Mengidentifikasi Nilai-nilai dan Isi Hikayat

Posted on

Kamu pernah membaca cerita rakyat? Ya, cerita rakyat sudah tidak asing di telinga kamu. Salah satu jenis cerita rakyat adalah hikayat. Hikayat sendiri merupakan cerita melayu klasik dan memiliki nilai-nilai kearifan lokal.

Selain itu, hikayat juga memiliki nilai kehidupan seperti nilai religius (agama), moral, budaya, social, edukasi (pendidikan), dan estetika (keindahan).

Mendengarkan hikayat banyak memberikan manfaat antara lain mengetahui tentang budaya, moral, dan nilai-nilai kehidupan lain.

Kegiatan 1

Mengidentifikasi Isi Pokok Cerita Hikayat dengan Bahasa Sendiri

Hikayat termasuk ke dalam teks narasi. Kamu akan dapat mendengarkan pembacaan hikayat berikut ini. Gurumu atau salah satu temanmu akan membacakan cerita tersebut di kelasmu. Untuk dapat mendengarkan dengan baik, lakukanlah hal-hal berikut:

    • Berkonsentrasilah pada cerita yang akan didengarkan agar dapat mencatat tema atau inti ceritanya;
    • Supaya membantu kamu dalam memahami alur, tuliskanlah bagian-bagian penting yang terdapat dalam hikayat tersebut;
    • Sebelum mendengarkan Hikayat Indera Bangsawan, kamu dapat menyampaikan pertanyaan umum, misalnya:
      (a) Siapakah Indera Bangsawan itu?
      (b) Peristiwa apa apa yang diceritakan atas diri Indera Bangsawan?
      (c) Dimanakah kisah dalam hikayat itu terjadi?
    • Bersiap-siaplah untuk berlatih mengidentifikasi isi pokok cerita hikayat dengan bahasamu sendiri.

Marilah berlatih mendengarkan hikayat yang dibacakan! Supaya kamu dapat melakukan kegiatan mendengarkan dengan benar, tutuplah buku ini! Dengarkanlah dengan saksama.

Hikayat Indera Bangsawan

Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup.

Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari mencari.

PELAJARI:  Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Eksplanasi

Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada AllahSubhanahuwata’ala dan berjalan dengan sekuat-kuatnya.

Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai.Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya.

Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. Ia sampai di suatu padang yang terlalu luas. Ia masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa Indera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.”

Setelah mendengar kata-kata baginda Si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu.Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala.

Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa (neneknya) dan menunjukkannya kepada raja.

Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteripun sembuhlah. Adapun setelah Tuan Puterisembuh, baginda tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya upaya.

PELAJARI:  Menceritakan Kembali Isi Teks Biografi

Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginnda berkata kepada sembilan anak raja bahwa yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri. Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indrra Bangsawan. Indra Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa datang hendak mengambil Puteri, Puteri menyuguhkan makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda sajian yang lezat itu tanpa pikir panjang Buraksa menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum dalam gentong.

Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya.

Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa.

Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi. Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong diketahui raja dan rakyatnya.

Tugas 1
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

1) Siapakah Indera Bangsawan?
Jawab: Indra bangsawan adalah putra kedua seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial.

2) Bagaimana keadaan kelahiran Indera Bangsawan?
Jawab: Keadaan kelahiran indra bangsawan yang bersamaan dengan sebilah pedang disambut dengan suka cita.

3) Siapakah putri yang ditolong oleh saudara kembar Indera Bangsawan?
Jawab: Puteri Ratna Sari yang ditolong oleh saudara kembar indra bangsawan.

4) Apa yang dilakukan Syah Peri setelah berpisah dengan Indera Bangsawan?
Jawab: Syah Peri berjalan menuju ke sebuah taman dan menemukan sebuah mahligai.

5) Mengapa Indera Bangsawan dan Syah Peri terpisah?
Jawab: Karena angin ribut yang memisahkan mereka.

6) Bagaimanakah cara Indera Bangsawan mengalahkan Buraksa?
Jawab: Dengan menjeratnya melalui bantuan si kuda hijau.

