Cara Menyimpulkan Isi Teks Eksposisi

Posted on

Kesimpulan disebut juga ikhtisar atau pendapat terakhir yang mengandung informasi berdasarkan uraian sebelumnya. Kesimpulan dapat berupa fakta, pendapat, atau alasan terhadap sebuah objek. Dalam soal bahasa Indonesia, kesimpulan bisa berupa rangkain kalimat-kalimat fakta yang diberi pendapat.

Simpulan berarti hasil menyimpulkan atau kesimpulan. Simpulan dapat diketahui berdasarkan letak gagasan pokok. Untuk memudahkan menyimpulkan paragraf, kamu harus mencari ide pokok tiap-tiap paragraf. Kemudian, kamun merangkai ide pokok tersebut. Selanjutnya, kamu meringkas ide tersebut menjadi satu kalimat.

Sebuah teks tentu memiliki bagian yang berisi gagasan umum dan gagasan penjelas. Pada teks eksposisi, bagian tersebut berada di antara tesis dan penegasan ulang. Rangkaian gagasan dalam teks eksposisi ada yang berupa gagasan umum dan gagasan khusus.

Gagasan umum atau ide pokok merupakan gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Keberadaan gagasan umum suatu teks atau paragraf dapat diketahui setelah membaca teks secara keseluruhan.Namun demikian, tidak sedikit pula paragraf yang menempatkan gagasan umumnya pada kalimat pertama. Jenis teks tersebut lebih cepat dipahami pembaca.

PELAJARI:  Menelaah Teks Cerita Pendek Berdasarkan Struktur dan Kaidah

Gagasan umum akan disertai dengan gagasan-gagasan khusus atau disebut dengan gagasan pendukung atau penjelas. Gagasan pendukung dikembangkan berdasarkan gagasan umum. Gagasan umum dan gagasan penjelas merupakan aspek penting saat kita menyimpulkan isi teks.

Kalian dapat menyimpulkan isi teks eksposisi dengan langkah-langkah berikut.

  1. Membaca atau mendengarkan teks eksposisi dengan saksama.
  2. Mencatat isi pokok teks eksposisi. Isi pokok teks eksposisi merupakan gagasan utama teks. Gagasan pokok merupakan informasi penting yang disampaikan penulis. Jadi, penentuan isi pokok informasi berdasarkan gagasan pokok tiap paragraf dalam teks eksposisi.

Contoh:

Buatlah simpulan isi teks eksposisi berikut!

Anak Jalanan dan Masalah Sosial

Berita tentang anak jalanan seolah-olah tidak ada henti-hentinya. Derita dan penyiksaan yang mereka alami terkadang membuat kita sedih. Mereka harus berjuang di tengah-tengah kota yang kejam untuk mendapatkan sejumlah uang agar mereka bisa bertahan hidup dan tidak kelaparan. Mereka menjual rokok, membersihkan bus umum, atau juga menjual surat kabar. Barangkali pekerjaan-pekerjaan itu yang mereka dapat lakukan. Keuntungan yang mereka terima tidak seberapa, tetapi mereka harus melakukan pekerjaan itu agar tetap hidup. Anak jalanan ini bisanya mangkal di terminal atau di persimpangan-persimpangan jalan.

PELAJARI:  Memahami Teks Rekaman Percobaan “Percobaan Membuat Teleskop Sederhana”

Belum lama ini puluhan anak jalanan berdelegasi ke DPRD Provinsi Sumatra Utara karena mereka digusur dari terminal Amplas. Peristiwa tersebut sungguh mengenaskan. Kegiatan yang mereka lakukan didorong faktor ekonomi. Keadaan ekonomilah yang memaksa mereka harus bekerja. Pekerjaan yang bisa mereka lakukan untuk seusia mereka adalah pekerjaan di sektor informal.

Penggusuran terhadap anak jalanan akan memperparah keadaan. Penggusuran tersebut akan menimbulkan masalah sosial yang akan lebih besar. Anak-anak yang digusur akan kehilangan mata pencaharian. Secara ekonomi, mereka harus mencari pekerjaan yang mampu memenuhi kebutuhannya. Jika mereka tidak mendapatkan pekerjaan, mereka akan melakukan tindakan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Kegiatan mereka akan menimbulkan dampak sosial. Perbuatan mereka sudah tidak memperhatikan norma-norma hukum yang berlaku. Tindak kejahatan akan menjadi suatu tindak pidana baru yang pelakunya adalah anak-anak di bawah umur.

PELAJARI:  Kaidah Kebahasaan Teks Cerpen

Masalah kemiskinan dianggap sebagai penyebab utama timbulnya anak jalanan. Mereka memang datang dari daerah-daerah dan keluarga miskin di perdesaan dan kantong kumuh perkotaan. Namun, mereka tetap bertahan dan terus saja hadir sejalan dengan pesatnya laju pembangunan. Masalah anak jalanan seolah-olah tidak ada henti-hentinya.

Hasil Simpulan:

Anak Jalanan dan Masalah Sosial

Berita tentang anak jalanan seolah-olah tidak ada henti-hentinya. Derita dan penyiksaan yang mereka alami terkadang membuat kita sedih. Belum lama ini puluhan anak jalanan berdelegasi ke DPRD Provinsi Sumatra Utara karena mereka digusur dari terminal Amplas. Penggusuran terhadap anak jalanan akan memperparah keadaan. Penggusuran tersebut akan menimbulkan masalah sosial yang akan lebih besar. Masalah kemiskinan dianggap sebagai penyebab utama timbulnya anak jalanan.