Penyakit yang Disebabkan oleh Parasit Insekta

Nama penyakit scabies mungkin masih terasa asing di telinga Anda, namun penyakit ini merupakan salah satu dari beberapa penyakit kulit. Saat Anda merasa gatal-gatal pada malam hari, dan saat yang sama salah seorang anggota keluarga Anda mengalmi hal yang sama maka besar kemungkinan itu adalah penyakit scabies atau biasa disebut pula “seven-year itch”.

Penyakit scabies merupakan penyakit yang menyerang pada bagian kulit dan rasanya sangat gatal. Penyakit ini disebabkan oleh parasit insekta yang sangat kecil bernama Sarcoptes scabiei varian hominis. Saat penyakit ini menyerang maka Anda akan merasa gatal utamnya pada malam hari. Selain itu, penyakit ini sangat mudah untuk menular hanya dengan kontak langsung atau tidak langsung. Penyakit scabies ini banyak diderita di masyarakat kita, maka tak heran banyak penamaan untuk penyakit ini seperti gudik (gudikan), kudis (kudisan), gatal agogo, budukan, dan lain-lain (silahkan ditambahkan).

Penyebab Penyakit Scabies

Diatas telah kami sebutkan penyebab penyakit scabies yaitu tungau yang berukuran kecil dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Melihat kutu kecil ini, diperlukan mikroskop. Ukuran kutu (tungau) betina kurang lebih 0,3-0,4 mm, sedangkan S. scabei jantan setengah dari ukuran betina.

Kutu betina yang sudah dibuahi akan tinggal di kulit dengan membuat liang terowongan pada kulit (lihat gambar), disana ia bertelor sekitar 40-50 butir telor, dan akan menetas dalam waktu 3-5 hari. Di luar kulit, kutu ini hanya dapat bertahan hidup 2-3 hari pada suhu kamar.

Cara Penularan Scabies

Penyakit ini disebabkan oleh kutu, maka penularannya dari orang ke orang maka penyakit ini sangat mudah untuk menular. Penularan scabies bisa terjadi secara kontak langsung atau bersentuhan kulit-kulit dan hubungan suami istri. Bisa juga terjadi secara tak langsung misalnya melalui pakaian, handuk, dan tempat tidur yang dipakai bersama-sama.

PELAJARI JUGA:  Jelaskan Adaptasi Pada Hewan Semut

Gejala Scabies

Gejala utama penyakit scabies adalah gatal pada kulit, terutama memburuk pada malam hari. Rasa gatal terjadi karena reaksi alergi terhadap tungau. Terjadi secara berkolompok seperti telah disebutkan di atas.

Gejala scabies atau kudis lainnya meliputi:

  • Gatal di sela-sela jari dan pergelangan tangan.
  • Gatal pada permukaan luar siku dan di ketiak.
  • Gatal di sekitar perut dan pusar.
  • Gatal Pada bagian bokong dan selangkangan.
  • Gatal di sekitar puting susu, garis bra, dan sisi payudara (pada wanita).
  • Gatal Pada alat kelamin (pada pria).

Pada bayi dan anak-anak kecil, gatal-gatal dan iritasi kulit juga dapat terjadi pada kulit kepala, leher, dan wajah dan telapak tangan dan telapak kaki.

Pengobatan Scabies

Penyakit scabies atau Kudis ini tidak akan sembuh dengan sendirinya. Untuk menghilangkannya, dan agar tidak menyebar kepada orang lain, maka perlu menggunakan obat scabies berbentuk krim khusus atau lotion yang dioleskan pada kulit. Obat scabies cream ini mengandung permethrin atau kandungan lainnya.

Oleskan obat scabies merata ke seluruh permukaan kulit yang gatal, tapi hindari daerah sekitar mata dan mulut. Setelah dioleskan biarkan, jangan terkena air selama 8 sampai 14 jam (tergantung obatnya) baru kemudian dibersihkan atau mandi.

Antihistamin (seperti interhistin, cetirizin, dll), krim steroid, atau, dalam kasus yang parah, pil steroid dapat membantu mengurangi rasa gatal. Obat anti gatal ini diminum sebelum menggunakan obat scabies di atas, tentu hal ini harus berdasarkan rekomendasi dokter. Baca juga: Obat gatal paling ampuh Jika terdapat infeksi skunder yang ditandai dengan nanah pada kulit yang gatal, maka diperlukan antibiotik.