Mempresentasikan Sebuah Teks Cerita Pendek dengan Nilai Kehidupan

Setiap pengarang akan menginterpretasikan atau menafsirkan kehidupan berdasarkan sudut pandangannya sendiri. Tema tentang cinta, misalnya. Karena setiap pengarang mempunyai interpretasi ataupun penafsiran yang tidak sama, ceritanya pun menjadi berbeda-beda. Cerita itu tetap menarik sepanjang zaman karena diungkapkan dengan berbagai cara oleh para pengarangnya. Hal ini juga yang menyebabkan cerita tersebut lebih bermakna bagi umum; mereka tidak pernah bosan untuk selalu menikmatinya.

Ketertarikan seseorang untuk membaca, pasti dikarenakan adanya sesuatu bermakna dalam bacaan itu. Misalnya, seorang petani akan membaca berita tentang naik turunnya harga. Hal itu dilakukannya karena berita tersebut dianggapnya bermakna atau bermanfaat bagi dirinya sebagai seorang petani. Berbeda lagi kalau pembacanya itu seorang pelajar, mungkin ia akan lebih tertarik pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta lomba karya ilmiah remaja. Bacaan tersebut dianggapnya bermakna karena sesuai dengan dunia atau kebutuhannya.

Kebermaknaan itu tentunya dimiliki oleh bacaan-bacaan seperti cerita pendek atau novel. Tentu saja faktor penyebabnya tidak sama dengan bacaan yang bersifat nonfiksi, semacam berita. Seseorang membaca cerpen bukan untuk mendapatkan informasi. Pada umumnya, seseorang membaca cerpen untuk tujuan memperoleh hiburan ataupun pengalaman-pengalaman hidup. Adapun daya hibur sebuah cerpen bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya karena alurnya yang surprise dan penuh kejutan. Mungkin hal itu karena konflik cerita itu yang menegangkan.

Memang banyak hal yang menyebabkan suatu cerpen menjadi bermakna bagi para pembacanya. Seperti yang sudah dijelaskan terdahulu bahwa banyak unsur yang bisa menjadikan cerpen atau bacaan-bacaan lainnya menjadi bermakna bagi pembacanya. Unsur penokohan, misalnya, bisa menimbulkan kesan tersendiri. Kita terkagum-kagum oleh sifat seorang tokoh yang ada di dalamnya. Bahkan bisa juga terpesona oleh latar atau gaya bercerita pengarang yang memukau dan menghanyutkan. Pilihan kata yang digunakan pengarang, bisa juga menjadi ketertarikan seseorang terhadap karangan itu.

Perhatikan cuplikan cerpen berikut.

Apakah cinta pantas dikenang? Apakah cinta dibangun demi memberikan rasa kehilangan? Pertanyaan itu mengganggu pikiranku. Mengganggu perasaanku.

Sepulang dari pemakaman seorang tetangga yang mati muda, aku lebih banyak berpikir ketimbang bicara. Iring-iringan pelayat lambat-laun menyurut. Satu per satu menghilang ke dalam gang rumah masing-masing. Seakan-akan turut mencerai-beraikan jiwaku. Kesedihan mendalam pada keluarga yang ditinggalkan, tentu akibat mereka saling mencintai. Andai tak ada cinta di antara mereka, bisa jadi pemakaman ini seperti pekerjaan sepele yang lain, seperti mengganti tabung dispenser, menyapu daun kering di halaman, atau menyobek kertas tagihan telepon yang kedaluwarsa.

Seandainya aku tidak mencintaimu, tidak akan terbit rindu sewaktu berpisah. Tak ingin menulis surat atau meneleponmu. Tidak memberimu bunga saat ulang tahun. Tidak memandang matamu, menyentuh tanganmu, dan sesekali mencium.
(Cerpen “Hari Terakhir Mencintaimu”, karya Kurnia Effendi)

PELAJARI JUGA:  Memahami Teks Tanggapan Kritis

Kebermaknaan cuplikan cerpen tersebut tampak, antara lain, pada temanya, yakni tentang cinta. Jika seseorang sedang mengalami perasaan seperti itu, maka tema ini sangat menarik baginya. Selain itu, cuplikan tersebut memiliki daya tarik tersendiri dalam kata-katanya yang puitis. Misalnya, pada kata-kata Seandainya aku tidak mencintaimu, tidak akan terbit rindu sewaktu berpisah. Berbagai makna atau sesuatu yang penting dapat kita temukan setelah membaca keseluruhan cerpen tersebut.

Pada umumnya kebermaknaan suatu cerita dinyatakan dalam amanat, ajaran moral, atau pesan yang ingin dijelaskan pengarang. Amanat tersirat di balik kata-kata yang disusun, dan juga berada di balik tema yang diungkapkan. Oleh karena itu, amanat selalu berhubungan dengan tema cerita itu. Misalnya, tema suatu cerita tentang hidup bertetangga, maka cerita amanatnya tidak akan jauh dari tema itu: pentingya menghargai tetangga, pentingnya menyantuni tetangga yang miskin, dan sebagainya.

