Hal – Hal yang Dapat Memungkinkan Terjadinya Integrasi Sosial

Integrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang artinya kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompoketnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.

Pengertian Integrasi sosial

Integrasi sosial adalah bagiaan dari proses sosial yang berupa kecendrungan untuk saling menarik, saling tergantung, dan saling menyesuaikan diiri. Proses ini bissa terjadi secara suka rela maupun secara terpaksa.

Dalam masyarakat sederhana primitif (sederhana), sebuah keluarga menjalankan hampir semua pekerjaan untuk memenuhi kehidupan hidupnya. Akan tetapi, hal ini sudah tidak berlaku terhadap masyarakat modern, karena dalam masyarakat modern sudah terbagi pembagian kerja di antara masyarakat modern.

Karena dalam masyarakat modern telah terjadi pembagian kerja diantara warga-warga masyarakat.namun, seiring berkembangnya masyarakat, terjadilah pembagian tugas untuk setiap jenis pekerjaan. Dalam masyarakat telah terjadi spesialisasi tersebut, ada orang yang bertugas sebagai petani, ada orang yang bertugas sebagai pedagang, dokter, politikus, akuuntan, dan sebagainya. Inilah yang disebut pembagian tugas menurut Emile Durkheim.

Integrasi yang Lazim Terjadi di Masyarakat

Seperti halnya konflik, integrasi juga terjadi secara vertikal maupun secara horisontal. Integrasi vertikal terjadi antara kelas-kelas sosial, sedangkan integrasi horisontal terjadi antara kelompok-kelomok sosial di masyarakat. Berikut akan diuraikan beberapa integrasi yang lazim terjadi di masyarakat.

PELAJARI JUGA:  Dasar Sikap In Group dan Out Group

Integrasi Atas Paksaan (coersion)

Dalam sebuah masyarakat majemuk seperti indonesia, konflik antarkelas maupun antar kelompok sosial sering terjadi. Sering sekali, dalam konflik tidak ada titik temu untuk menyelesaikan persoalan yang membuat mereka selalu berkonflik. Dalam hal ini diperlukan orang ketiga untuk mendamaikan kedua pihak. Jika integrasi kedua kelompok ini tidak berhasil. Maka, diperlukan pemaksaan agar mereka berhenti untuk berkonflik.

Pihak yang ktiga yang mampu menjadi penenengah adalah kelompok yang lebih dominan, misalnya pemerintah melalui aparatnya, selama ini konflik rasial di indonesia selalu melibatkan pemerintah untuk turun tangan baik melalui cara yang lunak maupun secarah pemaksaan (coersion).

Integrasi Atas Dasar Saling Ketergantungan Ekonomi

Faktor ekonomi merupakan faktor yang paling sering mengintegrasikan masyarakat. Setiap orang atau kelompok,tidak akan lepas yang namanya pemenuhanan kebutuhan hidup sehari-hari yang bersifat ekonomis. Semakin terspesialisnya bidang-bidang yang dijalani masyarakat. Maka, akan ssemakin tinggi ketergantugan kepada orang lain. Sehingga terjadilah integrasi sosial.

Solidaritas Mekanis

Solidaritas mekanis adalah integrasi sosial yang didasarkan pada kesadaran kolektif. Kesadaran ini bersumber pada kepercayaan-kepercayaan dan perasaan sentimen yang ada pada suatu masyarakat. Individu-individu dalm masyarakat menganut orientasi nilai yang sama. Sehingga praktis etonomi hampir tidak ada. Individualitas ditekan sehingga tidak muncul sebagi kesadaran baru dimasyarakat.

Solidaritas mekanis dapat dilihat dari organisasi-organisasi keagamaan. Individu-individu dalam organisasi keagamaan tidak diikat oleh paksaan fisik dan harapan mendapatkan keuntungan akan tetapi adaanya kepercayaan untuk bersama. Ciri khas dari solidaritas mekanis adalah bahwa solidaritas ini didasarkan pada suatu tingkat homoginetas yang tinggi dalam suatu kepercayaan, sentimen dan komitmen moral.

Solidaritas Organis

Solidaritas organis diikat oleh kesadaran saling ketergantungan diantara bagian-bagian dalam masyarakat. Solidaritas ini juga terjadi pada suatu golongan-golongan yang berkonflik dengan golongan lain. Ketika menghadapi musuh dari luar. Semua anggota kelompok membentuk solidaritas didalam.

PELAJARI JUGA:  Pengertian Perubahan Sosial

Solidaritas organisasi bertujuan memperkokoh pertahanan dalam kelompoknya dengan berbagai cara, bersama, atau dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikann untuk memperkuat ketahanan budaya

Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Walaupun masyarakat adalah suatu yang heterogen dan dinamis sehingga sering menimbulkan konflik, namun dalam masyarakat juga terdapat hal-hal yang dapat mendorong kepada arah integrasi sosial. Bahkan, lebih banyak terjadi integrasi dari pada konflik.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat memungkinkan terjadinya integrasi sosial

Pola hubungan Simbiosis Mutualisme

Dua kelompok berbeda dapat melakukan kerja sama saling menguntungkan (simbiosis mutualisme). Untuk mewujudkan hal itu keduanya harus merasa saling membutuhkan dan bersedia mengerti posisi masing-masing.

Cross-coutting affilations dan Cross-coutting loyalities

Cross-coutting affilations adalah keanggotaan ganda. Hal itu terjadi, apabilah sesorang atu sekelompok orang menjadi anggota berbagai kesatuan sosial.

Apabila Cross-coutting affilations berarti keanggotaan ganda. Maka Cross-coutting loyalities berarti adanya loyalitas (kesetiaan) ganda. Di samping menjadi anggota berbagai kelompok sosial. Seseorang atau sekelompok orang juga memiliki kesetiaan terhadap kelompok-kelompok sosial yang diikutinya itu. Keloyalitasan dan keanggotaannya itu menetralisasi konflik dan membangun integrasi antar kelompok.

Konsensus

Konsensus adalah kesepakataan bersama yang dibentuk oleh warga masyarakat. Kesepakatan itu menyangkut nilai-nilai dasar yang akan mengikat mereka dalam masyarakat yang utuh. Misalnya integrasi nasional masyarakat yang berbentuk berdasarkan konsensus nilai-nilai dasar perrsatuan dan kesatuan yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda 1928.

Dalam Sumpah Pemuda, semua komponen bangsa berikrar bertumpah darah satu. Konsensus itu telah terbukti berhasil mengintegrasikan suku-suku bangsa dari sabang hinggga meruke menjadi satu kesatuan masyarakat, yaitu masyarakat Indoneesia.