Pengertian Fertilisasi (pembuahan) Serta Contohnya

Fertilisasi atau pembuahan merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin Fertilis yang berarti “subur”. Fertilisasi adalah suatu proses pembuahan sel telur (ovum) oleh sel mani (sperma) untuk menghasilkan zigot, yang kemudian berkembang menjadi embrio atau janin suatu organisme (makhluk hidup). Proses pembuahan ini umum terjadi pada hampir semua jenis organisme.

Ada dua jenis fertilisasi yang terjadi pada hewan. Kedua jenis fertilisasi tersebut antara lain fertilisasi eksternal dan juga fertilisasi internal. Berikut ini adalah penjelasan dari kedua fertilisasi tersebut.

PELAJARI JUGA:  Pengertian dan Penyebab Mutasi Gen

Pengertian fertilisasi eksternal

Pengertian fertilisasi eksternal yaitu pembuahan yang dilakukan di luar tubuh binatang. Gamet yang terdapat pada induk biasanya dikeluarkan dahulu dari tubuhnya, kemudian baru dibuahi oleh jantan. Proses pembuahan atau fertilisasi seperti ini biasanya terjadi pada hewan yang berjenis akuatik dan amfibi, seperti halnya pada beberapa binatang seperti katak, ikan, dan lain sebagainya.

Pengertian fertilisasi internal

Pengertian dari fertilisasi internal ialah pembuahan yang dilakukan di dalam tubuh induk. Sperma jantan biasanya dimasukkan ke dalam area reproduksi betina, kemudian disusul dengan pembuahan sel telur oleh sperma jantan tersebut. Proses fertilisasi seperti ini pada umumnya berlaku pada hewan yang hidup di darat, seperti sapi, kambing, kuda, dan masih banyak lagi.

Pengertian fertilisasi eksternal dan internal telah kami uraikan di atas, dan di bawah ini adalah perbedaan antara kedua fertilisasi tersebut, yaitu:

  • Fertilisasi eksternal sangat memerlukan air sebagai media, sedangkan fertilisasi internal tidak membutuhkan media air untuk membuahi.
  • Fertilisasi eksternal gamet yang dikeluarkan sangat boros, sedangkan untuk fertilisasi internal tingkat pemborosan gamet yang dikeluarkan lebih rendah.
  • Pada fertilisasi internal, telur yang akan dikeluarkan dari tubuh induk akan mempunyai cangkang yang tebal, sedangkan pada pembuahan internal telur yang diproduksi tanpa membran atau dengan membran tersier yang sangat tipis.
  • Proses fertilisasi eksternal terjadi di luar tubuh induk, sedangkan pada fertilisasi internal proses pembuahan terjadi dalam tubuh induknya.
  • Pembentukan gamet pada fertilisasi eksternal mempunyai nilai keberhasilan yang lebih tinggi dan jumlah yang besar, sedangkan pada pembuahan internal tingkat keberhasilan pembentukan lebih rendah dengan jumlah yang lebih sedikit.
  • Kelangsungan hidup dari sel-sel yang terlibat dalam pembuahan eksternal lebih rendah, sedangkan tingkat kelangsungan hidup sel-sel yang terlibat dalam pembuahan internal lebih tinggi.
  • Gamet jantan yang terdapat pada pembuahan eksternal dapat bergerak menggunakan flagela, sedangkan gamet jantan pada pembuahan internal sama sekali tidak bergerak.