Pemupukan Organik pada Tanaman Padi

Pertanian organik dalam arti khusus adalah pertanian yang terbebas dari bahan – bahan kimia. Dalam pertanian organik, perlakukan benih, pemakaian pupuk, dan pengendalian hama penyakit hingga pasca panen memfokus kepada melibatkan zat – zat kimia namun menggunakan bahan – bahan hayati (alami).

Sedangkan pertanian organik dalam arti luas adalah sistem produksi pertanian yang hanya memperhatikan bahan – bahan dari alam saja / alami yang menghindari adanya pemakaian bahan – bahan kimia sintetis baik itu berupa pupuk kimia, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh atau aditif pakan.

Sistem Pertanian Organik

Beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan dalam penerapan sistem pertanian organik antara lain sebagai berikut :

  • Pemberdayaan petani wajib dilakukan untuk bisa meningkatkan rasa percaya diri dari petani terhadap keberhasilan usaha taninya.
  • Efisiensi terhadap proses produksi wajib ditingkatkan supaya petani mendapatkan keuntungan yang meningkat tajam.
  • Adanya keanekaragaman agroekosistem yang wajib dibangun melalui pola tanam, pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu, dan penggunaan pupuk hayati.
  • Pemakaian input dari luar yang memiliki sifat sintetis wajib dikurangi.
  • Kesuburan tanah wajib dipertahankan dan diperbaiki melalui pengaplikaisan teknologi budidaya yang tepat guna.

Bahan – Bahan Organik

Bahan organik adalah salah satu jenis bahan yang asalnya dari limbah dan sisa / residu tanaman, pupuk hijau, kotoran hewan, dan kompos (humus). Bahan – bahan organik dalam tanah memiliki fungsi sebagai berikut :

 
  • Untuk memperbaiki mikrobiologi terhadap tanah seperti karbon dari bahan – bahan organik yang merupakan sumber energi untuk mikroba penambat nitrogen, mikroba perombak ikatan karbon, serta pelepas hara N dan unsur P).
  • Untuk memperbaiki sifat – sifat kimia dan fisik kimia terhadap tanah (yaitu sebagai sumber terhadap unsur hara N, meningkatkan KTK tanah atau menahan dan melepas hara).
  • Untuk memperbaiki sifat – sifat fisik tanah (menjadikan struktur tanah lebih remah sehingga memudahkan terjadinya perkembangan akar tanaman dan untuk meningkatkan kapasitas di dalam menahan air dan hara).
BACA:  Pengertian Fertilisasi (pembuahan) Serta Contohnya

Sumber Bahan Organik

Pada umumnya sumber bahan organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk yaitu sebagai berikut :

  • Penambat nitrogen seperti mikroorganisme, mikoriza, rhizobium dan biogas.
  • Tanaman air seperti azolla, rumput laut, ganggang biru, enceng gondok, gulma air dan lain sebagainya.
  • Pupuk hijau seperti albisia, centrosema, lamtoro, turi, mukuna, terrano, dan gliriside.
  • Limbah dan sisa / residu ternak seperti cairan biogas, tepung tulang, limbah pakan ternak, limbah ternak cair, dan kotoran padat.
  • Limbah dan sisa / residu pada tanaman seperti sabut kelapa, batang pisang, masing – masing bagian dari vegetatif tanaman, batang dan tongkol jagung, daun, gulma, dan jerami dan sekam padi.
  • Limbah industri padat seperti limbah pengalengan makanan, kelapa swait, ampas tebu, kertas, blotong dan serbuk gergaji kayu.
  • Limbah industri cair seperti kalapa sawit (POME), bumbu masak (MSG), kertas, dan alkohol.
  • Limbah rumah tangga seperti limbah kota dan pemukiman, limbah dapur, urine, dan tinja.
BACA:  Pembuatan Makanan pada Tumbuhan Hijau

Komposisi Pemberian Pupuk Organik dan Anorganik

Lakukan pemupukan berdasarkan atas status kandungan unsur hara yang terletak dalam jaringan akar tanaman dan tanah. Supaya bisa memupuk tanaman padi sesuai dengan keperluan maka terlebih dahulu kenali gejala – gejala defisiensi dan kelebihan hara.

Pupuk diberikan berdasarkan atas antar lokasi, musim tanam, pola tanam, dan pengelolaan tanaman. Pupuk yang diberikan berdasarkan atas spesifik lokasi ini mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menghemat pupuk.

Selain itu, pemupukan juga wajib dilakukan tepat waktu dengan memfokus pada fase pertumbuhan pada tanaman dan faktor – faktor iklim.

Perhatikan juga penempatan pupuk berhubungan dengan karakteristik dari pupuk dan seberapa dalam area yang dijelajahi oleh perakaran.

Standar Dasar Pemupukan

Di bawah ini kami berikan beberapa standar dasar pemupukan adalah sebagai berikut :

  • Memberikan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman padi berdasarkan atas selisih antara pemenuhan kebutuhan pemupukan dengan status hara di dalam tanah.
  • Menentukan antara interval dan frekuensi aplikasi terhadap pemupukan berdasarkan atas keperluan dari tanaman padi yang sedang dikembangkan.
  • Memberikan ukuran dosis dan jenis dari pupuk sesuai dengan hasil dari analisis tanah.
  • Menganalisa status hara pada pupuk yang diberikan dengan memakai perangkat uji tanah kering (PUTK).

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang pemupukan organik pada tanaman padi yang kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.