niatkan hati para pelajar
    Rajin dan disiplin setiap waktu.
PELAJARI:  Mengkritik dan Cara Memuji

Gurindam
– Tujuan menyemangati teman yang sedang mengalami penurunan semangat saat mengerjakan tugas.

  1. Belajarlah demi masa depan
    agar tercapai semua harapan
  2. Tugas dari guru bukanlah beban
    Tapi bekal menghadapi ujian
  3. Kerjakanlah tugas tepat waktu
    Agar guru tidak menggerutu

– Mengajak teman-temanmu untuk berbuat jujur dan disiplin

  1. Jika hendak mengenal orang mulia,
    berlaku selalu jujur dan setia.
  2. Jujur di awal perihnya bagai terjungkal,
    jujur diakhir sakitnya bagai di penggal.
  3. Kepercayaan itu tak mampu di beli,
    Jika kejujuran engkau miliki.

Syair
– Tujuan menyemangati teman yang sedang mengalami penurunan semangat saat mengerjakan tugas.

  1. Jika ingin hidup senang bahagia
    Jangan melakukan perbuatan sia-sia
    Jika ingin menggapai cita-cita
    Belajarlah jangan ditunda-tunda
  2. Wahai teman jangan menyerah
    Meski sukar dan lelah
    Jangan sedih maupun susah
    Tetap semangat dan beribadah
  3. Hidup bukan untuk menanti
    Menanti berkah turun ke bumi
    Semangat tidak boleh berhenti
    Walau tugas banyak mengantri
PELAJARI:  Menulis Teks Eksplanasi

– Mengajak teman-temanmu untuk berbuat jujur dan disiplin

  1. Wahai kawan teman sebaya,
    Hiduplah jujur jangan durhaka,
    Jauhkan bohong haramkan dusta,
    Supaya hidupmu tiada ternista.
  2. Jangan terlalu banyak berbincang,
    Jujur dan ikhlas wajib kau pegang,
    Berkata lurus jangan bercabang,
    Supaya hidup mu tiada terbuang
  3. Disiplin menambah kemandirian
    Memupuk tekad penuh kesadaran,
    Demi menapak masa depan
    Agar sukses di hari kemudian