Morfologi Ganggang, Jenis-jenis Ganggang dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

5/5 - (1 vote)

Ganggang merupakan salah satu tanaman talus yang tumbuh tetapi belum dilengkapi dengan daun sejati, batang dan akar.

 

Algae atau ganggang dibedakan menjadi 7 kelompok antara lain rhodophyta, phaeophyta, crysophyta, pyrrophyta, euglenophyta, cholrophyta dan cyanophyta.

Sementara berdasarkan atas pigmen yang mendominasi ketujug kelompok ganggang ini dapat dibedakan menjadi 3 kelompok besar yakni rhodophyta, phaeophyta, dan chrysophyta.

Tanaman ganggang adalah salah satu tumbuhan talus yang hanya mampu berkembangbiak untuk hidup di air baik itu air tawar dan air laut dan selalu menempati habitat yang bersifat lembab atau basah.

Adapun beberapa jenis yang hidup bebas di air adalah yang bersel satu dan mampu bergerak aktif merupakan salah satu komponen penyusun plankton tepatnya adalah fitoplankton. Ini akan melekat dalam sesuatu yang ada di dalam air dikenal dengan nama bentos.

Jenis yang biasa bergerak aktif memiliki alat khusus untuk bergerak yang menyerupai bulu – bulu cambuk atau diistilahkan dengan nama flagel.

Di dalam tubuh ganggang menyimpan zat warna / pigmen yang terdiri dari unsur – unsur yaitu xantofil (berwarna kuning), fikoeritrin (berwarna merah), karoten (berwarna keemasan), fikosantin (berwarna perang / cokelat), klorofil (berwarna hijau) dan fikosianin (berwarna biru).

Beberapa alga / ganggang memiliki sifat – sifat autotrof yaitu bisa menyusun makanannya sendiri. Beberapa yang lainnya memiliki sifat eukaryotik. Habitat hidupnya adalah di air tawar, laut dan tempat – tempat yang bersifat lembab.

Morfologi Ganggang

Beberapa spesies ganggang memiliki sel tunggal yang berbentuk kumparan, gada, batang atau bola – bola. Mereka mampu bergerak dengan leluasa namun sebagian lagi tidak. Contohnya adalah algae hijau uniseluler yang mengandung nucleus diberi pembatas membrane.

Masing – masing sel mengandung sebutir atau lebih kloroplas yang berbentuk pita atau cakram diskrit seperti yang terdapat di dalam tanaman hijau pada umumnya.

Algae atau ganggang dapat berkembangbiak secara seksual dan aseksual. Sementara untuk reproduksi seksual memperlihatkan kondisi pada algae yang di bagian dalamnya terkandung konyugasi gamet atau dikenal dengan istilah sel – sel seks yang berfungsi untuk menghasilkan zigot. Sementara reproduksi aseksual adalah berupa pembelahan biner yang bersifat sederhana.

Ganggang Hijau Biru (Cyanophyta)

1/Tentang habitatnya

Tersebar sangat luas yang banyak dijumpai pada perairan dengan kondisi tanah yang lembab, di permukaan dinding tembok, pot – pot, bebatuan, dan karang – karang yang lembab.

Bisa juga ditemukan pada tempat – tempat yang kurang menguntungkan terhadap lingkungannya seperti jenis yang dijumpai dalam sumber air panas seperti mata air panas Yellow Stone Park di Amerika.

2/Tentang reproduksinya

Ganggang hijau biru memiliki cara – cara perkembangbiakan yang dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut : dengan pembelahan sel yang dilakukan secara terpisah atau tetap melakukan penggabungan guna membentuk koloni. Misalnya gloeocapsa.

Dengan fragmentasi adalah beberapa cara yang dilakukan untuk memutuskan bagian tubuh tanaman guna selanjutnya akan membentuk individu – individu baru.

Cara ini terjadi pada ganggang oscillatoria. Pada masing – masing filamen akan menjadi panjang namun beberapa sel akan menjadi mati untuk selanjutnya sel bersangkutan berkembang menjadi dua bagian atau beberapa. Masing – masing bagian dikenal dengan istilah hormogonium.

Yang terakhir adalah melalui spora dimana dalam kondisi yang kurang menguntungkan akan membentuk spora yang sebenarnya adalah sel – sel vegetatif. Spora akan menebal dan membesar karena terjadinya penimbunan terhadap zat – zat makanan. Contohnya adalah chamaesiphon comfervicolus.

Ganggang Hijau (Chlorophyta)

1/ Tentang habitatnya

Habitat umum dari ganggang ini adalah di air tawar, air laut, tanah – tanah dalam kondisi basah, dan ada pula sebagian yang hidup di tempat – tempat kering.

2/ Tentang reproduksinya

Adapun kelompok ganggang hijau ini secara garis besar akan mengalami perkembangbiakan secara vegetatif / aseksual yaitu dengan pembentukan spora, pemisahan koloni, fragmentasi, dan pembelahan sel. Yang kedua adalah secara generatif / seksual yaitu melalui beberapa tahapan seperti oogami, anisogami dan isogami.

Manfaat Ganggang dalam Bidang Kesehatan

Ganggang yang berhubungan dengan bidang kesehatan contohnya adalah protista fotosintetik yang sudah lama dikenal mempunyai beragam khasiat dan manfaat untuk dipakai dalam pembuatan beberapa jenis obat – obatan.

Contohnya adalah chlorella yang mengandung klorofil antara 2 s/d 3 persen dari keseluruhan berat, protein sekitar 55 s/d 60 persen, vitamin C, vitamin E, kalium, kalsium, dan magnesium yang rata – rata cukup ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki pencernaan, menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah sakit maag, mencegah tumor, menanggulangi sembelit dan mendorong pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

Juga dikenal porphyra tenerakijellum yang memiliki khasiat bagus sebagai suplemen kesehatan, laminaria digitalis dan macrocystis pyrifera sebagai salah satu penghasil iodium untuk mengobati sakit gondok, ada laminaria sp. sebagai salah satu bahan utama pembuatan pil, tablet antibiotik, dan salep.