Tugas

1. Nilai-nilai kehidupan apa saja yang dapat kamu peroleh dari penggalan cerpen-cerpen di bawah ini? Jelaskan alasan-alasannya!

a. “Memesan tulisan di depan itu mahal!” akhirnya Salijan teringat lagi kepraktisannya dalam keuangan, harga papan, ongkos pencatatan tulisan – ah, sepuluh ribu sendiri habis ke situ! Tentulah suaminya tidak akan setuju. Jumlah itu besar, lebih baik ditambahkan ke tabungan guna mengurus sertifikat baru tanah yang masih mereka miliki. Demikian sukar, berbelit, dan mahal untuk mendapatkan surat-surat tersebut, kata Samijo. Dan katanya lagi semakin lama akan menjadi semakin mahal, pegawai di kantor-kantor pemerintah akan minta jasa lebih besar lagi. Jadi, pengeluaran yang bukan untuk makan, pakaian lebaran, dan kesehatan, harus dihindari ….

b. “Tak bisa kurang sedikit?”
“Tentu saja bisa, Mister. Dalam perdagangan, seperti Tuan maklum, harga bisa damai. Apalagi Mister pecinta benda seni!” Tammy tak mendengarkan lebih lanjut, dengan tangkas dia bangkit kemudian ke belakang. Dia menulis sepucuk surat untuk Tuan Wahyono, ahli keramik sebelah rumah. Dia suruh pelayannya cepat mengantarkan surat itu.

“Aku minta bantuan Tuan Wahyono untuk menilai harga teko ini. Dia adalah ahli keramik Rumahnya di sebelah itu,” ujar Tammy setelah kembali di dekat tamunya.

c. Aku masih saja khawatir. Ramalan dukun-dukun itu mulai lagi mengganggu pikiranku. Kau juga mulai diganggu ramalan mereka? Tidak. Kita tidak boleh terpengaruh oleh ramalan-ramalan. Kita harus berdoa semoga ramalan itu tidak akan menimpa Lasuddin.

PELAJARI JUGA:  Menganalisis Isi Debat

Aku masih ingat, mereka menyebarkan ke seluruh kampung ramalan-ramalan itu. Benarkah akan terjadi seperti yang mereka katakan, bahwa semua keturunan kita akan musnah di ujung pisau sunat? Yakinkah kau akan itu? Kita berserah saja kepada-Nya.

Doakanlah Lasuddin. Bukankah hal ini harus diikuti setiap pengikut Islam sejati?

2. Kerjakan latihan berikut sesuai dengan instruksinya!

a. Berdiskusilah dan berkelompok setelah membaca sebuah cerpen.

b. Temukanlah nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting bagimu, baik sebagai seorang anak, pelajar, ataupun warga masyarakat.

c. Sajikanlah hasil diskusi kelompokmu itu di dalam format berikut.

Kemudian, presentasikan secara bergiliran di depan kelompok lainnya untuk mereka tanggapi.

Judul cerpen : ….
Pengarang : ….
Sumber : ….
Kebermaknaan
a. …. c. ….
b. …. d. …..

Contoh Jawaban

1. Pada jawaban ini, peserta didik menemukan nilai-nilai kehidupan dari penggalan-penggalan cerpen yang disajikan dengan menyerta alasannya.

a. Nilai Ekonomi
Alasan: dalam penggalan cerpen tersebut mengenai situasi yang sering terjadi di masyarakat yaitu tentang kondisi keuangan sehingga harus hemat dalam pengeluaran.

b. Nilai Ekonomi
Alasan: dalam penggalan cerpen tersebut mengenai situasi perdagangan yang sering terjadi yaitu tawar-menawar harga terhadap barang yang dijual-belikan.

c. Nilai Budaya
Alasan: dalam penggalan cerpen tersebut mengenai tradisi kepercayaan terhadap ramalan seorang dukun.

2. Pada jawaban ini, peserta didik membaca sebuah cerpen kemudian berdiskusi menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang telah ditemukan dalam cerpen tersebut. Pengerjaannya berdasarkan format yang telah disediakan. Setelah itu, presentasikan secara bergiliran di depan kelas.

Judul Cerpen : Rumah Tuhan
Pengarang : AK. Basuki
Sumber : Buku Kumpulan Cerpen Klub Solidaritas Suami Hilang, Cerpen Pilihan Kompas 2013.

Kebermaknaan:
Dalam cerpen ini terdapat nilai sosial dan moral. Cerpen ini mengisahkan tentang ketulusan dan kesabaran seorang ibu dalam menolong orang lain. Tidak pernah mengeluh terhadap penderitaan yang dialaminya.

Nilai sosial yang ada ialah saling membantu dan menolong orang lain tanpa pamrih atau tanpa imbalan. Sementara itu, nilai moral yang ada ialah sikap sabar, tulus, dan tidak pernah mengeluh bisa menjadi cerminan kebaikan kepada orang lain.