Pengetahuan Tentang Revolusi Amerika Serikat

Pernahkah anda mengenal dan mendengar tentang istilah revolusi? Apakah yang dimaksud dengan revolusi? Ada banyak pihak yang membantu anda untuk memberikan penjelasan tentang pengertian dari revolusi itu apa di dalam kehidupan manusia?

Secara garis besar revolusi adalah sebuah kondisi perubahan yang dilakukan perlahan – lahan pertama kalinya lalu secara cepat untuk selanjutnya pada bidang sosial atau budaya. Perubahan yang terjadi melibatkan hal – hal mendasar yang biasa terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Wikipedia menjelaskan bahwa revolusi terjadi berdasarkan atas informasi yang terkumpulkan lalu dimanfaatkan sebagai dasar dari terjadinya perubahan besar.

Revolusi adalah sebuah perubahan besar yang terjadi di dalam suatu masyarakat tertentu yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan sosial, yang mana perubahan yang terjadi sangat cepat namun dapat diatur beberapa dasar untuk menjadi sangat penting seputar kehidupan manusia dalam suatu tempat.

 

Tentang Revolusi di Amerika Serikat

Sudah terbukti bahwa perang kemerdekaan AS yang berlangsung sekitar 6 tahun mampu memberikan kekuatan baru dilatarbelakangi semangat kemerdekaan akhirnya mampu menang terhadap kekuatan lama dari Imperium Inggris.

Adapun kemenangan berawal dalam pertempuran di Lexington, Concord, Charleston dan Bunker Hill mendorong munculnya rasa optimisme orang – orang Amerika.

Di awal meletusnya perang, Inggris menekan dan memaksa kemenangan militernya. Ini kemungkinan besar bisa terjadi karena ditunjang oleh angkatan bersenjata Inggris yang kuat dan besar, ekonomi yang maju, dan angkatan laut yang dimiliki adalah terkuat di dunia.

Namun setelah dilihat lebih dekat ternyata Inggris mempunyai beberapa titik kelemahan terutama yang berhubungan dengan jarak. Pasukan dan perlengkapan perang dalam jumlah besar sebelumnya harus dipersiapkan dan diangkut melalui jarak sekitar 3.000 mil dan kurang faham tentang taktik tempur temtara Amerika. 

Proses Pembentukan Konfederasi

Bangsa Amerika mulai percaya diri untuk mengubah struktur sosial politiknya dengan adanya deklarasi kemerdekaan tahun 1776 dan perang kemerdekaan hingga tahun 1783.

BACA:  Mengungkit Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)

Sekitar awal bulan Mei 1776, konggres Amerika merekomendasi berdirinya negara – negara bagian untuk menggantikan pemerintahan masing – masing provinsi berdasarkan atas prinsip yang menjadi asas pemerintahan republik.

Lalu disepakati untuk masing – masing negara bagian wajib membuat konstitusi atau undang – undang dasar yang akan disahkan oleh konggres masing – masing provinsi melalui persetujuan rakyat.

Kecuali di wilayah Pensilvania yang mempunyai multi majelis, parlemen masing – masing negara bagian terdiri atas 2 kamar (majelis) yaitu terdiri dari majelis rendah yang akan mewakili rakyat didampingi majelis tinggi yang terdiri dari senator negara bagian yang meliputi golongan aristokrat.

Masing – masing golongan dalam praktek selanjutnya (terutama dari golongan kaya) bisa dipilih untuk duduk dalam majelis tinggi. Ini dijamin oleh konstitusi negara bagian untuk melindungi kebebasan warga sipil dari kemungkinan melebarnya pengaruh kekuatan legislatif.

Konfederasi tahun 1977 sedikit mengabaikan masalah terbentuknya pemerintahan union, namun masing – masing negara bagian yang statusnya di bawah konfederasi tetap mempunyai kedaulatan masing – masing.

Tetapi dalam prakteknya, masing – masing negara bagian memilih untuk menyerahkan kekuasaannya kepada konggres untuk tetap bisa mempertahankan kepentingan lokal negara bagian.

Mereka merasa sedikit khawatir dengan dibentuknya pemerintahan nasional yang besar tetapi dikendalikan dari jauh dan adanya negara – negara bagian.

Kongres tersebut di atas mempunyai kewenangan dalam hal :

  • Mengumumkan kondisi perang dan damai.
  • Mengatur keperluan suku Indian.
  • Merundingkan akan mengadakan perjanjian dan aliansi.
  • Mengeluarkan sistem mata uang, timbangan dan ukuran.
  • Mengatur dan menjalankan sistem pengiriman pos.

Masing – masing negara bagian tetap mempunyai hak terhadap pengaturan dan pengenaan pajak dari warganya sekaligus mengatur dan menjaga keseimbangan sistem perdagangan.

Kongres tidak berwenang mengenakan aturan terhadap warga dari masing – masing negara bagian. Maka dari itu melalui sistem konfederasi, pemerintah pusat dipegang oleh kongres yang memiliki anggota berasal dari utusan masing – masing negara bagian berhak atas memegang satu suara.

BACA:  Teori Kolonialisasi Berkembangkanya Hindu Budha di Indonesia

Tentang Konstitusi Amerika Serikat

Konstitusi AS adalah dihasilkan dari konvensi yang memberikan jaminan terhadap dua majelis pembuat rumusan undang – undang (legislature) yaitu eksekutif dan lembaga pengadilan mandiri.

Selanjutnya konstitusi akan memberikan jaminan kepada kongres untuk melakukan pengesahan pajak, mengatur perdagangan luar negeri dan antar negara bagian, lalu membangun dan memperkuat angkatan bersenjata, mencetak dan meminjamkan uang negara, berhak menyatakan perang, membangun sistem jaringan pos dan mengeluarkan undang – undang yang dibutuhkan guna melakukan pendelegasian kewenangan.

Sistem pemilihan Presiden AS adalah secara tidak langsung dilakukan oleh badan pemilih presiden (electoral college) yang memberikan kebebasan dari ketergantungan terhadap kekuatan kongres atau pada rakyat AS.

Sedangkan visi dan misi untuk memberikan perlindungan terhadap wakil rakyat (representative) senator akan dipilih berdasarkan undang – undang negara bagian yang maksimal menjabat selama 6 tahun.

Konstitusi menjamin persetujuan senate dalam hal penunjukan seorang eksekutif untuk keperluan perjanjian luar negeri. Senate bisa mewakili negara bagian yang melambangkan kekuatan kelompok aristokrat.

Seorang presiden mendapat kewenangan dari konstitusi untuk menuntut undang – undang mengenai masalah tanah, mengesahkan dan membuat perjanjian luar negeri, memegang peranan penting sebagai panglima angkatan bersenjata, menunjuk hakim dan pejabat – pejabat lainnya serta memiliki hak untuk mengeluarkan veto terhadap keputusan kongres.

Konstitusi dibuat dengan bantuan dari kelompok – kelompok yang berlainan visi dan misi atau kelompok federalis merupakan kelompok terkuat yang pada akhirnya diharapkan mampu menentukan kepemimpinan dalam pemerintah pusat yang baru mengalami revolusi.

Adalah George Washington dari Virginia ditunjuk sebagai pemimpin ‘Konvensi Konstitusional Philadelphia‘ dengan suara terbanyak terpilih sebagai presiden AS pertama pada tahun 1789. Dilanjutkan dengan memilih John Adams dari wilayah Massachusetts, pernah menjadi mantan dubes di negara – negara Eropa sebagai wakil presiden.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat pengetahuan tentang revolusi Amerika Serikat. Semoga bermanfaat.