Mengidentifikasi Kaidah Bahasa Teks Biografi

 

Teks biografi menggunakan beberapa kaidah kebahasaan yang dominan.

 

1. Menggunakan pronomina (kata ganti) orang ketiga tunggal ia atau dia atau beliau. Kata ganti ini digunakan secara bervariasi dengan penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.
Contoh:

George Saa, putra Papua sangat menyukai pelajaran fisika. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Berkat ketekunannya, Si Genius dari Papua ini mendapatkan beasiswa hingga ke luar negeri. Meski kini telah sukses, Oge, begitu biasanya dia dipanggil, tetap menjadi pribadi yang ramah dan tidak sombong.

 

2. Banyak menggunakan kata kerja tindakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa atau perbuatan fisik yang dilakukan oleh tokoh.
Contoh: belajar, membaca, berjalan, melempar.

3. Banyak menggunakan kata adjektiva untuk memberikan informasi secara rinci tentang sifat-sifat tokoh. Kata-kata yang dimaksud.
Contoh: kata sifat untuk mendeskripsikan watak tokoh antara lain genius, rajin, ulet. Dalam melakukan deskripsi, seringkali penggunaan kata sifat didahului oleh kopulatif adalah, merupakan.

4. Banyak menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan peristiwa yang dialami tokoh sebagai subjek yang diceritakan.
Contoh: diberi, ditugaskan, dipilih.

5. Banyak menggunakan kata kerja yang berhubungan dengan aktivitas mental dalam rangka penggambaran peran tokoh.
Contoh: memahami, menyetujui, menginspirasi, mencintai.

6. Banyak menggunakan kata sambung, kata depan, ataupun nomina yang berkenaan urutan dengan waktu.
Contoh: sebelum, sudah, pada saat, kemudian, selanjutnya, sampai, hingga, pada tanggal, nantinya, selama, saat itu.

Hal ini terkait dengan pola pengembangan teks cerita ulang yang pada umumnya bersifat kronologis.

PELAJARI JUGA:  Meringkas Teks Tantangan "Pembatasan Solar Pengaruhi Kesejahteraan Buruh"

Tugas 1
Analisislah kaidah kebahasaan teks biografi George Saa! Tandai kaidah bahasa yang kamu temukan dengan garis bawah.

Kerjakanlah seperti contoh dengan menggunakan kolom-kolom berikut ini. Kamu boleh menambahkan kolomnya sesuai dengan kebutuhan. Kerjakan di buku tugas.

Kutipan teks

Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman. Hidupnya makin keras. Di pagi hari Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya.
Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Istinya harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju guna menghemat biaya hidup keluarga.

Analisis

(a) Kata ganti yang digunakan adalah ia, dan –nya (kata ganti milik) yang divariasikan dengan penyebutan namnya Habibie.
(b) Kata kerja tindakan berjalan, belajar, mengantri, mencuci.
(c) Kata deskriptif : keras, cepat
(d) Kata kerja pasif: diboyong
(e) Kata kerja mental: menghemat.
(F) Kata sambung yang menyatakan hubungan waktu: pada

Tugas 2

Seringkali penggunaan kata ganti kurang bervariatif, misalnya pada teks biografi B.J. Habibie, penulis lebih banyak mengulang-ulang penggunaan nama Habibie. Perhatikan contoh berikut ini.

Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPTselama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi Wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, B.J. Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undang-undang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang Susunan kedudukan DPR/MPR.

Bandingkanlah dengan pemvariasian peggunaan nama dengan kata ganti dan panggilan tokoh berikut ini.

PELAJARI JUGA:  Menganalisis Kebahasaan dalam Drama yang Dibaca atau Disimak

Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi Wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada saat ia menjabat sebagai Presiden RI, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, Teknokrat handal ini telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undang-undang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR.

Menurutmu, mana yang lebih mudah dan menarik untuk dibaca? Diskusikan pendapatmu dengan teman-temanmu.

Sekarang, carilah penggunaan nama tokoh dalam biografi yang kurang divariasikan dengan kata ganti dan panggilan nama tokoh pada teks-teks biografi sebelumnya, kemudian variasikanlah seperti contoh di atas.