Abad Diturunkannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s.

Posted on

Menurut pendapat yang masyhur, kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul jumlahnya banyak. Ada yang menyebut 184 kitab, ada juga yang berpendapat 114 kitab. Namun, tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa jumlah kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul karena Allah tidak menerangkannya dalam Al Quran. Hanya Allah sendiri Yang Maha Mengetahui banyaknya jumlah kitab tersebut karena Dia-lah yang menurunkan-Nya kepada para Rasul.

Karena itu, kita hanya diwajibkan mengimaninya secara keseluruhan, tidak diwajibkan secara terperinci berapa banyak jumlahnya dan apa nama-namanya. Namun ada empat kitab yang wajib kita imani dan ketahui, yaitu: Kitab Taurat, Kitab Zabur, Kitab Injil, Kitab Al Quran.

Dilihat dari urutannya, kitab Taurat merupakan kitab yang pertama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi-Nya Musa a.s. Allah Swt telah mewahyukan kitab taurat ke beberapa Nabi-Nya. Allah Swt juga memerintahkan kepada Nabi-Nya agar mengamalkan ajaran yang terkandung dalam kitab tersebut untuk disampaikan kepada umat-nya.

PELAJARI:  Pengertian dan Perbedaan Antara Surga dan Neraka

Di turunkannya kitab Taurat, sekitar abad ke-12 SM yang dilatar belakangi oleh sebuah kaum yaitu Kaum Bani Israel yang bertindak sesuka hati, tidak percaya dengan ajaran Allah Swt.

Sebelum mendapatkan kitab Taurat ini, Nabi Musa a.s melakukan Puasa selama tiga puluh hari pada bulan Zulqa’dah. Hal ini dikarenakan oleh kaum Bani Israel. Kaum Bani Israel hidup dengan menyembah sebuah patung, hidup dengan berfoya-foya, mereka selalu mencuri harta milik orang lain untuk menafkahi kehidupan mereka.

Sungguh kejam perbuatan yang mereka lakukan. Tidak memikirkan apa yang terjadi dan dialami oleh masyarakat yang telah mereka tindas. Mereka berpikir bahawa apa yang mereka lakukan itu adalah suatu perbuatan yang halal dan bukanlah perbuatan dosa.

Nabi Musa a.s pun selalu mengingatkan tentang perbuatan yang mereka lakukan itu adalah perbuatan yang salah dan berdosa. Jauh dari perintah Allah Swt. Beliau selalu menyerukan dan membimbing kaum Bani Israel untuk tidak menyekutukan Allah Swt. Nabi Musa a.s telah berjanji kepada kaum Bani Israel untuk membuktikan bahwa Allah Swt adalah Maha kuasa. Tidak ada yang lain untuk disembah kecuali Allah Swt.

PELAJARI:  Pengertian Ilmu Qiraat dan Pembagiannya

Dari janji yang telah dikatakannya, Nabi Musa a.s pergi untuk bermunajat ke Bukit Tursina. Kemudian Allah Swt memerintahkan Nabi Musa a.s untuk berpuasa selama tiga puluh hari. Namun, selama beliau berpuasa merasa mulutnya sangat pahit dan sangat bau. Beliau pun menggosok gigi dan memakan dedaunan untuk menghilangkan rasa pahit dan bau tersebut.

Lalu Allah swt memerintahkan malaikat-Nya untuk menemui Nabi Musa a.s dan berkata “Hai Musa, Mengapa Engkau menggosok gigimu untuk menghilangkan rasa bau mulutmu yang tidak sedap? Padahal bau mulutmu dan mulut orang-orang yang berpuasa bagi kami lebih wangi dari minyak kasturi. Maka, dari perbuatanmu Allah Swt memerintahkan untuk berpuasa lagi selama 10 hari”

Setelah itu, Nabi Musa a.s kembali berpuasa dan bermunajat kepada Allah Swt. Atas perjuangan yang telah dilakukan, akhirnya Nabi Musa a.s mendapatkan kitab Taurat. Kitab tersebut berupa kepingan batu dan kayu. Didalam kepingan batu dan kayu tersebut berisikan ajaran-ajaran Allah Swt. Kemudian tugasnya menyeruan Bani Israel untuk menyembah Allah Swt. Kitab Taurat menjadi peringatan kepada kaum Bani Israel.

PELAJARI:  Pengertian Puasa Arafah Serta Keutamaannya

Isi dari kitab Taurat adalah:

  • Hormati dan cintailah Allah Swt.
  • Sebutlah nama Allah Swt dengan hormat.
  • Sucikanlah hari Sabtu.
  • Hormatilah ibu-bapakmu.
  • Jangan membunuh.
  • Jangan berbuat zina.
  • Jangan mendekati perbuatan zina.
  • Jangan mencuri.
  • Jangan berdusta.
  • Jangan mengambil hak orang lain.

Dari penjelasan diatas, dapat memberikan pelajaran yang sangat bermakna bagi kita untuk menjalani kehidupan. Kita tidak boleh bersikap sewenang-wenang kepada orang lain, tidak boleh mengambil harta milik orang lain, dan yang paling penting tidak ada Tuhan selain Allah Swt.