Prinsip Asas Pendidikan Oleh Ki Hajar Dewantara

Posted on

Nama seorang Ki Hajar Dewantara tentu tidak asing bagi kita semua semua utamanya pada bidang pendidikan dan beliau adalah seorang Bapak Pendidikan Nasional. Sebelum jauh membahas asas pendidikan yang dirumuskan oleh beliau, kita sedikit mengingat sejarah beliau.

Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara lahir tahun 1889 dan meninggal pada tahun 1959, Beliau pernah menjabat sebagai Menteri P dan K Republik Indonesia ke 1 pada tahun 1945. Dalam rumusan beliau asas Guru dalam bentuk hubungan pola atau tingkah laku antara Guru dengan Siswa terdiri atas 3 pernyataan.

Prinsip dasar kepemimpinan yang sebaiknya selalu dipegang oleh setiap pemimpin di negeri ini. Sebab hal ini asli berasal dari dalam negeri. Indonesia memiliki pemimpin yang baik beliau adalah tokoh dan pelopor pendidikan yang mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922.

PELAJARI:  Dampak Negatif Dari Globalisasi

Prinsip Dasar Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara

Ing ngarsa sung tulada. Artinya, di depan memberi teladan. Pemimpin harus menjadi contoh bagi anak buahnya.

Ing madya mangun karsa. Artinya di tengah membangun kehendak atau niat. Pemimpin harus berjuang bersama anak buah.

Tut wuri handayani. Artinya, dari belakang memberikan dorongan. Ada saatnya pemimpin membiarkan anak buah melakukan sendiri.

Ketiga prinsip tersebut, ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, perlu dilakukan sesuai dengan tingkat kepentingan. Banyak orang melakukan kesalahan, yaitu hanya mengedepankan satu gaya kepemimpinan.

Ada pemimpin yang hanya mengutamakan leading, leading dan leading. Gaya ini baik untuk anak buah yang kurang berpengalaman, tetapi membosankan bagi mereka yang sudah berpengalaman.

Ada juga pemimpin yang hanya mengutamakan coaching, coaching dan coaching, padahal anak buahnya sendiri belum memiliki resources untuk melakukan pekerjaan. Tentu saja, tujuan tidak tercapai.

PELAJARI:  Mendaratnya Pasukan AFNEI di Surabaya

Ing ngarsa sung tulada

Sebagai pemimpin, terkadang kita perlu berdiri di depan dan memimpin pasukan. Ini penting, terutama jika pasukan kita terdiri dari orang-orang yang kurang berpengalaman. Cara paling mudah memimpin pasukan adalah menjadi teladan dan cara paling mudah menjadi teladan adalah practice what you preach. Menjalankan yang Anda kotbahkan.

Ing madya mangun karsa

Karsa artinya kemauan, kehendak atau niat. Dalam beberapa artikel, karsa sering di salah-artikan sebagai prakasa atau ide. Dan, tentu saja, karsa berbeda dengan prakarsa.

Terkadang, sebagai pemimpin, kita perlu ditengah-tengah membangun pasukan dan berjuang bersama anak buah. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika anak buah Anda belum terlalu mengerti tugas dan kewajibannya dan mereka sedang menghadapi pekerjaan sulit. Anda pelu membiarkan mereka melakukan sendiri, tetapi dengan membangun jiwa mereka, agar semangat dan motivasi mereka tetap membara. Di tengah-tengah mereka, Anda menjadi motivator yang membangun semangat. Presiden Soekarno sangat hebat dalam hal ini.

PELAJARI:  Upaya Meningkatkan Potensi Perairan di Indonesia

Tut wuri handayani

Ketiga, pastikan Anda sudah mampu melakukan pekerjaan mereka. Kini tugas sudah lebih mudah. Anda perlu step back dan berdiri dibelakang memberikan dorongan dan coaching. Biarkan mereka bertugas dan tugas Anda, mengamati hasil pekerjaan mereka.