Senam Ritmik

Posted on

Senam ritmik atau irama merupakan gerakan senam ataupun gerakan bebas yang dibarengi dengan musik atau nyanyian sesuai dengan irama yang mengikutinya. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam senam irama meliputi: keluwesan, kesinambungan gerakan, dan ketepatan irama. Rangkaian senam irama dapat dilakukan dengan cara berjalan, berlari, melompat, loncat, serta ayunan, dan putaran tangan

Pengertian Senam Ritmik

Senam ritmik atau senam irama adalah salah satu cabang senam artistik dimana seorang atlet atau sekelompok atlet senam mempertunjukkan koreografinya yang kental dengan nuansa akrobatik, balet dan tari modern dengan atau tanpa alat bantu senam yang berupa bola (ball), pita (ribbon), tali (rope), gada (club), dan simpai (hoop).

Senam irama ini merupakan senam yang dipertandingkan dalam olimpiade dan pertandingan senam irama internasional, sementara itu senam aerobik misalnya, merupakan senam yang dilakukan untuk sekedar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dimana dalam senam ini sekelompok peserta melakukan gerakan senam dengan dipandu oleh seorang pemandu senam.

Sejauh ini senam irama hanya dilakukan/diperuntukkan oleh kaum hawa. Namun akhirnya Jepang mulai mempelopori untuk menciptakan nomor putra dalam senam irama meski hal ini masih berlaku di kalangan Jepang saja.

Prinsip Senam Ritmik

Untuk dapat melakukan senam ritmik dengan baik tentu harus menguasai setiap gerakan sehingga menghasilkan rangkaian gerakan yang indah dan bermanfaat bagi kesehatan jasmani. Dalam melakukan senam ritmik terdapat prinsip-prinsip yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan gerakan.

Prinsip-prinsip senam ritmik di antaranya :

  1. Irama
    Setiap gerakan senam irama selalu diiringi dengan irama musik, sehingga setiap gerakan yang kita lakukan harus mengikuti irama musik pengiringnya agar menghasilkan gerakan yang lentur dan luwes sesuai irama. Umumnya musik yang digunakan sebagai pengiringnya menggunakan irama 2/3, 4/4 dan sebagainya.
  2. Fleksibelitas
    Fleksibelitas atau kelenturan tubuh diperoleh dengan rajin berlatih senam ritmik. Kelenturan tubuh diperoleh dalam waktu yang cukup lama sehingga anda disarankan untuk rajin berlatih.
  3. Kontuinitas Gerakan
    Kontuinitas gerakan ini merupakan rangkaian gerakan yang terdapat dalam senam ritmik. Kontinuitas gerakan sudah disusun atau dirancang sebelum senam dilaksanakan. Untuk memperoleh kontuinitas gerakan ini diperlukan ketekunan dalam berlatih.

Gerakan Dasar Senam Ritmik

Gerakan Langkah Kaki 

Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut.

  1. Langkah biasa (looppas)
    Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di samping badan. Melangkahkan kaki kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secara
    bergantian. Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut.
    1) Kaki mengeper pada sendi lutut.
    2) Gerakan dilakukan dengan rileks.
    3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
  2. Langkah rapat
    Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan hitungan 1 kanan, hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.
    Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.
    1) Gerakan kaki mengeper pada lutut.
    2) Dilakukan dengan rileks dan luwes.
    3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
  3. Langkah keseimbangan (ballanspas)
    Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.
    Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:
    1) Tidak ada saat berhenti;
    2) Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
    3) Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
    d. Langkah depan (galoppas)
PELAJARI:  Fungsi Masing - Masing Petugas Pertandingan dan Official Tim Dalam Lari Jarak Pendek

Sikap tegak anjur kiri. Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri di muka kaki kanan. Kraissprong dapat pula dilakukan ke belakang. Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.

Gerakan Ayunan Tangan

Gerakan ayunan tangan sebagai berikut:

a. Ayunan satu lengan depan belakang.
b. Ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
c. Variasi ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
d. Ayunan dua lengan depan belakang.
e. Ayunan dua lengan silang depan di muka badan.

