Penjelasan Seputar Konsep Geografi dalam Kehidupan Sehari hari

Sejak duduk dibangku sekolah dasar, kita telah belajar tentang geografi. Anda sudah tahu tentunya jika geografi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani Geo yang berarti bumi sedangkan graphien yang artinya pencitraan. Artinya pelajaran geografi membahas seputar permukaan bumi, iklim, flora, dan fauna serta hasil-hasil yang didapat dari bumi.

Namun jika membahas masalah konsep dari geografi sendiri apakah Anda masih ingat? Jika Anda sudah lupa, baik disini skokul mencoba memberikan sedikit dari konsep geografi tersebut. Konsep Geografi merupakan rancangan ataupun gambaran dari sebuah objek, proses, atau pula yang berkaitan dengan ilmu geografi.

Selain itu, kosep geografi juga merupakan unsur yang terpenting dalam memahami fenomena atau kejadian geografi (alam dan sosial). Penjelasan lengkap tentang konsep geografi selalu berkaitan dengan persebaran, hubungan, fungsi, bentuk, pola, sampai proses terjadinya.

Berikut konsep geografi yang bisa kami simpulkan dibawah ini:

Konsep Lokasi

Konsep ini merupakan letak atau tempat dimana copypaste fenomena geografi terjadi. Konsep ini pula dibagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

Lokasi Absolut

Lokasi absolut sendiri merupakan letak atau tempat yang dilihat atau terlihat dari garis lintang dan garis garis bujur atau garis astronomis. Lokasi ini pula keadaannya tetap dan tidak dapat berpindah letaknya, di karenakan berpedoman pada garis astronomis pada bumi. Pebedaan dari garis astronomis menyebabkan perbedaan iklim (garis lintang) dan perbedaan waktu (garis bujur).

Adapun Contoh dari Lokasi Absolut ini, yaitu Indonesia terletak di antara 6 derajat LU – 11 derajat LS sampai 95 derajat BT – 141 derajat BT. Dari letak absolut(garis astronomis) ini dapat dipaparkan bahwa lokasi yang paling Utara negara Indonesia terletak di 6 derajat LU yaitu (Pulau Miangas, Sulawesi Utara), lokasi paling selatan terletak di 11 derajat LS yaitu (Pulau Rote, NTT).

PELAJARI JUGA:  Pengertian Geografi Penduduk

Lokasi Relatif

Lokasi ini merupakan letak atau tempat yang dilihat dari daerah lainnya yang berada di sekitarnya. Lokasi ini pula dapat berganti-ganti sesuai dengan objek yang ada di sekitarnya.

Contoh dari Lokasi Relatif sendiri yaitu harga tanah di pusat kota yang lebih mahal daripada harga tanah yang ada di pedesaan, atau Indonesia berada di antara 2 benua dan 2 samudera. Lokasi Indonesia sendiri menurut lokasi relatifnya, yaitu terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia, serta terletak di antara 2 samudera yaitu Hindia dan Pasifik. Letak relatif ini pula dapat berubah-ubah sesuai dengan sudut pandang penggunanya karena lokasi relatif pula dapat digambarkan melalu objek-objek yang dinamai oleh manusia contohnya sendiri ialah penamaan benua, samudera, pulau, laut.

Jarak

Jarak sendiri merupakan ruang atau cela yang dapat menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep Jarak juga mempunyai peranan penting di dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik. Konsep jarak ini pula dapat dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif.

Jarak Mutlak

Jarak mutlak merupakan ruang atau sela antara kedua lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukuran panjang dalam satuan ukuran meter, kilometer, dsb. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak bisa berubah-ubah.

Contoh dari jarak mutlak sendiri yaitu Jarak antara Jakarta ke Bandung adalah 150 km. jarak tersebut diukur memanjang dari titik A (Jakarta) dan titik B (Bandung) dan dihitung dengan satuan ukuran kilometer.

Jarak Relatif

Jarak relatif ini merupakan ruang atau sela antara kedua lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu.

Contoh jarak relatif ini sendiri yaitu jarak antara Jakarta ke Bandung dapat kita ditempuh dalam waktu 2 jam melewati Tol Purbaleunyi. Tentu jarak relatiif ini akan jauh berbeda apabila keadaan jalan tol yang sedang macet atau perjalanan ke Bandung tidak melewati jalan tol.

PELAJARI JUGA:  Konsep Esensial Geografi Menurut Henry J Warman

Keterjangkauan

Keterjangkauan sendiri merupakan jarak yang mampu dicapai dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya dengan copypaste tergantung pada jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang.

Contoh dari konsep keterjangkauan ini adalah sebagai berikut:

  • Pusat perbelanjaan itu terletak di pusat kota supaya mudah dicapai oleh warga.
  • Bantuan bencana sangat sulit mencapai lokasi karena medan yang berat.
  • Kepulauan Seribu hanya dapat dijtempuh menggunakan kapal dari pelabuhan Muara Angke.

Morfologi

Morfologi sendiri merupakan konsep yang menjelaskan tentang struktur luar dari batu-batuan yang tersusun membentuk morfologi permukaan bumi seperti(pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dan lembah)

Contoh dari konsep morfologi yaitu:

  • Jakarta merupakan dataran rendah, Bandung dataran tinggi.
  • Perjalanan dari Jakarta ke Bandung melewati daerah yang bergelombang (perbukitan).
  • Daerah selatan D.I. Yogyakarta merupakan daerah perbukitan kapur (karst).

Pola

Pola merupakan bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau kejadian di permukaan bumi baik gejala alam maupun gejala sosial.

Contoh dari konsep pola sendiri sebagai berikut:

  • Pemukiman yang memanjang di sepanjang jalan raya pantura Jawa
  • Pemukiman di kota besar seperti Jakarta dibangun berhimpitan atau kumuh
  • Aliran air sungai yang berbentuk sudut siku-siku merupakan aliran sungai rectangular.