Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Proposal

Perhatikan kembali cuplikan berikut.

Kurikulum baru yang tidak beberapa lama lagi diberlakukan, merupakan momentum terbaik dalam memperbaiki kondisi yang tidak menggembirakan itu. Apalagi dengan pendekatan yang digunakan kurikulum ini yang sangat kondusif bagi dilakukannya upaya-upaya tersebut. Kurikulum baru tersebut memberdayakan peran guru dalam pengembangannya, terutama dalam pemilihan materi dan penggunaan metode yang sesuai dengan kompetensi para siswanya. Dengan demikian, terangakatnya prestasi dan keterampilan membaca dan menulis siswa, kembali kepada peran para pengajar dalam pengajarannya. Untuk itu, sebuah upaya pembekalan terhadap para pengajar tentang pengembangan kurikulum dan materi pengajaran membaca dan menulis sangat mendesak untuk dilakukan.

Beberapa kaidah kebahasaan yang menandai sebuah proposal tampak di dalamnya. Di dalam tersebut terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat argumentatif. Argumen yang dimaksud, antara lain, tentang pemberlakuan kurikulum baru sebagai momentum terbaik untuk memperbaiki kondisi (pembelajaran). Kurikulum baru mendorong pemberdayaan peran guru (pengajar) dalam mengembangkan kompetensi siswa. Argumen-argumen tersebut akan lebih meyakinkan apabila disertai dengan alasan. Suatu alasan sering kali menggunakan konjungsi penyebaban, seperti sebab, karena, oleh karena itu.

Selain pernyataan-pernyataan argumentatif, di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat persuasif. Hal ini dimaksudkan untuk menggugah penerima proposal untuk menerima ajuan itu. Misalnya, perhatikanlah kalimat terakhir dalam cuplikan itu. Kalimat “Untuk itu, sebuah upaya pembekalan terhadap para pengajar tentang pengembangan kurikulum dan materi pengajaran membaca dan menulis sangat mendesak untuk dilakukan” merupakan kalimat persuasif yang menyatakan pentingnya kegiatan yang diajukannya itu sehingga diharapkan pihak yang ditujunya bisa menerimanya.

PELAJARI JUGA:  Mengidentifikasi Teks Rekaman Percobaan "Baterai Alami dari Kentang"

Fitur-fitur kebahasaan lainnya yang menjadi penanda proposal adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan banyak istilah ilmiah, baik berkenaan dengan kegiatan itu sendiri ataupun tentang istilah-istilah berkaitan dengan bidang keilmuannya.

Istilah Kegiatan (Penelitian

  • abstrak
  • analisis data
  • hipotesis
  • instrumen
  • latar belakang
  • metode penelitian
  • pengolahan data
  • penelitian lapangan
  • pengumpulan data
  • populasi
  • sampel
  • teknik penelitian

Istilah Keilmuan (Pendidikan)

  • afektif
  • buku pelajaran
  • kompetensi
  • kurikulum
  • materi pengajaran
  • media belajar
  • minat baca
  • pembelajaran
  • peserta didik
  • psikologis
  • sekolah

2. Menggunakan banyak kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan (metode penelitian). Kata-kata yang dimaksud, misalnya, berlatih, membaca, mengisi, mencampurkan, mendokumentasikan, mengamati, melakukan.

3. Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisan, yang ditandai oleh penggunaan kata merupakan, adalah, yaitu, yakni.

4. Menggunakan kata-kata yang bermakna perincian, seperti selain itu, petama, kedua, ketiga.

5. Menggunakan kata-kata yang bersifat “keakanan”, seperti akan, diharapkan, direncakan. Hal itu sesuai dengan sifat proposal itu sendiri sebagai suatu usulan, rencana, atau rancangan program kegiatan.

6. Menggunakan kata-kata bermakna lugas (denotatif). Hal ini penting guna menghindari kesalahan pemahaman antara pihak pengusul dengan pihak tertuju/penerima proposal.

Tugas 1

1. Istilah-istilah di bawah ini berkenaan dengan bidang: bahasa, sastra, agama, budaya, komunikasi, fisika, atau biologi?

Peristilahan

  • novel
  • fonem
  • gamelan
  • bakteri
  • keterbacaan
  • permintaan pasar
  • gravitasi
  • huruf
  • sanitasi
  • gurindam

2. Apa maksud dari istilah-istilah berikut?

Peristilahan

  • abstrak = tidak berwujud; tidak berbentuk;
  • biaya = uang yang dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dan sebagainya)
  • data = keterangan yang benar dan nyata:
  • fokus penelitian =
  • hipotesis = sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat
  • kualitatif = berdasarkan mutu
  • populasi = seluruh jumlah orang atau penduduk di suatu daerah
  • random =
  • sampel = sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar
  • statistik =  catatan angka-angka (bilangan); perangkaan
PELAJARI JUGA:  Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisi

3. Lakukan kegiatan berikut sesuai dengan instruksinya!
a. Bacalah sebuah proposal, baik di perpustakaan ataupun dari internet.
b. Bersama 2–4 orang teman, identifikasilah fitur-fitur kebahasaan yang menandai proposal tersebut.

c. Sajikanlah proposal tersebut dalam format sebagai berikut.
Judul proposal : ….
Pihak penyusun : ….
Tertuju : ….

Fitur Kebahasaan Dan Kutipan Teks

Pernyataan argumentatif =
Pernyataan persuasif =
Kata-kata teknis =
Kata kerja tindakan =
Kata pendefinisian =
Kata perincian =
Kata keakanan =

d. Adakah fitur kebahasaan lainnya yang bisa menjadi penanda utama proposal tersebut? Jelaskanlah!

Contoh Jawaban

Pada jawaban ini, peserta didik mengidentifikasi istilah-istilah yang berkenaan dengan bidang keilmuan yang telah disajikan melalui tabel. Misalnya, novel pada bidang keilmuan sastra; istilah gamelan pada bidang keilmuan budaya; istilah bakteri pada bidang keilmuan biologi; dan seterusnya.

Peserta didik mengidentifikasi pengertian dari istilah-istilah yang ada pada tabel. Misalnya, data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau simpulan); hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan.