Teknik Dalam Kegiatan Menggambar

Posted on

Menggambar merupakan salah satu aktivitas membentuk imaji, serta menerapkan banyak pilihan teknik dan alat. Menggambar dilakukan seseorang dengan cara membuat goresan, garis, arsiran maupun gambar atau menduplikasi suatu objek dan pemandangan ke dalam media kertas, kanvas, dinding dan lain-lain, dengan menggunakan pensil, pensil warna, crayon dan cat air.

Pelakunya disebut dengan menggambar yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa. Semua orang pasti pernah melakukannya, entah sewaktu mereka masih kecil maupun sampai mereka lakukan sampai dewasa.

Teknik-teknik dalam menggambar

Teknik Pointilis

Teknik pointilis adalah cara atau teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk suatu objek. Pointilisme adalah teknik lukisan di mana tersusun/terbentuk dari titik kecil, titik-titik yang berbeda dari warna diterapkan dalam pola untuk membentuk sebuah gambar.

Georges Seurat mengembangkan teknik ini pada tahun 1886, bercabang dari Impresionisme. Para Pointillism Istilah ini pertama kali diciptakan oleh kritikus seni di akhir 1880-an untuk mengolok-olok karya-karya para seniman, dan sekarang digunakan tanpa konotasi sebelumnya mengejek nya.

Teknik melukis yang digunakan untuk warna pointillist pencampuran dengan mengorbankan dari sapuan kuas tradisional yang digunakan untuk menggambarkan tekstur. Mayoritas pointilisme dilakukan dalam cat minyak. Apa saja dapat digunakan sebenarnya, misalnya drawing pen, tetapi minyak yang lebih disukai.

PELAJARI:  Mengenal Cabang Seni Rupa Murni (Pure Art / Fine Art)

Teknik Dussel (Gosok)

Teknik dussel adalah teknik menggambar dengan cara menggosok sehingga menimbulkan kesan gelap-terang atau tebal-tipis. Alat yang bisa digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte.

Teknik menggambar ini menggunakan bantuan kapas atau alat khusus yang berupa gulungan kertas (bentuknya mirip pensil), bahkan jari-jari kitapun dapat digunakan untuk teknik menggambar yang satu ini. Pada teknik ini stroke/garis akan dihilangkan atau dihaluskan dengan cara digosok-gosok (dusel). Yang paling cocok untuk teknik menggambar ini adalah menggunakan jenis pensil yang lunak ( 2B ke atas) atau konte dan krayon. Perhatikan gambar dibawah ini!

Teknik Siluet (Blok)

Teknik siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan balok.Gambar yang dibuat dengan bentuk menyeluruh secara blok pada bentuk yang diinginkan/disekitarnya.

Teknik siluet ada 2 macam, yaitu :

  • Siluet Positif yaitu menggambar dengan memberikan warna/blok pada bentuk yang diinginkan.
  • Siluet Negatif yaitu menggambar dengan memberikan warna/blok di sekitar/sekeliling bentuk yang anda inginkan.
PELAJARI:  Tari Penyambutan di Kalimantan Timur

Teknik Arsir

Teknik arsir dibuat dengan cara menggoreskan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang membuat kesan gelap-terang, gradasi, atau kesan dimensi. Teknik mengambar arsir lebih menekankan pada kekauatan garis (stroke). Dilakukan berulang-ulang secara sejajar maupun tumpang berpotongan, hal ini dilakukan untuk memberikan kesan gelap. Atau dapat dilakukan secara sejajar dengan memperhatikan kerapatannya saja, apabila dilakukan dengan rapat menyebabkan kesan gelap dan sebaliknya. Atau menggunakan tekanan yang ringan dan kuat dilakukan secara diulang-ulang. Alat yang digunakan biasanya pensil, spidol, crayon, konte, kapur, arang, dll.

Teknik Aquarel (Sapuan Basah)

Cara menggambar dengan menggunakan teknik aquarel Anda dapat menggunakan bahan dengan campuran air di kertas, kain, atau bidang lain. Sedangkan apabila Anda menggunakan bahan berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak. Teknik menggambar ini menggunakan media basah untuk menghasilkan warna yang transparan. Kertas gambar sebelum dilakukna proses menggambar paling bagus yang harus dibasahi agar cat cepat menyebar. Atau dibuat lembab.

PELAJARI:  Seni Musik dan Unsur yang Menyusunnya

Alat yang cocok adalah menggunakan kuas. Dilakukan secara berulang-ulang dan menumpuk agar menghasilkan warna tua atau gelap. Teknik menggambar yang satu ini memang membutuhkan kemampuan khusus dalam penguasaan alat kuas. Gambar dari teknik ini memiliki karakter khusus dan karena bahan warnanya cat air atau acrylik maka warna yang dihasilkan memeng tampak cemerlang kalau dibandingkan crayon.