Menulis Puisi Berdasarkan Berita yang Dibaca atau Didengar

 

Baca kembali puisi ‘Tuhan 9 Centi Meter’ di atas. Bandingkan dengan puisi Tuhan karya Chairil Anwar. Kamu akan melihat perbedaan yang tegas pada kedua puisi di atas. Puisi Tuhan karya Chairil Anwar lebih banyak mengungkap perasaan penyair terhadap Tuhannya, hasil perenungan yang dalam. Sedangkan, pada puisi Tuhan 9 Centi Meter, Taufik Ismail tidak terfokus untuk mengambarkan perasaannya terhadap tema puisi tersebut. Taufik Ismail lebih banyak menuliskan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Unsur perasaan pribadi tidak terlalu kuat.

 

Contoh lain puisi yang dibuat berdasarkan peristiwa nyata adalah puisi ‘Telah Kau Robek Kain Biru pada bendera Itu’

Puisi impresionis adalah puisi yang ditulis berdasarkan kesan pribadi penyair terhadap kenyataan kehidupan. Karena merupakan kesan pribadi, maka yang disajikan dalam puisi impresionis lebih berisi persaan-perasaan hatinya. Objek yang dituangkan dalam puisi impresionis beragam mulai dari manusia, peristiwa, benda, dan sebagainya. Penggambaran kesan terhadap objek-objek tersebut dalam puisi tidak dilakukan apa adanya, tetapi berdasarkan kesan pribadinya.

 

Puisi ‘Telah Kau Robek Kain Biru pada Bendera itu” karya Aming Aminoedin adalah contoh puisi impresionis. Puisi tersebut merupakan kesan pribadi penyair terhadap peristiwa heroik saat arek-arek Surabaya melawan pasukan Belanda pada tanggal 10 November 1945. Sehingga timbul kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dengan pengorbanan jiwa dan raga..

PELAJARI JUGA:  Meringkas Teks Rekaman Percobaan “Membuat Termometer Sederhana”

Tugas
Petunjuk:

  1. Bacalah koran, dengarkan radio, atau tontonlah acara berita di televisi.
  2. Temukan peristiwa apa yang terjadi.
  3. Berdasarkan isi berita tersebut buatlah puisi dengan mempertahankan suasana, tema, dan maknanya.

Contoh jawaban:

1. Teks berita

TIMNAS Indonesia U-22 raih Medali Perunggu di Sea Games 2017

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto memberikan pujian setinggi langit atas keberhasilan TIMNAS Indonesia U-22 membawa pulang medali perunggu ke Tanah Air setelah mengalahkan Myanmar dalam laga perebutan tempat ketiga di Sea Games 2017. Pada pertandingan di stadion Majlis Perbandaran, Selayang, Selangor , Selasa 29 Agutsus 2017, anak Luis Milla menang dengan skor 3-3.

TIMNAS Indonesia sempat tertinggal lebih dulu ketika Than Paing berhasil memanfaatkan kelengahan lini bertahan Indonesia. Memasuki babak kedua, Luis Milla melakukan perubahan dan hasilnya cukup bagus mengingat Evan Dimas sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tiga menit berselang, Septian David maulana menempatkan namanya di papan skor setelah sepakan jarak jauhnya tak mampu dibendung kiper Myanmar di menit 59. TIMNAS Indonesia kembali menjauh 3-1 setelah tendangan spekulasi Rezaldi Hehanusa mampu mengecoh penjaga gawang Myanmar di menit 77.

PELAJARI JUGA:  Rangkuman Materi Laporan Bahasa Indonesia

Ini menjadi gol penutup di pertandingan perebutan tempat ketiga di Sea Games 2017. Gatot yang menyaksikan langsung pertandingan menyampaikan komentarnya terkait keberhasilan TIMNAS Indonesia meraih perunggu. Dia mengatakan bahwa meskipun di babak pertama Indonesia kalah tetapi di babak kedua bisa bermain lepas hingga berbuah gol yang manis menunjukan tim yang solid. Kendati target mendali perak meleset, tapi Sesmenpora menilai TIMNAS masih beruntung dan tim ini adalah potensi amunisi ke depan lebih baik.

Perunggu Persembahan

Rumput hijau ini
Saksi keringat kami yang bercucuran
Bulir bulir ini tak akan sia sia
Udara nan mencekik disekitar kami
Bukan alasan kami untuk berhenti
Berjuang untuk kalian rajawali

Jatuh.. jatuh .. jatuh..
Bangkit dan bangkit lagi
Terus menerus berlari
Bangkit demi merah putih di dada kami
Lari demi engkau rajawali
Untuk Indonesia Negeri kami

Sorak sorai mereka
Menggelegar sampai di hati kami
Menghapus segala keluh kesah kami
Mengikis rasa takut kami
Menciptakan diri baru di tubuh ini

Majlis perbandaran, selayang, selangor
Saksi perjuangan besar kami
Untuk mereka
Mereka para penunggu kemenangan kami
Penunggu kebanggan kami
Untuk kalian Indonesia
Untuk kalian para rajawali