Siklus Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna baik dalam sisi agama maupun science. Tingkat kekompleksan tubuh manusia adalah yang tertinggi diantara organisme lainnya. Meski demikian, tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia sama seperti kelompok hewan lainnya terutama dari bangsa Hominidae. Tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia semua berawal dari satu “titik” zigot yang merupakan hasil penyatuan dua inti sel gamet, sperma dan ovum.

Proses Perkembangan Embrio

Kehamilan diawali dengan proses fertilisasi (pembuahan) yang akan berlanjut pada perkembangan embrio hasil fertilisasi. Fertilisasi atau pembuahan adalah peleburan antara inti sel telur dengan inti sel sperma. Dari ratusan inti sel sperma, hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Saat fertilisasi, kepala sperma menembus dinding sel telur, sedangkan ekornya tertinggal di luar. Selanjutnya inti sel telur dan inti sel sperma bersatu.

Setelah bersatu, ovum menjadi zigot. Zigot berupa sel diploid (2n) dengan jumlah kromosom 23 pasang. Selanjutnya sambil bergerak ke arah uterus, zigot membelah secara mitosis berkali – kali. Zigot membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya. Tahap ini disebut tahap pembelahan (cleavage). Pada saat zigot mencapai 32 sel dan seperti buah arbei disebut morula.

Morula akan berkembang membentuk blastula. Pada perkembangan selanjutnya, sel-sel bagian dalam blastula akan membentuk bakal janin (embrioblas) dan sel-sel bagian luarnya membentuk trofoblas. Trofoblas merupakan dinding yang berfungsi untuk menyerap makanan dan nantinya akan membentuk plasenta (ari-ari, tembuni).

Pada hari ke-4 atau ke-5 setelah fertilisasi, blastula kemudian bergerak menuju uterus. Selama proses ini, korpus luteum menghasilkan hormon progesteron untuk implantasi (perlekatan) embrio pada dinding uterus dengan merangsang pertumbuhan uterus. Dinding uterus menjadi lunak, tebal, dan lembut serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk).

Blastula kemudian melakukan implantasi atau tertanamnya embrio pada uterus (rahim). Zigot yang telah menempel pada dinding rahim disebut embrio. Jika embrio tersebut bertahan hingga dua bulan dan mulai tumbuh bagian atau organ-organ tubuh dan embrio sudah dilindungi berbagai selaput dan cairannya, embrio selanjutnya disebut janin (fetus) sampai pada saat bayi dilahirkan.

Peristiwa implantasi embrio dimulai dengan hancurnya sel-sel endometrium di bagian tertentu dengan enzim, kemudian jaringan endometrium melipat membungkus embrio. Trofoblas terbenam lebih dalam dan berdiferensiasi membentuk plasenta.

PELAJARI JUGA:  Sebab-Sebab Terjadinya Perubahan Pada Benda

Siklus Pertumbuhan Embrio

Di dalam masa prenatal (pra kelahiran) ditemukan tiga fase pertumbuhan yaitu germinal, embrional dan fetus (janin).

Fase Germinal

Fase ini berlangsung ini berlangsung kira-kira dua minggu pertama dari kehidupan yakni sejak terjadinya pertemuan antara sel sperma dengan sel telur atau ovum, yang dinamakan dengan pembuahan atau fertilisasi. Zigot (hasil pembuahan) berkembang cepat 72 jam setelah pembuahan, membelah diri menjadi 32 sel dan sehari kemudian sudah menjadi 70 sel. Pembelahan ini berlangsung terus sampai menjadi 800 milyar sel atau lebih dan dari sinilah manusia tumbuh berkembang.

Dalam fase germinal ini terbentuklah saluran yang menempel pada uterus yang dicapai selama 3-4 hari yang kemudian berubah bentuk menjadi blastocyst dan terapung bebas dalam uterus selama satu atau dua hari. Beberapa sel sekitar pinggiran blastocyst membentuk piringan embrionik (embryonic disk) merupakan massa sel yang tebal. Trofoblas terbenam lebih dalam dan berdiferensiasi membentuk plasenta.

