Perbedaan Modal Tetap dengan Modal Kerja

Manajer keuangan dalam sebuah perusahaan besar memegang peranan utama dalam memastikan ketersediaan keuangan guna memenuhi beragam tujuan yang berhubungan dengan promosi awal, modal tetap dan modal kerja.

Modal tetap yang dimaksudkan adalah jenis modal yang ditanam guna pengadaan aset untuk pemenuhan keperluan bisnis.

Modal kerja adalah terkait dengan sejumlah uang dan hal – hal lainnya saling berhubungan dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan operasi perusahaan sehari – hari guna menunjang operasional bisnis perusahaan.

Menilai sekilas penjelasan dari kami tersebut di atas maka melalui artikel ini kami akan membantu anda untuk memahami tentang adanya perbedaan yang mendasar antara modal tetap dan modal kerja.

 

Dasar Perbandingan Antara Modal Tetap Dengan Modal Kerja

1/Modal tetap adalah modal yang mengacu kepada investasi perusahaan dalam hubungannya dengan aset jangka panjang perusahaan bersangkutan. Sedangkan modal kerja adalah modal yang diinvestasikan dalam aset lancar suatu perusahaan.

2/Modal tetap terdiri dari sekumpulan barang tahan lama yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Sedangkan modal kerja adalah aset dan liabilitas jangka pendek.

3/Modal tetap mempunyai likuiditas agak tidak likuid sedangkan modal kerja bersifat sangat cair.

4/Penggunaan modal tetap adalah sebagian besar untuk membeli aset tidak lancar untuk keperluan bisnis. Sedangkan modal kerja berguna untuk pembiayaan jangka pendek.

BACA:  Alasan Indonesia Menguntungkan pada Sektor Perbankan

5/Modal tetap memiliki tujuan strategis sedangkan modal kerja bertujuan operasional.

Tentang Pengertian Modal Tetap

Modal tetap adalah hal – hal yang berhubungan dan mengacu kepada investasi modal yang dilakukan untuk keperluan aset jangka panjang dalam sebuah perusahaan.

Definisi ini merupakan persyaratan wajib ada dalam perusahaan selama tahap awal pembentukan yaitu yang terkait dengan memulai bisnis atau dalam usaha untuk menjalankan bisnis yang sedang didirikan.

Modal tetap adalah salah satu bagian dari total keseluruhan modal yang tidak dimanfaatkan untuk produksi melainkan disimpan dalam bisnis sekitar lebih dari 1 tahun akuntansi. Modal jenis ini bersifat permanen dalam wujud aset berwujud dan tidak berwujud pada suatu perusahaan.

Modal tetap yang dibutuhkan dalam bisnis apapun sangat tergantung pada sifat dari modal tetap seperti entitas manufaktur, kereta api, telekomunikasi, perusahaan – perusahaan infrastruktur yang memang membutuhkan modal tetap dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak dibidang bisnis grosir dan eceran. Nantinya hal ini akan digunakan untuk promosi bisnis, ekspansi, modernisasi dan sebagainya.

Modal tetap diinvestasikan guna pembelian aset tidak lancar seperti pabrik, mesin – mesin, tanah dan bangunan, perabot dan perlengkapan, kendaraan, paten, niat baik, merek dagang, hak cipta dan lain sebagainya. Maka dari itu penyusunan dibebankan kepada aset bersangkutan karena adanya pengurangan nilai masing – masing poin dari waktu ke waktu.

Tentang Pengertian dari Modal Kerja

Seperti dijelaskan tersebut di atas modal kerja adalah ibarat ukuran yang memiliki fungsi untuk mengukur kondisi kesehatan keuangan yang berhubungan dengan efisiensi operasional dalam suatu perusahaan.

BACA:  Pengertian Perpajakan

Ini adalah hasil dari aset lancar yang dikurangi dengan kewajiban lancar, yang mana aset lancar merupakan salah satu aset yang bisa dikonversi ke dalam bentuk uang tunai untuk jangka waktu setahun seperti persediaan, debitur, uang tunai, dan lain sebagainya.

Untuk kewajiban lancar merupakan kewajiban yang memiliki jatuh tempo guna melakukan pembayaran dalam jangka waktu setahun yaitu kreditor, provisi pajak, pinjaman jangka pendek, cerukan bank, dan lain sebagainya.

Modal kerja memiliki fungsi untuk membiayai operasi bisnis yang dijalankan oleh sebuah perusahaan sehari – hari yang diharapkan mampu menentukan posisi solvabilitas jangka pendek dalam perusahaan. Ini bisa diklasifikasikan berdasarkan atas hal – hal sebagai berikut :

1/Berdasarkan atas dasar waktu yaitu terdiri dari modal kerja bruto (adalah investasi yang dilakukan terhadap aset lancar dalam sebuah perusahaan) dan modal kerja bersih (yaitu adanya pengurangan kewajiban lancar dari aset lancar bersangkutan).

2/Berdasarkan atas dasar konsep yaitu terdiri dari modal kerja permanen (merupakan modal bisnis yang memiliki sifat hardcore yaitu investasi paling rendah / sedikit yang diperlukan dalam modal kerja perusahaan). Sedangkan modal kerja sementara adalah modal kerja yang memiliki sifat berfluktuasi dibutuhkan oleh perusahaan melebihi modal kerja permanen atau tetap.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang perbedaan modal tetap dengan modal kerja. Semoga bermanfaat.