7) Bagaimana cara Indera Bangsawan masuk ke dalam istana Raja Kabir?
Jawab: Menjadikan dirinya budak berambut keriting

8) Siapakah yang selalu menolong Indera Bangsawan sehingga ia selalu bisa melakukan hal
sulit yang diminta Raja Kabir?
Jawab: Allah Subhanahuwata’ala

9) Apakah Putri Kemala Sari mengetahui penyamaran Indera Bangsawan?
Jawab: Tidak.

10) Apa amanat yang dapat dipetik dari hikayat di atas?
Jawab: – Tidak mudah menyerah
– Melakukan apa pun yang diperintahkan orang tua dengan ikhlas
– Berserah diri kepada Tuhan dan selalu berusaha yang terbaik

Tugas 2
Untuk memahami isi pokok hikayat, selain menjawab pertanyaan, kamu juga dapat mencari pokok-pokok isi setiap bagian hikayat.

Berikut ini disajikan contoh analisis isi pokok hikayat. Setelah memahaminya, cobalah melanjutkan mencari isi pokok paragraf-paragraf selanjutnya pada kolom-kolom yang sudah disediakan.

  • Pada paragraf 1 dan 2, isi pokok sudah terdapat dalam tabel halaman 111 dan 112.
  • Paragraf 3:
    Syah Peri dan Indera Bangsawan pergi mencari buluh perindu.
  • Paragraf 4:
    Syah Peri dan Indera Bangsawan berpisah karena hujan badai.
  • Paragraf 5:
    Syah Peri yang pasrah kepada Tuhan.
  • Paragraf 6:
    Sesampainya di taman, Syah Peri menoreh gendang dan keluarlah Ratna Sari dan dayang-dayangnya. Garuda yang menahan Ratna Sari menyerang dan berhasil dikalahkan oleh Syah Peri.
  • Paragraf 7:
    Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa yang menjadi neneknya dan bercerita bahwa ia berada negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir.
  • Paragraf 8:
    Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa dan yang dapat memberikan air susu harimau yang baru saja beranak akan dinikahkan dengan Puteri Kemala Sari yang sedang sakit mata.
  • Paragraf 9:
    Kesaktian Si Hutan telah kembali seperti dahulu kala.
  • Paragraf 10:
    Kesembilan anak raja menemui Indera Bangsawan untuk meminta susu harimau tetapi oleh Indera Bangsawan diberikan susu kambing. Sedangkan susu harimau diserahkan Indera Bangsawan kepada raja.
  • Paragraf 11:
    Putri Kemala Sari pun sembuh, tetapi Raja Kabir masih bersedih hati karena harus menyerahkan Putri Kemala Sari kepada Buraksa.
  • Paragraf 12:
    Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa dapat mengambil jubah Buraksa akan menjadi suami Putri Kemala Sari.
  • Paragraf 13:
    Indera Bangsawan berhasil membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa.
  • Paragraf 14:
    Kesembilan anak raja mengambil selimut Buraksa dan mengatakan kepada Raja Kabir bahwa selimut itu adalah jubah Buraksa.
  • Paragraf 15:
    Indera Bangsawan menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa dan kemudian Raja Kabur mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri Kemala Sari.
PELAJARI:  Menjelaskan Cara Meneladani Karakter Unggul Tokoh dengan Menggunakan Teks Eksposisi

Tugas 3

Petunjuk:
1) Bacalah hikayat berikut dengan saksama.
2) Identifiksikanlah pokok-pokok isi hikayat tersebut.
3) Susunlah sinopsis berdasarkan pokok isi hikayatnya.

Pokok-pokok dari Hikayat Bunga Kemuning yaitu

1) Seorang raja mempunyai 10 orang puteri dan istrinya meninggal saat melahirkan puteri kesepuluh yaitu Puteri Kuning.

2) Suatu hari raja akan pergi jauh.

3) Ketika pulang, raja memberi Puteri Kuning sebuah kalung batu hijau dan membuat Puteri Hijau merasa cemburu

4) Puteri Hijau bersama saudaranya yang lain memukul kepala Puteri Kuning hingga meninggal kemudian menguburnya tanpa sepengatahuan orang-orang di istana.

5) Mengetahui puteri bungsunya hilang, raja pun mencarinya tapi tidak ditemukan.

6) Pada suatu hari tumbuhlah sebuah tanaman di atas kuburan Puteri Kuning yang kemudian dinamakan Puteri Kemuning karena tanaman tersebut terlihat seperti Puteri Kuning.