Fase Embrional

Berkembang mulai pada 2-8 minggu setelah pembuahan. Bagian embrioblas membentuk dua lapisan pada hari kedua belas yaitu lapisan luar (ektodermis) dan lapisan dalam (endodermis). Bagian permukaan dari lapisan ektodermis melakukan pelekukan (invaginasi) ke dalam membentuk lapisan mesodermis. Proses ini disebut gastrulasi, dan terjadi pada minggu ketiga.

Pada perkembangan berikutnya, dari ketiga lapisan dasar terbentuk jaringan, organ, dan sistem organ. Keadaan ini terjadi mulai dari minggu keempat sampai kedelapan dan saat itu disebut organogenesis (pembentukan organ).

Tabel organogenesis dari tiga lapisan dasar

Lapisan DasarOrgan – Organ yang Dibentuk
EktodermisSusunan saraf, hidung, mata, epidermis, dan kelenjar-kelenjar kulit.
MesodermisJaringan tulang, otot, jantung, pembuluh darah dan getah bening, ginjal, kelenjar kelamin dan limpa.
EndodermisKelenjar gondok dan anak gondok, hati, pankreas, dan epitelium yang membatasi uretra, kandung kemih, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan.

Bersamaan dengan terbentuknya tiga lapisan tersebut, sistem pendukung kehidupan pada embrio juga berkembang dengan pesat. Termasuk dalam sistem ini adalah amnion (kantong ketuban), tali pusar dan plasenta.

  1. Amnion adalah sistem dukungan yang kehidupan yang merupakan kantong tipis atau amplop berisi cairan yang jernih tempat embrio yang berkembang mengapung.
  2. Tali pusar terdiri dari dua arteri dan satu vena yang menghubungkan bayi dengan plasenta.
  3. Plasenta berisi kelompok jaringan yang memiliki bentuk seperti piringan dan di dalamnya terdapat pembuluh darah kecil yang terangkai antara ibu dengan bayinya, tetapi tidak bergabung. Pada saat kebanyakan wanita mengetahui mereka hamil, organ-organ utama mulai terbentuk.
PELAJARI JUGA:  Perbedaan Antara Siklus Litik dan Siklus Lisogenik Pada Reproduksi Virus
Fase Fetus (janin)

Berkembang mulai dari delapan minggu setelah pembuahan. Tahap-tahap perkembangan embrio menjadi janin dan menjadi bayi yang siap dilahirkan adalah sebagai berikut:

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Triwulan I

Umur kehamilanPanjang fetusPembentukan organ
4 minggu7,5-10 mmRudimental mata, telinga & hidung.
8 minggu2,5 cmHidung, telinga, jari mulai dibentuk, kepala menekuk ke dada.
12 minggu9 cmDaun telinga jelas, kelopak mata melekat leher mulai terbentuk, alat kandungan luar terbentuk namun belum terdiferensiasi

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Triwulan II

Umur kehamilanPanjang fetusPembentukan organ
16 minggu16-18 cmGenetalia eksterna terbentuk dan dapat dikenal, kulit tipis dan warna merah.
20 minggu25 cmKulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh di kepala, dan rambut halus (lanugo) tumbuh di kulit.
24 minggu30-32 cmKedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata serta kulit keriput. Kepala besar. Bila lahir dapat bernafas tetapi hanya dapat bertahan hidup beberapa jam saja.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Triwulan III

Umur kehamilanPanjang fetusPembentukan organ
28 minggu35 cmKulit warna merah ditutupi veniks kaseosa. Bila lahir, dapat bernafas, menangis pelan dan lemah, bayi imatur.
32 minggu40-43 cmKulit merah dan keriput. Bila lahir, kelihatan seperti orang tua kecil (little old man)
36 minggu46 cmMuka berseri, tidak keriput. Bayi Prematur
40 minggu50-55 cmBayi cukup bulan. Kulit licin, verniks kaseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ-organ baik. Pada pria testis sudah berada dalam skrotum, sedangkan pada wanita, labia mayora berkembang baik.