Pengertian dan Perbedaan Antara Partikularisme dan Universalisme

Dalam kamus besar bahasa Indonesia partikularisme adalah merupakan sistem yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. Selain itu dapat juga disebut dengan perspektif budaya yang berorientasi kontinjensi dan menggunakan berbagai standar evaluatif yang didasarkan pada hubungan dan situasi.

Ciri Partikularisme adalah sebagai berikut:

  • Individualis
  • Heterogen
  • Mobilitas tinggi
  • Berorientasi pada rasionalitas dan fungsi

Contoh dari partikularisme adalah peristiwa partikularisme bangsa Israel (Yahudi) yang dapat dilihat dalam hubungannya dengan suku bangsa lain (non-Yahudi). Bangsa Israel tidak akan melaksanakan pernikahan dengan suku bangsa lain. Tidak hanya itu, di dalam kehidupan sehari-hari juga banyak sekali contohnya, misalnya seseorang yang ingin selalu di anggap paling benar dan paling baik.

PELAJARI JUGA:  Sejarah Perkembangan Filsafat dari Zaman Pra Yunani Kuno Hingga Zaman Kegelapan

Universalisme adalah sistem paham dimana penyatuan seluruh subyek menuju ke satu opini yang dianggap mampu mencangkup keseluruhan aspek.

Dalam bahasa Latin ditemukan kata universum yang berarti “alam semestadunia”.Dari kata itu, dibentuk kata sifatnya, yaitu “universalis”, yang artinya umum, mencakup semua, menyeluruh. Dalam bahasa Inggris, kata Latin universalis menjadi universal. Kata ini dapat berarti konsep umum yang dapat diterapkan pada sisi mana pun.

Dari kata universalis dan universal itulah istilah universalisme berasal. Jadi Universalisme adalah paham yang percaya bahwa semua manusia pada akhirnya akan mendapat bagian pada keselamatan oleh Yesus Kristus. Keselamatan yang didapatkan itu adalah anugerah Allah. Bahasa Yunani mengenal istilah ini dengan apokatastasis. Kata ini umumnya dipakai pada masa patristik.] Kata ini juga memiliki keterkaitan dengan kata Yunanikatholikos, yang berarti universalisme Istilah ini pertama kali muncul di Inggris sekitar abadke-17, diEropa dan di Amerika sekitar abad ke-18.