Pengertian dan Fungsi Buku Besar dalam Akuntansi

Dalam Akuntansi kita biasa banyak mengenal bahasa Neraca lajur,kredit dan debit ,tapi dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dan Fungsi buku besar dalam akuntansi.

PENGERTIAN

Buku besar atau ledger dalam Bahasa Inggris merupakan lembar kerja atau buku yang berisi akun-akun. Disebut buku besar bukan karena buku yang berukuran besar. Akan tetapi karena buku tersebut memuat banyak akun-akun beserta saldonya, maka buku itu dianalogikan menjadi besar sehingga disebut menjadi buku besar.

Buku besar digunakan untuk menampung semua akun awal beserta saldonya. Yang dimaksud akun awal adalah akun yang memiliki saldo pada periode awal atau periode buku baru (biasanya 1 Januari). Buku besar juga memuat akun-akun yang berkaitan dengan perubahan transaksi keuangan yang tercatat pada jurnal, baik jurnal umum ataupun jurnal khusus. Yang perlu diingat bahwa 1 akun pasti memiliki 1 buku besar. Sebagai contoh, Buku Besar Kas, Buku Besar Piutang, dan sebagainya.

FUNGSI BUKU BESAR

Ada beberapa fungsi dari buku besar yaitu :

PELAJARI JUGA:  Jenis - Jenis Perekonomian dan Sejarah Perekonomian di Indonesia

Sebagai dasar penyusunan neraca saldo

Buku besar yang terdiri dari berbagai jenis akun akan dihitung masing-masing saldonya. Dengan nilai saldo tersebut, disusunlah neraca saldo yang merupakan bagian dari evaluasi sebelum menginjak pada penyusunan laporan keuangan. Tanpa adanya buku besar, maka akan kesulitan untuk menghitung nilai saldo dari banyak akun yang dipakai perusahaan karena memakan banyak waktu dan tenaga. Sehingga akan kesulitan pula untuk menyusun neraca saldo. Karena itulah fungsi buku besar sebagai dasar dalam penyusunan neraca saldo.

Sebagai tempat penampungan akun-akun yang tercerai-berai pada jurnal

Transaksi keuangan yang terjadi pada perusahaan dicatat pada jurnal umum maupun jurnal khusus. Di mana dari jurnal tersebut akan muncul banyak akun akibat transaksi yang terjadi. Untuk mempermudah proses akuntansi, akun-akun yang tercerai-berai pada jurnal-jurnal tersebut akan ditampung pada buku besar. Untuk selanjutnya diproses dan disusun menjadi laporan keuangan.

Sebagai pembantu laporan keuangan

Selain sebagai salah satu bagian dari proses akuntansi, buku besar juga berfungsi sebagai pembantu laporan keuangan. Maksudnya, buku besar memuat perubahan atau mutasi debet-kredit akun-akun akibat dari terjadinya transaksi keuangan. Dan buku besar tersebut bertindak sebagai rincian dari akumulasi saldo akun-akun terkait yang ada pada laporan keuangan. Laporan keuangan memang hanya memuat nilai saldo akhir dari akun-akun perusahaan.

PELAJARI JUGA:  Tokoh - Tokoh Pencetus Faham Liberalisme

Sebagai alat untuk mengikhtisarkan akun-akun akibat transaksi keuangan secara lengkap

Transaksi keuangan yang mengakibatkan adanya perubahan atas aset, utang dan modal perusahaan dicatat pada jurnal melalui akun-akun tertentu. Selanjutnya akun-akun tersebut akan diikhtisarkan secara lengkap pada buku besar. Lengkap dalam arti buku besar memuat akun-akun tersebut meliputi saldo awalnya, mutasi debet-kredit, nomor referensi yang terhubung pada jurnal, dan saldo akhir periode.