  1. Mengayun Satu Lengan
    a. Mengayun tangan ke atas
    Pelaksanaannya:
    – Berdiri tegak kedua tangan di samping badan.
    – Hitungan 1–2 = Ayunkan tangan kanan ke atas 2× hitungan, kembali ke sikap semula.
    – Hitungan 3–4 = Ayunkan tangan kiri ke atas 2× hitungan, kembali ke setiap semula.
    – Lakukan gerakan ini bergantian 2×8 hitungan.
    b. Mengayun tangan ke samping
    Pelaksanaannya:
    – Berdiri kedua kaki dibuka selebar bahu.
    – Kedua tangan ditekuk di depan dada.
    – Hitungan 1–2 = Ayunkan tangan kiri ke kiri 2× hitungan.
    – Hitungan 3–4 = Kembali tangan kiri ditekuk.
    – Hitungan 5–6 = Ayunkan tangan kanan ke kanan 2× hitungan.
    – Hitungan 7–8 = Kembali tangan kanan ditekuk di depan dada.
    – Lakukan gerakan ini bergantian 2×8 hitungan.
  2. Mengayun Dua Lengan
    a. Mengayun kedua lengan ke atas
    Pelaksanaannya:
    – Berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu.
    – Kedua tangan di samping badan.
    – Hitungan 1–3 = Ayun kedua lengan ke atas 3× hitungan.
    – Hitungan 4 = Kembali ke sikap awal.
    – Hitungan 5–7 = Ayun lagi kedua lengan ke atas.
    – Hitungan 8 = Kembali ke sikap awal.
    – Lakukan berulang-ulang 2×8 hitungan.b. Ayunan kedua lengan ke samping
    Pelaksanaannya:
    a. Berdiri.
    b. Kedua tangan diluruskan ke depan.
    c. Hitungan 1–3 = Ayun kedua tangan ke samping kiri 3× hitungan.
    d. Hitungan 4 = Kedua tangan kembali ke posisi semula.
    e. Hitungan 5–7 = Ayun kedua tangan ke samping kanan 3× hitungan.
    f. Hitungan 8 = Kedua tangan kembali ke posisi semula.
    g. Lakukan gerakan mengayun kedua lengan ke kiri dan ke kanan 2×8 hitungan.C.Melangkah dan Mengayun
    Gereakan ini merupakan gabungan antara gerakan melangkahkan kaki dan mengayun lengan yang diiringi irama.
    Tujuannya:
    – Merangkaikan gerakan secara harmonis.
    – Menampilkan gerakan yang indah.
PELAJARI:  Bentuk Latihan Untuk Meningkatkan Daya Tahan

Gerakan Melangkah dan Mengayun

Gerakan melangkah dan mengayun terdiri atas:

  1. Melangkah dan Mengayun Kedua Lengan ke Atas
    a. Sikap aural berdiri tegak, kedua tangan di samping badan.
    b. Hitungan 1–3 = Kaki kiri melangkahkan serong ke depan diikuti gerakan engayun kedua tangan ke belakang 3× hitungan.
    c. Hitungan 4 = Kembali ke sikap berdiri tegak, kedua kaki rapat kedua tangan di samping badan.
    d. Hitungan 5–7 = Kaki kanan melangkah serong kanan lutut ditekuk, diikuti ayunan kedua lengan ke atas belakang 3× hitungan.
    e. Hitungan 8 = Kembali ke sikap semula.
    f. Lakukan bergantian 2×8 hitungan.
  2. Melangkah dan Mengayun Kedua Lengan ke Samping
    Pelaksanaannya:
    a. Berdiri tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan ke samping badan.
    b. Hitungan 1–2 = Kaki kiri melangkah ke depan dua langkah.c. Hitungan 3–4 = Ayun kedua tangan ke samping kanan 2× hitungan.
    d. Hitungan 5–6 = Kaki kanan mundur dua langkah.
    e. Hitungan 7–8 = Ayun kedua tangan ke samping kiri 2× hitungan.
    f. Lakukan bergantian 2×8 hitungan.

Macam-macam Senam Ritmik

Berdasarkan alat yang dipergunakan, macam-macam senam ritmik atau senam irama bisa dibagi menjadi 6, yakni:

  1. Senam Ritmik dengan Alat Berupa Bola
    Jika alat ini dipergunakan oleh atlet yang perform pada kelas individu, maka jumlah bola yang dibutuhkan hanyalah satu.
    Demikianpun dalam grup, masing-masing atlet hanya mendapat satu bola meski pada nantinya bola tersebut digunakan, 1 atlet bisa bermain lebih dari satu bola, yakni dengan menggunakan bola milik rekannya.
    Bola bisa dimainkan dengan cara dilempar, digelindingkan, dibawa dengan berbagai macam jenis gerakan atau gestur, dan lain sebagainya.
    Semakin sulit permainan yang dilakukan oleh atlet ketika berinteraksi dengan bola, maka poin yang didapatkan semakin tinggi.
  2. Senam Ritmik dengan Alat Berupa Pita
    Seperti halnya pada senam ritmik dengan alat berupa bola, pada alat ini masing-masing atlet hanya diperbolehkan menggunakan sebuah pita yang dimainkan dengan berbagai jenis cara dan gaya seperti diputar dengan putaran besar diputar dengan putaran kecil berpola, dilempar, dililit ke tubuh lalu dilepaskan kembali, dan sebagainya.
  3. Senam Ritmik dengan Alat Berupa Tali
    Penggunaan alat berupa tali ini bisa disetarakan dengan pita sebagaimana telah dijelaskan di atas dan akan lebih lanjut di jelaskan pada poin pembahasan berikutnya.
  4. Senam Ritmik dengan Alat Berupa Gada
    Tiap atlet akan menggunakan dua buah gada yang bisa dipegang dengan satu atau dua tangan, gada ini bisa dilempar dan dimain-mainkan dan diikuti dengan berbagai jenis gerakan tubuh yang sulit namun indah.
  5. Senam Ritmik dengan Alat Berupa Simpai
    Simpai mayoritas dipergunakan dengan cara dilempar untuk ditangkap dengan berbagai cara, atau diputar dengan menggunakan bagian tubuh tertentu dan gestur tubuh tertentu, misalnya diputar dengan pergelangan tangan sembari sang atlet juga memutar tubuhnya dengan bertumpu pada satu kaki.