Struktur Tubuh Bakteri

Bakteri adalah makhluk hidup yang rata – rata memiliki ukuran tubuh sangat kecil. Mereka memiliki reputasi buruk yaitu sering dihubungkan dengan munculnya beragam penyakit yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Pada faktanya bakteri memang menyebabkan munculnya beragam penyakit namun ada juga beberapa jenis bakteri yang sifatnya menguntungkan bagi manusia.

Bakteri dalam alam semesta ini bisa digolongkan sebagai salah satu organisme prokariotik yang hidup berdampingan dalam suatu kelompok organisme bersel tunggal lainnya yaitu dari kelompok archaea.

Organisme prokariotik adalah organisme yang memiliki ukuran sangat kecil namun jumlah mereka mendominasi bumi yang mampu hidup dimana – mana yaitu di setiap permukaan, darat dan air bahkan bisa bersarang di dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.

 

Beberapa jenis bakteri memiliki lapisan luar yang sifatnya lengket berhubungan dengan struktur tubuh bakteri antara lain sebagai berikut :

1. Membran plasma

Pada bagian bawah dinding sel dari bakteri terdapat membran plasma. Bahan – bahan dasar untuk membentuk membran plasma adalah dikenal dengan istilah phospholipid.

Adalah sebuah lipid yang memiliki kandungan molekul gliserol yang letaknya menempel pada bagian fosfat hidrofilik dan diapit oleh 2 asam amino hidrofobik.

Membran plasma ini diatur oleh 2 lapisan yang pada akhirnya nanti akan membentuk struktur yang disebut dengan istilah phospholipid bilayer.

2. Pili dan fimbria

Sel – sel bakteri dalam struktur tubuh bakteri pada umumnya memiliki fimbria yang memungkinkan sel – sel untuk menempel pada permukaan lalu bergerak dan selanjutnya mentransfer DNA ke sel – sel lainnya.

BACA:  Kewajiban dan Hak Terhadap Hewan dan Tumbuhan Peliharaan

Yang dimaksud dengan pili adalah suatu struktur tubuh bakteri yang memiliki kemiripan dengan fimbria namun berbentuk lebih panjang dengan jumlah yang sedikit pada bagian permukaan sel – sel bakteri.

Sedangkan fimbria adalah sejenis tabung protein yang bentuknya memanjang dan keluar dari membran bagian luar.

3. Flagela

Flagela dalam struktur tubuh bakteri pada dasarnya terdiri atas 3 komponen dasar yaitu filamen, kompleks motor dan sebuah kail yang erat berhubungan dengan flagela dari struktur tubuh bakteri.

Di dalam flagela menyimpan filamen yang memiliki diameter rata – rata 20 meter yang terdiri atas beberapa protofilamen yang mana masing – masing bagian di dalamnya terbentuk dari ribuan subunit flagelin. Sedangkan kompleks motor terdiri atas beberapa serial cincin yang berjangkar pada flagela dibagian membran dalam dan luar.

Flagela merupakan struktur tubuh bakteri yang bersifat ekstraseluler yang bertanggung jawab terhadap adanya pergerakan – pergerakan bakteri. Struktur flagela pada bakteri ini berbeda – beda antara spesies yang satu dengan spesies yang lainnya.

Bentuk yang umum dijumpai dari flagela ini adalah flagela tunggal atau monotrichous, jumbai dari flagela yang dijumpai di kutub sel atau lophotricus, flagela tunggal yang ditemukan pada masing – masing kutub yang berlawanan atau amphitrichous dan flagela ganda yang ditemukan pada beberapa tempat di sel – sel bakteri atau peritrichous.

4. Ribosum dan sifat – sifat kompleks multiprotein lainnya

Rata – rata bakteri yang berhubungan dengan struktur intraseluler terbanyak adalah ribosom sebagai tempat dari sintesis protein untuk masing – masing organisme yang hidup.

Ini ada kaitannya dengan prokariotik yang memiliki sekitar 70 S (Svedberg unit) dari ribosom. Sedangkan eukariotik rata – rata memiliki kandungan ribosom sekitar 80 S terhadap sitosolnya.

BACA:  Unsur yang Mempengaruhi Kelangsungan Hidup Organisme

Selanjutnya sekitar 70 S ribosom yang terdiri dari 50 S dan 30 S subunit mempunyai kandungan sekitar 23 S dan 5 S rRNA sedangkan 30 S subunit memiliki kandungan sekitar 16 S rRNA.

Molekul – molekul rRNA ini mempunyai perbedaan terhadap ukuran yang dimiliki terhadap eukariotik yang kompleks untuk protein ribosom yang jumlahnya sangat besar.

5. Endospora

Yang dimaksud dengan endospora adalah sistem mekanisme adaptasi dari bakteri terhadap kondisi stres di lingkungannya. Endospora merupakan struktur untuk dapat bertahan hidup dari bakteri yang memiliki sifat sangat resistan terhadap beberapa ragam stres oleh lingkungan dan kimia.

Endospora mampu bertahan untuk hidup meskipun tanpa nutrisi yang awet terhadap radiasi ultraviolet, disinfektan kimia, suhu tinggi, antibiotik bahkan pembekuan ekstrem.

Endospora memiliki impermeabilitas pembungkus spora yang bertanggung jawab terhadap resistensi endospora reaksi kimia.

Adapun resistensi endospora terhadap kondisi panas disebabkan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :

  1. Faktor calcium dipicolinate banyak terdapat di dalam endospora yang berguna untuk menstabilkan dan melindungi DNA endospora.
  2. Small acid – soluble proteins (SASPs) adalah yang menjenuhkan DNA endospora dan mampu melindunginya dari panas, kekeringan, kimia dan radiasi.
  3. Enzim yang fungsinya untuk memperbaiki DNA yang terkandung dalam endospora dan ampuh untuk memperbaiki DNA yang rusak selama pengecambahan.

Secara garis besar bakteri adalah sejenis organisme prokariotik yang memiliki struktur tubuh bakteri hampir sama diantara sesama jenis bakteri.

Terdapat sedikit perbedaan pada struktur tubuh yang terletak pada mekanisme adaptasi bakteri terhadap lingkungannya seperti endospora tersebut di atas.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang materi tentang struktur tubuh bakteri yang kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.